IPIDIKLAT News – Sebanyak 1,8 juta kendaraan tercatat melintasi Tol Cikopo-Palimanan (Tol Cipali) selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Jumlah kendaraan yang melewati Tol Cipali ini menunjukkan mobilitas tinggi masyarakat selama libur panjang.
Direktur Operasional Astra Tol Cipali, Novianto Dwi Wibowo, mengungkapkan data tersebut pada Selasa, 31 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa perhitungan dilakukan mulai dari 13 Maret hingga 29 Maret 2026, yang mencakup periode H-8 hingga H+7 Lebaran 2026. Lonjakan volume kendaraan ini memerlukan strategi rekayasa lalu lintas agar perjalanan tetap lancar.
Puncak Arus Mudik dan Balik di Tol Cipali
Puncak arus mudik di Tol Cipali terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, dengan sekitar 141 ribu kendaraan melintas. Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada H+2 Lebaran, tepatnya Selasa, 24 Maret 2026, dengan jumlah kendaraan mencapai 135 ribu.
Untuk mengatasi kepadatan, kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way pada arus mudik mulai 17 Maret hingga 20 Maret 2026. Selanjutnya, sistem serupa diterapkan pada arus balik dari 23 Maret hingga 25 Maret 2026. One way kembali diterapkan pada arus balik periode 27 Maret hingga 29 Maret 2026.
Tidak hanya itu, rekayasa lalu lintas juga mencakup penerapan contraflow di KM 169-162 pada 26 Maret 2026. Penerapan rekayasa lalu lintas ini bertujuan agar pengguna jalan dapat melintas dengan aman dan lancar selama periode Lebaran.
Diskon Tarif Tol dan Dukungan Pemerintah
Astra Tol Cipali turut mendukung program pemerintah dalam mendistribusikan volume lalu lintas dengan memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen pada 18-19 dan 26-27 Maret 2026. Diskon tarif ini mendapatkan respons positif dari para pemudik, yang merasa terbantu dengan adanya pengurangan biaya perjalanan.
Selain itu, Astra Tol Cipali menerapkan sistem buka tutup secara situasional di seluruh rest area selama arus mudik dan balik Lebaran. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan kepadatan di area istirahat dan memastikan ketersediaan fasilitas bagi pengguna jalan.
Peningkatan Layanan di Rest Area Cipali
Sebelum pelaksanaan mudik Lebaran 2026, Astra Tol Cipali telah melakukan peningkatan layanan di rest area. Peningkatan ini meliputi penambahan kapasitas parkir dan toilet, penyiagaan SPBU dan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), serta penambahan armada derek.
Tidak hanya itu, Astra Tol Cipali juga menyiagakan layanan patroli, ambulans, rescue, hingga layanan call center yang aktif selama 24 jam untuk melayani pengguna jalan. Ketersediaan layanan ini diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.
Program Mudik Minim Sampah
Dalam rangka mendukung program “Mudik Minim Sampah” dari pemerintah, Astra Tol Cipali turut meningkatkan kapasitas pemilahan dan pengolahan sampah di setiap rest area. Dengan demikian, kegiatan arus mudik dan balik Lebaran 2026 diharapkan tidak memberikan dampak buruk terhadap lingkungan.
Selama arus mudik, Astra Tol Cipali juga melakukan sosialisasi pemilahan sampah kepada pengguna jalan yang beristirahat di rest area. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan selama perjalanan.
Apresiasi Kolaborasi untuk Kelancaran Arus Mudik
Novianto Dwi Wibowo menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang baik antara Astra Tol Cipali bersama Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan seluruh instansi terkait. Berkat kerjasama ini, penyelenggaraan arus mudik dan arus balik tahun ini dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan terkendali.
“Kami sangat mengapresiasi kerjasama dan kolaborasi yang sangat baik dari pihak kepolisian dan seluruh instansi terkait selama penyelenggaraan arus mudik dan balik tahun ini,” pungkas Novianto.
Kesimpulan
Arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Tol Cipali mencatatkan angka yang signifikan. Dengan berbagai upaya rekayasa lalu lintas, peningkatan layanan, dan kolaborasi yang baik, diharapkan pengalaman mudik tahun ini menjadi lebih baik bagi seluruh masyarakat.
