Ingin menjadi ASN di usia muda dengan seragam cokelat yang gagah?
Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) menjadi salah satu instansi favorit yang rutin membuka formasi untuk lulusan SMA sederajat.
Namun, persaingan di seleksi CPNS Kejaksaan ini sangatlah ketat.
Calon pelamar sering kali bingung mengenai detail syarat Kejaksaan SMA, terutama terkait batasan nilai rapor minimal dan fungsi sertifikat beladiri.
Padahal, kedua poin tersebut bisa menjadi penentu lolos atau tidaknya pelamar ke tahap berikutnya.
Artikel ini akan mengupas tuntas prediksi syarat dan dokumen krusial yang perlu dipersiapkan untuk seleksi tahun 2026.
💡 Quick Answer: Syarat Inti Kejaksaan SMA
Singkatnya, pelamar formasi SMA di Kejaksaan Agung (seperti Penjaga Tahanan) umumnya wajib memenuhi syarat berikut:
- Usia: Minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun.
- Nilai Rapor: Rata-rata ijazah minimal 7.00 (skala 0-10) atau 70.00 (skala 0-100).
- Fisik: Tinggi badan minimal 160 cm (Wanita) dan 165 cm (Pria) dengan BMI ideal.
- Beladiri: Sertifikat beladiri/satpam bukan syarat wajib pendaftaran awal, tetapi memberikan bobot nilai tambahan signifikan pada tahap SKB Kesamaptaan.
Formasi Jabatan untuk Lulusan SMA
Sebelum masuk ke persyaratan teknis, penting untuk mengetahui posisi apa yang sebenarnya bisa dilamar.
Biasanya, Kejaksaan membuka dua formasi utama untuk kualifikasi pendidikan SMA/SMK/MA Sederajat.
Pertama adalah Penjaga Tahanan, posisi yang paling banyak diminati karena kuotanya yang besar.
Kedua adalah Pengelola Penanganan Perkara, yang tugasnya lebih banyak bersifat administratif dalam pemberkasan perkara.
Keduanya menuntut kualifikasi fisik dan mental yang prima.
Syarat Nilai Rapor & Ijazah (Penting!)
Banyak calon pelamar gugur di tahap administrasi hanya karena salah input nilai atau nilai tidak memenuhi standar.
Berdasarkan seleksi tahun-tahun sebelumnya, standar nilai yang ditetapkan Kejaksaan cenderung konsisten.
Nilai yang digunakan adalah nilai rata-rata yang tertera pada ijazah, bukan rapor per semester.
Angka minimal yang harus dicapai biasanya adalah 7.00 atau 70.00.
Jadi, pastikan untuk mengecek kembali transkrip nilai atau belakang ijazah untuk memastikan angka rata-rata tersebut aman.
Peran Vital Sertifikat Beladiri
Nah, ini adalah poin yang sering menjadi “game changer” bagi pelamar formasi Penjaga Tahanan.
Apakah sertifikat beladiri itu wajib ada saat mendaftar?
Jawabannya: Tidak selalu wajib di awal, namun sertifikat ini sangat krusial di tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Memiliki sertifikat beladiri atau pelatihan satpam yang valid bisa memberikan poin tambahan dalam penilaian SKB Non-CAT.
Sertifikat yang diakui biasanya dikeluarkan oleh organisasi beladiri resmi atau lembaga pelatihan keamanan yang kredibel.
Jika memiliki keahlian judo, karate, pencak silat, atau kempo, sertifikat tersebut sebaiknya disiapkan sejak dini.
Syarat Fisik dan Kesehatan
Selain otak, fisik juga menjadi modal utama karena Kejaksaan adalah instansi penegak hukum.
Terdapat standar tinggi badan mutlak yang tidak bisa ditawar.
Umumnya, pria harus memiliki tinggi minimal 165 cm dan wanita 160 cm.
Berat badan juga harus proporsional sesuai dengan perhitungan Body Mass Index (BMI).
Selain itu, pelamar tidak boleh buta warna, tidak boleh cacat fisik yang mengganggu tugas, dan bebas dari tato serta tindik (kecuali karena adat/agama).
Checklist Dokumen Persyaratan
Persiapan administrasi yang rapi adalah setengah dari keberhasilan.
Berikut adalah tabel checklist dokumen dan status kepentingannya untuk persiapan 2026.
| Jenis Dokumen | Status Syarat | Catatan Penting |
|---|---|---|
| KTP & Kartu Keluarga | ✅ Wajib Ada | Data harus sinkron di Dukcapil |
| Ijazah & Transkrip SMA | ✅ Wajib Ada | Rata-rata min. 7.00 |
| ⚠️ Sertifikat Beladiri | Opsional / Nilai Plus | Mendongkrak Nilai SKB |
| Sertifikat Komputer | ⭐ Sangat Disarankan | Minimal Ms. Office |
| Surat Keterangan Sehat | ✅ Wajib Ada | Dari RS Pemerintah/Puskesmas |
| Surat Bebas Narkoba | ❌ Belum Perlu di Awal | Biasanya diminta saat pemberkasan akhir |
Tahapan Seleksi yang Harus Dilalui
Perjalanan menjadi pegawai Kejaksaan tidaklah instan.
Pelamar akan melewati Seleksi Administrasi terlebih dahulu untuk memverifikasi dokumen.
Jika lolos, pelamar akan menghadapi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan sistem CAT BKN.
Tahap terakhir dan paling menentukan adalah Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Di tahap inilah tes kesamaptaan, tes beladiri, wawancara, dan tes kesehatan jiwa dilakukan.
FAQ: Pertanyaan Umum Syarat Kejaksaan
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait pendaftaran Kejaksaan untuk lulusan SMA.
Apakah mata minus boleh mendaftar Kejaksaan?
Secara umum, untuk formasi Penjaga Tahanan, kesehatan mata sangat diutamakan dan biasanya tidak boleh buta warna. Penggunaan kacamata mungkin diperbolehkan dengan batas toleransi tertentu, namun mata normal (visus 6/6) lebih diprioritaskan untuk formasi pengamanan.
Apakah harus lulusan SMA IPA atau IPS?
Kejaksaan biasanya menerima lulusan SMA/SMK/MA dari semua jurusan. Baik itu IPA, IPS, Bahasa, maupun SMK Teknik atau Administrasi, semua memiliki peluang yang sama asalkan ijazahnya terdaftar di Kemendikbud.
Apakah gigi berlubang menggugurkan seleksi?
Kesehatan gigi masuk dalam pemeriksaan kesehatan (Rikkes). Gigi berlubang parah atau ompong di bagian depan (estetika) bisa mengurangi poin penilaian kesehatan, meskipun tidak selalu langsung menggugurkan jika masih bisa ditambal atau diperbaiki.
Kesimpulan
Menembus seleksi CPNS Kejaksaan bukanlah hal yang mustahil bagi lulusan SMA, asalkan persiapan dilakukan jauh-jauh hari.
Fokuslah pada pemenuhan syarat Kejaksaan SMA yang paling krusial: menjaga nilai rata-rata ijazah di atas 7.00 dan melatih fisik.
Jika memungkinkan, milikilah sertifikat kemampuan beladiri untuk memberikan daya saing lebih tinggi saat tes SKB nanti.
Tahun 2026 bisa menjadi tahun keberuntungan jika strategi yang disusun sudah matang sejak sekarang.
Sudah siapkah fisik dan berkas untuk pendaftaran mendatang?