Sebagai investor saham pemula, tentunya Anda ingin mencari cara yang paling efektif untuk menemukan perusahaan bagus dengan harga saham yang terjangkau. Salah satu strateginya adalah mencari saham undervalued atau saham yang dinilai masih murah dibandingkan dengan nilai intrinsiknya.
Namun, menemukan saham undervalued di tengah ribuan emiten yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan analisis fundamental yang mendalam untuk dapat membedakan mana perusahaan yang memang bagus dan mana yang hanya terlihat murah saja.
Simak penjelasan lengkap dari Ipidiklat.id berikut ini untuk mengetahui trik mencari saham undervalued yang menguntungkan.
Ringkasan Cepat:
Saham undervalued adalah saham yang dinilai lebih murah dari nilai wajarnya. Untuk menemukan saham undervalued yang tepat, Anda perlu melakukan analisis fundamental mencakup rasio keuangan, prospek bisnis, dan valuasi perusahaan.
Memahami Apa Itu Saham Undervalued
Saham undervalued adalah saham yang secara fundamental dinilai lebih murah dari harga wajarnya. Artinya, harga saat ini lebih rendah dari nilai intrinsik perusahaan. Hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti sentimen pasar yang negatif, prospek industri yang kurang baik, atau kinerja perusahaan yang sedang melemah.
Bagi investor jangka panjang, saham undervalued merupakan peluang emas untuk mendapatkan imbal hasil yang tinggi di masa depan. Sebab, ketika kinerja perusahaan mulai membaik dan sentimen pasar berubah positif, harga sahamnya bisa melambung naik mendekati atau bahkan melebihi nilai wajarnya.
Cara Mencari Saham Undervalued yang Tepat
Untuk menemukan saham undervalued yang menguntungkan, Anda perlu melakukan analisis fundamental yang mendalam terhadap berbagai aspek perusahaan, antara lain:
1. Analisis Rasio Keuangan
Periksa berbagai rasio keuangan perusahaan, seperti price-to-earnings (P/E) ratio, price-to-book (P/B) ratio, dan debt-to-equity (D/E) ratio. Rasio-rasio ini akan memberi tahu Anda apakah harga saham perusahaan saat ini terlalu murah atau mahal dibandingkan kinerjanya.
Misalnya, jika P/E ratio suatu perusahaan hanya 7x sementara rata-rata industri 15x, maka saham tersebut bisa dikategorikan undervalued. Namun, perhatikan juga faktor lain seperti tren laba dan arus kas.
2. Analisis Prospek Bisnis
Selain mempertimbangkan kondisi keuangan, Anda juga harus menilai prospek bisnis dan posisi persaingan perusahaan di industrinya. Perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif, teknologi inovatif, atau pangsa pasar dominan biasanya menjadi pilihan yang lebih baik.
Misalnya, Anda bisa memilih saham perusahaan teknologi atau e-commerce yang memiliki pertumbuhan yang pesat, meskipun harganya saat ini tergolong murah.
3. Analisis Valuasi Perusahaan
Terakhir, lakukan perhitungan valuasi untuk mengestimasi nilai wajar saham. Ada beberapa metode yang bisa digunakan, seperti discounted cash flow (DCF) atau price-to-earnings growth (PEG) ratio.
Jika harga saham saat ini jauh di bawah nilai wajar yang Anda hitung, maka perusahaan tersebut bisa dikategorikan undervalued dan layak untuk dipertimbangkan.
Studi Kasus: Menemukan Saham Undervalued di Tengah Pandemi
Sebagai contoh, di tengah pandemi COVID-19 yang memukul banyak sektor, ada beberapa saham yang tergolong undervalued. Salah satunya adalah saham GOTO (Gojek-Tokopedia).
Saat IPO di Oktober 2021, harga saham GOTO dibuka di level Rp.338 per saham. Namun, dalam beberapa bulan, harganya anjlok hingga di bawah Rp.200 per saham. Padahal, berdasarkan analisis fundamental, GOTO dinilai masih murah dibandingkan dengan valuasi perusahaan.
Investor yang jeli melihat peluang ini dan berani membeli GOTO saat harga sedang turun, berpotensi meraup keuntungan besar dalam jangka panjang. Sebab, seiring pemulihan ekonomi, harga saham GOTO diperkirakan akan kembali naik mendekati nilai wajarnya.
Kendala Umum Saat Mencari Saham Undervalued
Meskipun terlihat menjanjikan, mencari saham undervalued tidaklah mudah. Berikut beberapa kendala umum yang sering dihadapi:
1. Sulit Menentukan Nilai Wajar Saham
Perhitungan nilai wajar saham membutuhkan banyak asumsi dan proyeksi yang tidak mudah. Bahkan para analis sekalipun bisa salah memperkirakan nilai intrinsik suatu saham.
2. Pasar Bisa Tetap Undervalue Untuk Waktu yang Lama
Terkadang pasar bisa tetap undervalue suatu saham dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga investor harus bersabar menunggu hingga harga saham kembali wajar.
3. Faktor Eksternal Sulit Diprediksi
Selain analisis fundamental, harga saham juga dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti sentimen pasar, kebijakan pemerintah, dan gejolak perekonomian. Hal-hal ini sulit diprediksi dan bisa membuat perhitungan valuasi Anda meleset.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Definisi | Saham undervalued adalah saham yang dinilai lebih murah dari nilai wajarnya. |
| Manfaat | Memberi peluang bagi investor untuk mendapatkan imbal hasil tinggi di masa depan. |
| Analisis Utama | Rasio keuangan, prospek bisnis, valuasi perusahaan. |
| Kendala | Sulit menentukan nilai wajar, pasar bisa tetap undervalue lama, faktor eksternal sulit diprediksi. |
FAQ Seputar Saham Undervalued
1. Bagaimana Cara Mendeteksi Saham Undervalued?
Untuk mendeteksi saham undervalued, Anda perlu melakukan analisis fundamental yang mencakup rasio keuangan, prospek bisnis, dan valuasi perusahaan. Periksa apakah harga saham saat ini jauh lebih murah dari nilai wajarnya.
2. Apakah Semua Saham Undervalued Pasti Menguntungkan?
Tidak semua saham undervalued pasti menguntungkan. Masih ada faktor lain yang harus dipertimbangkan, seperti kondisi industri, posisi kompetitif perusahaan, dan prospek bisnisnya di masa depan. Selalu lakukan analisis mendalam sebelum memutuskan investasi.
3. Apa Ciri-ciri Saham yang Undervalued?
Ciri-ciri saham undervalued antara lain: harga saat ini jauh di bawah nilai wajarnya, memiliki rasio valuasi (P/E, P/B) di bawah rata-rata industri, dan prospek bisnisnya bagus meski kinerjanya sedang melemah.
4. Berapa Lama Saham Undervalued Bisa Terus Turun?
Tidak ada kepastian. Terkadang saham undervalued bisa tetap undervalue dalam jangka waktu yang cukup lama, bahkan bertahun-tahun. Investor harus bersabar dan menunggu hingga pasar menilai wajar kembali.
5. Apakah Semua Saham Murah Termasuk Undervalued?
Tidak selalu. Suatu saham bisa saja murah harganya, tapi bukan karena undervalued. Bisa jadi karena faktor lain, seperti prospek bisnis yang kurang cerah atau kinerja perusahaan yang sedang buruk. Selalu lakukan analisis fundamental yang mendalam.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk informasi, bukan saran finansial profesional. Ipidiklat.id tidak bekerja sama dengan pemerintah/instansi terkait.
Nah, itulah trik jitu mencari saham undervalued atau harga murah dari perusahaan bagus. Jangan lupa untuk terus memperdalam analisis fundamental sebelum membuat keputusan investasi. Selamat berinvestasi!