IPIDIKLAT News – Timnas Futsal Indonesia mengalahkan Brunei Darussalam dengan skor meyakinkan 7-0 pada laga pembuka Grup B Piala AFF Futsal 2026. Pertandingan yang berlangsung di Nothanburi, Thailand, Senin (6/4) siang WIB tersebut menunjukkan dominasi total skuad asuhan Hector Souto di lapangan.
Kemenangan besar tersebut membawa Indonesia menempati posisi puncak klasemen sementara Piala AFF Futsal 2026. Meski mencatatkan poin maksimal dengan produktivitas tujuh gol tanpa kebobolan, Hector Souto tetap menyoroti beberapa aspek krusial yang perlu perbaikan sebelum menghadapi Malaysia pada Selasa (7/4) pukul 15.00 WIB.
Timnas Futsal Indonesia evaluasi dua catatan krusial
Hector Souto menyatakan ada dua evaluasi penting yang harus pemain benahi usai membantai Brunei Darussalam. Pelatih asal Spanyol ini menuntut efisiensi lebih tinggi agar skuad Garuda tampil lebih tajam pada laga selanjutnya guna membuka pintu menuju babak semifinal.
Pertama, Souto menyoroti masalah keterburu-buruan pemain dalam membangun serangan. Menurutnya, pemain sering mengambil keputusan instan yang justru menurunkan tingkat akurasi tendangan ke gawang lawan. Tercatat ada 16 tembakan yang pemain lepaskan selama pertandingan, namun jumlah gol yang tercipta masih bisa tim tingkatkan lagi.
Lebih dari itu, tim perlu memperbaiki penyelesaian akhir. Fakta mencatat bahwa meski mendominasi, penguasaan bola dan konversi peluang masih menyisakan ruang untuk perbaikan. Pemain harus lebih tenang saat berada di area pertahanan lawan agar setiap momentum serangan berbuah angka secara lebih konsisten.
Performa dominan di babak pertama
Skuad Merah Putih tampil sangat agresif sejak menit awal babak pertama. Lini serang Indonesia sukses mencetak enam gol beruntun sebelum jeda pertandingan. Muhammad Sanjaya bahkan tampil luar biasa dengan melesatkan hattrick yang mengunci keunggulan telak atas Brunei.
Tidak hanya Sanjaya, pemain lain seperti Imam Anshori, Dewa Rizki, dan Andarias Kareth juga berkontribusi menyumbang satu gol masing-masing pada paruh pertama. Dominasi permainan ini membuat lawan nyaris tidak mampu membangun serangan balik yang berarti ke pertahanan Indonesia.
Menjaga ritme serangan di babak kedua
Memasuki babak kedua, skuad Garuda memilih mengendurkan tempo permainan. Strategi ini Souto ambil untuk menjaga kebugaran pemain mengingat jadwal pertandingan yang cukup padat di Piala AFF Futsal 2026. Alhasil, intensitas serangan berkurang drastis dibandingkan babak pertama.
Indonesia hanya mampu menambah satu gol tambahan melalui Andarias Kareth. Meski demikian, Souto mengaku puas dengan performa anak asuhnya secara keseluruhan sepanjang laga. Kemenangan dengan skor bersih 7-0 menjadi modal kepercayaan diri tinggi bagi para pemain.
| Pencetak Gol | Jumlah Gol |
|---|---|
| Muhammad Sanjaya | 3 |
| Andarias Kareth | 2 |
| Imam Anshori | 1 |
| Dewa Rizki | 1 |
Persiapan matang lawan Malaysia
Selanjutnya, Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi Malaysia dalam laga yang menentukan peluang lolos ke semifinal. Souto secara terbuka mengakui bahwa pertandingan melawan Malaysia akan menuntut kesiapan fisik dan mental yang lebih tangguh. Dia berharap pemain bisa menerapkan instruksi dengan jauh lebih presisi.
Apakah barisan pertahanan Indonesia mampu menjaga konsistensi tanpa kebobolan saat menghadapi tekanan Malaysia? Ujian sesungguhnya akan terlihat pada laga Selasa pukul 15.00 WIB. Kemenangan pada laga tersebut akan memastikan langkah Indonesia semakin mantap di peta persaingan Piala AFF Futsal 2026.
Singkatnya, evaluasi yang Souto sampaikan menjadi kunci penting bagi progres performa tim. Apabila pemain mampu memperbaiki akurasi dan ketenangan di depan gawang, peluang untuk meraih gelar juara pada edisi 2026 tetap terbuka lebar bagi tim Merah Putih.
