Beranda » Berita » Tank Merkava Hantam TNI: Kisah Pasukan Hantu Laut di Lebanon

Tank Merkava Hantam TNI: Kisah Pasukan Hantu Laut di Lebanon

IPIDIKLAT News – Prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon mendapatkan pengalaman menegangkan ketika tank Merkava Israel menyerang posisi mereka pada 10 Oktober 2026. Insiden ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi pasukan dalam menjaga di wilayah .

Peristiwa tersebut menjadi saksi bisu bagaimana eskalasi antara tentara Israel dan Hizbullah berdampak langsung pada pasukan . Meski dalam situasi genting, prajurit TNI tetap menjalankan tugas memantau pergerakan dan mencegah pelanggaran di wilayah perbatasan.

Detik-Detik Tank Merkava Israel Menyerang

Pratu Marinir Egy Arifianto dan Praka Nofrian Syahputra, dua anggota Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda TNI UNIFIL Lebanon, berbagi cerita tentang pengalaman mencekam saat bertugas di tower pengamatan 14, sektor Naqoura, wilayah perbatasan yang rawan konflik. Pada 10 Oktober 2026, saat eskalasi antara Israel dan meningkat tajam, mereka menjadi saksi sekaligus korban dari serangan tank Merkava Israel.

Egy menjelaskan bahwa sejak pagi hari, dua tank Merkava Israel sudah keluar dari Blue Line (Garis Biru), garis perbatasan yang memisahkan Israel dan Lebanon. “Setelah dua Merkava tersebut keluar dari Israel, dari tembok Blue Line tersebut, kami melaporkan kepada satuan atas. Dari satuan atas agar kami tetap memonitoring dari pergerakan Merkava tersebut,” ungkap Egy di Mabes TNI, Cilangkap, Timur.

Eskalasi Konflik Meningkat di Perbatasan

Situasi semakin tegang ketika pada pukul 1 siang, dua unit tank Merkava lainnya kembali keluar dari tembok Blue Line yang sudah dijebol. Alhasil, total ada empat tank Merkava yang bersiaga di depan tembok perbatasan. Intensitas ketegangan antara kedua belah pihak terus meningkat setiap jamnya, hingga akhirnya berujung pada saling serang.

Baca Juga :  Korupsi Bea Cukai: Pengusaha Rokok Dipanggil KPK!

“Merkava tersebut mulai mendekat ke arah kami dan pukul sekitar 5 sore itu intensitas serangan semakin panas dan semakin tinggi. Disusul dengan tembakan artileri dan air strike dari pihak Israel, kemudian dari Hizbullah melaksanakan membalas dengan tembakan artileri ataupun tembakan ringan sebagainya,” lanjut Egy.

Pasukan Hantu Laut Tetap Siaga

Di tengah panasnya baku tembak, Egy dan Nofrian tetap menjalankan tugas utama mereka, yaitu memonitor pergerakan dan melaporkan potensi pelanggaran di wilayah sektor Naqoura. Profesionalisme dan dedikasi mereka patut diacungi jempol, mengingat risiko besar yang dihadapi setiap hari.

Tidak hanya Egy dan Nofrian, seluruh anggota Satgas Kontingen Garuda TNI Lebanon terus berupaya menjaga perdamaian di tengah konflik yang berkecamuk. Mereka menjadi garda terdepan dalam menciptakan stabilitas dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Tantangan Pasukan Perdamaian di Lebanon

Konflik Israel-Hizbullah memang menjadi tantangan berat bagi pasukan perdamaian. Selain risiko menjadi sasaran serangan, mereka juga harus menghadapi berbagai kesulitan dan komunikasi di wilayah yang rawan.

Meski begitu, semangat juang dan profesionalisme tidak pernah pudar. Mereka terus berupaya menjalankan mandat perdamaian dengan sebaik-baiknya, demi menciptakan kondisi yang lebih aman dan stabil bagi masyarakat Lebanon.

Peran Indonesia dalam Misi Perdamaian UNIFIL

Keikutsertaan Indonesia dalam misi perdamaian UNIFIL merupakan wujud komitmen negara dalam menjaga perdamaian dunia. Kontribusi pasukan Garuda telah diakui dan diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa ().

Indonesia akan terus berpartisipasi aktif dalam upaya menciptakan perdamaian dan stabilitas di Lebanon, serta di wilayah-wilayah konflik lainnya di seluruh dunia. Pengalaman dan profesionalisme prajurit TNI menjadi modal penting dalam menjalankan misi mulia ini.

Baca Juga :  Formasi CPNS 2026: Bocoran Awal, Analisis Kebutuhan & Jadwal Terbaru (Lengkap)

Kesimpulan

Kisah heroik Pratu Marinir Egy Arifianto dan Praka Nofrian Syahputra, yang selamat dari serangan tank Merkava Israel, merupakan bukti nyata dedikasi dan profesionalisme pasukan TNI dalam menjaga perdamaian di Lebanon. Meski dihadapkan pada tantangan berat dan risiko tinggi, mereka tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan semangat juang yang tinggi. Pengalaman mereka menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kesiapsiagaan dan kerjasama dalam menghadapi situasi konflik.