Beranda » Berita » TNI UNIFIL Tewas: RI Berduka di Hadapan Israel – Update 2026

TNI UNIFIL Tewas: RI Berduka di Hadapan Israel – Update 2026

IPIDIKLAT News – Wakil Tetap Republik Indonesia (RI) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Umar Hadi, menyampaikan duka cita mendalam serta kemarahan 285 juta warga di hadapan perwakilan Israel. Pernyataan ini Umar sampaikan setelah tiga anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur.

Umar Hadi menyampaikan pernyataan tersebut saat berpidato dalam rapat darurat yang berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026. Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan tetap Israel untuk PBB, Danny Danon. Selain itu, Umar juga menyampaikan rasa harunya atas banyaknya dukungan dan belasungkawa dari komunitas internasional atas peristiwa tragis yang menimpa personel militer Indonesia. Bahkan, Umar menegaskan Indonesia tidak dapat menerima pembunuhan terhadap pasukan penjaga perdamaian.

Indonesia Berduka Atas Gugurnya TNI di UNIFIL

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan rasa duka cita, kemarahan, dan frustrasi lebih dari 285 juta penduduk Indonesia,” ujar Umar dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube PBB. Umar meyakini bahwa rasa duka, kemarahan, dan frustrasi ini juga dirasakan oleh masyarakat dunia secara luas.

Dalam rapat tersebut, Umar mengenang ketiga anggota yang gugur akibat serangan yang dilakukan oleh Israel di Lebanon Selatan. “Izinkan saya memulai dengan menghormati kenangan para pasukan perdamaian yang gugur dengan menyebutkan nama-nama mereka di Ruang Sidang yang Terhormat ini,” kata Umar dengan nada haru.

Baca Juga :  Oknum TNI Terlibat? YLBHI Soroti Penyerangan Andrie Yunus

Ketiga anggota TNI tersebut adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, berusia 33 tahun; Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, berusia 25 tahun; dan Kopral Farizal Rhomadhon, 27 tahun. Ternyata, Farizal bertugas di pos Indonesia di Ashid Al-Khuzair, sementara Zulmi dan Ikhwan gugur dalam serangan terhadap konvoi mereka saat memberikan dukungan logistik di Bani Hayyan.

Kronologi Gugurnya 3 TNI di UNIFIL

Tiga anggota TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL gugur hanya dalam kurun waktu dua hari akibat serangan Israel ke . Insiden pertama terjadi pada 29 Maret 2026, ketika Kopral Farizal Rhomadhon tewas akibat ledakan proyektil di sekitar Adchit Al Qusayr.

Kemudian, pada 30 Maret , Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan tewas akibat ledakan di dekat Bani Hayyan. Kejadian ini menambah daftar panjang jatuhnya korban dari pihak pasukan penjaga perdamaian. Akibatnya, insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak.

Kecaman Indonesia Atas Serangan Terhadap Pasukan Perdamaian

Umar Hadi menegaskan bahwa Indonesia mengutuk keras serangan terhadap para pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di UNIFIL pada tanggal 29 dan 30 Maret 2026. Insiden ini jelas melanggar hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan. Oleh karena itu, Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi mendalam terhadap serangan tersebut dan menyeret para pelaku ke pengadilan.

Selain itu, Indonesia juga menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik di Lebanon Selatan untuk menahan diri dan menghormati keberadaan pasukan penjaga perdamaian. Pasukan UNIFIL memiliki mandat untuk menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut, sehingga serangan terhadap mereka tidak dapat ditoleransi.

Peran Indonesia dalam Misi Perdamaian UNIFIL

Indonesia telah lama berkontribusi dalam misi perdamaian UNIFIL. Bahkan, pasukan merupakan wujud komitmen Indonesia untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di dunia internasional. Keikutsertaan Indonesia dalam UNIFIL juga menjadi bukti nyata dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Lebanon.

Baca Juga :  CPNS BMKG 2026: 5 Syarat Wajib Jadi Prakirawan Cuaca (Terbaru)

Namun, insiden tragis yang menewaskan tiga anggota TNI ini menjadi pukulan berat bagi Indonesia. Meski begitu, Indonesia tidak akan gentar dan akan terus berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam misi perdamaian UNIFIL. Selain itu, pemerintah Indonesia akan terus memberikan dukungan dan perlindungan kepada para personel TNI yang bertugas di daerah konflik.

Respons Internasional Terhadap Serangan di Lebanon Selatan

Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon Selatan menuai kecaman keras dari berbagai negara dan . Banyak negara yang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah Indonesia.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati keamanan dan keselamatan pasukan UNIFIL. Dewan Keamanan PBB juga menggelar rapat darurat untuk membahas situasi di Lebanon Selatan dan mencari solusi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Kesimpulan

Gugurnya tiga anggota TNI dalam misi UNIFIL merupakan tragedi yang mendalam bagi Indonesia. Reaksi keras dan duka mendalam dari 285 juta masyarakat Indonesia atas kejadian ini telah Wakil Tetap RI sampaikan di hadapan Israel dan forum internasional PBB. Indonesia mengutuk keras tindakan terhadap dan terus berkomitmen dalam menjaga perdamaian dunia. Semoga para prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.