Beranda » Berita » Formasi CPNS Kejaksaan 2026: Syarat & Kuota (Update Terlengkap)

Formasi CPNS Kejaksaan 2026: Syarat & Kuota (Update Terlengkap)

Pernah bertanya-tanya instansi mana yang selalu banjir pelamar setiap tahunnya? Jawabannya hampir pasti Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Antusiasme menyambut CPNS Kejaksaan 2026 diprediksi akan kembali membludak, terutama karena instansi ini terkenal ramah bagi lulusan SMA sederajat hingga Sarjana Hukum.

Persaingan masuk ke Korps Adhyaksa memang tidak main-main. Ribuan peserta akan memperebutkan kursi bergengsi, mulai dari posisi Jaksa hingga Penjaga Tahanan. Persiapan matang sejak dini menjadi kunci utama untuk lolos seleksi ketat ini.

Artikel ini akan mengupas tuntas bocoran formasi, syarat fisik, hingga tahapan seleksi yang wajib diketahui oleh para pejuang NIP. Simak detail lengkapnya di bawah ini untuk strategi lolos yang lebih jitu.


⚡ Quick Answer: Ringkasan CPNS Kejaksaan 2026

Singkatnya: CPNS Kejaksaan 2026 diprediksi akan kembali membuka dua formasi primadona: Ahli Pertama Jaksa (S1 Hukum) dan Penjaga Tahanan (SMA/SMK Sederajat). Syarat mutlak biasanya meliputi batas usia (18-35 tahun), tinggi badan minimal (Pria 160cm, Wanita 155cm), serta tidak buta warna. Seleksi akan melalui tahapan SKD (CAT) dan SKB yang mencakup tes fisik, psikotes, dan wawancara.


Mengapa CPNS Kejaksaan Selalu Jadi Favorit?

Ada alasan kuat mengapa Kejaksaan Agung selalu menduduki peringkat atas jumlah pelamar terbanyak. Selain gaji dan tunjangan kinerja (tukin) yang tergolong tinggi dibanding instansi pusat lainnya, jenjang karier di sini sangat jelas.

Baca Juga :  Cara Gadai HP di Pegadaian: Prosedur dan Risiko

Bagi lulusan SMA, posisi Penjaga Tahanan menawarkan kesempatan menjadi ASN tanpa perlu gelar sarjana. Sedangkan bagi lulusan Hukum, menjadi Jaksa adalah puncak karier profesi yang sangat diidamkan.

Nah, fleksibilitas persyaratan pendidikan inilah yang membuat CPNS Kejaksaan 2026 nanti dipastikan akan kembali ramai peminat.

Bocoran Formasi Prioritas Tahun 2026

Berdasarkan tren rekrutmen tahun-tahun sebelumnya, Kejaksaan memiliki pola formasi yang cukup konsisten. Berikut adalah posisi yang hampir pasti dibuka:

1. Ahli Pertama – Jaksa

Posisi ini adalah inti dari instansi Kejaksaan. Tugas utamanya meliputi penuntutan dan pelaksanaan penetapan hakim.

  • Kualifikasi: S1 Hukum / Ilmu Hukum.
  • Syarat Khusus: Biasanya mensyaratkan IPK minimal 3.00 dan usia maksimal 27 tahun (bisa berubah sesuai kebijakan terbaru).

2. Penjaga Tahanan

Ini adalah formasi dengan kuota terbesar untuk lulusan sekolah menengah. Tugasnya mengawal tahanan selama proses persidangan atau pemindahan.

  • Kualifikasi: SLTA / SMA / SMK Sederajat (Semua Jurusan).
  • Nilai Plus: Sertifikat bela diri atau komputer seringkali menjadi nilai tambah saat SKB.

3. Pengelola Penanganan Perkara

Posisi ini bertugas dalam administrasi perkara tindak pidana.

  • Kualifikasi: SLTA Sederajat.
  • Formasi ini juga sangat diminati karena syarat masuknya yang relatif mirip dengan Penjaga Tahanan namun lebih fokus pada administrasi.

Syarat Umum dan Fisik (Wajib Tahu!)

Mendaftar ke Kejaksaan tidak hanya soal otak, tapi juga fisik. Terdapat standar kebugaran dan kesehatan yang tidak bisa ditawar.

Secara umum, syarat fisik yang sering menjadi penghalang pelamar meliputi:

  • Tinggi Badan: Pria minimal 160 cm, Wanita minimal 155 cm.
  • Berat Badan: Ideal (dihitung berdasarkan BMI).
  • Kesehatan: Tidak buta warna (parsial maupun total), tidak cacat fisik yang mengganggu tugas, dan bebas narkoba.
Baca Juga :  Cara Cek Akreditasi BAN-PT untuk Syarat CPNS 2026 (Lengkap & Mudah)

Khusus untuk pelamar formasi Jaksa, syarat tambahan seperti Toefl dan status “Belum Menikah” seringkali diberlakukan pada rekrutmen sebelumnya.

Perbandingan Syarat: Jaksa vs Penjaga Tahanan

Agar lebih mudah memahami perbedaan kedua formasi paling populer ini, perhatikan tabel perbandingan berikut.

Kategori Ahli Pertama Jaksa Penjaga Tahanan
Pendidikan S1 Hukum (Min. IPK 3.00) SMA/SMK Sederajat
Usia Maksimal 27 Tahun (Umum) 35 Tahun
⚠️ Syarat Fisik Tinggi Min: 160cm (P) / 155cm (W) Fisik Prima + Tidak Buta Warna
Status Nikah ✅ Wajib Belum Menikah ✅ Boleh Sudah Menikah
Kompleksitas Tes ⭐⭐⭐⭐ (Sangat Tinggi) ⭐⭐⭐ (Menengah – Tinggi)

Tahapan Seleksi CPNS Kejaksaan

Proses seleksi CPNS Kejaksaan 2026 kemungkinan besar masih menggunakan sistem gugur bertingkat. Jangan sampai terlewat satu tahap pun.

1. Seleksi Administrasi

Tahap awal verifikasi berkas. Pastikan ukuran foto, scan ijazah, dan surat lamaran sesuai format yang diminta di portal SSCASN. Kesalahan kecil di sini bisa berakibat fatal (TMS/Tidak Memenuhi Syarat).

2. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

Tes berbasis komputer (CAT) yang menguji TWK (Wawasan Kebangsaan), TIU (Intelegensia Umum), dan TKP (Karakteristik Pribadi). Nilai ambang batas (passing grade) wajib dipenuhi untuk lanjut ke tahap berikutnya.

3. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)

Inilah tahap penentu di Kejaksaan. Berbeda dengan instansi lain yang hanya tes tulis, SKB Kejaksaan meliputi:

  • SKB CAT (Substansi Jabatan).
  • Tes Kesehatan & Jiwa.
  • Tes Psikotes.
  • Tes Kesamaptaan (Fisik/Olahraga) & Beladiri.
  • Wawancara Pimpinan.

Khusus SKB Non-CAT di Kejaksaan seringkali bersifat menggugurkan. Artinya, jika gagal di tes kesehatan atau psikotes, peserta bisa langsung dinyatakan gugur meskipun nilai CAT tinggi.

Tips Lolos Seleksi Tahun 2026

Persiapan tidak bisa dilakukan mendadak (SKS). Mulailah mencicil belajar materi SKD dari sekarang karena saingan jumlahnya jutaan.

Baca Juga :  Djarum Beasiswa: Panduan Lengkap Cara Daftar & Tips Lolos 2025

Selain itu, jaga pola makan dan rutin berolahraga lari atau pull-up. Tes kesamaptaan sering menjadi momok bagi pelamar yang nilai akademiknya bagus tapi fisiknya lemah.

Terakhir, pelajari isu-isu hukum terkini dan peran Kejaksaan dalam penegakan hukum di Indonesia. Pengetahuan ini sangat berguna saat sesi wawancara.


FAQ: Pertanyaan Seputar CPNS Kejaksaan 2026

Apakah lulusan SMK Teknik bisa mendaftar Penjaga Tahanan?

Ya, formasi Penjaga Tahanan biasanya menerima pelamar dari seluruh jurusan SLTA sederajat, termasuk SMA, MA, maupun SMK (Teknik, Administrasi, dll). Yang terpenting adalah ijazah sudah terdaftar di Dikti/Kemendikbud.

Apakah mata minus boleh mendaftar CPNS Kejaksaan?

Umumnya diperbolehkan dengan batas toleransi tertentu (biasanya maksimal minus 1 atau 2, tergantung kebijakan tahun berjalan), asalkan tidak buta warna. Namun, penggunaan kacamata mungkin dibatasi pada saat tes kesamaptaan.

Berapa kuota yang biasanya dibuka?

Kuota berubah setiap tahun sesuai kebutuhan negara. Namun, Kejaksaan sering membuka ribuan formasi. Pada rekrutmen sebelumnya, total formasi bisa mencapai lebih dari 7.000 kursi untuk berbagai jabatan.

Kapan pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026 dibuka?

Jadwal resmi belum dirilis oleh BKN maupun Kejaksaan Agung. Biasanya, rangkaian seleksi CPNS dimulai pada pertengahan tahun (Triwulan II atau III). Pantau terus website resmi biropeg.kejaksaan.go.id.


Kesimpulan

Menjadi bagian dari Korps Adhyaksa melalui CPNS Kejaksaan 2026 adalah impian yang layak diperjuangkan. Peluang terbuka lebar baik bagi lulusan Sarjana Hukum maupun lulusan SMA sederajat lewat formasi Penjaga Tahanan. Kuncinya ada pada persiapan fisik yang prima dan pemahaman materi tes yang mendalam.

Sudah siapkah fisik dan mental untuk menghadapi seleksi tahun depan? Mulailah berlatih dari sekarang, karena kesempatan emas tidak datang dua kali.