Tahukah Anda bahwa persiapan pernikahan bukan hanya soal gedung resepsi dan baju pengantin? Ada satu dokumen krusial yang sering terlupakan hingga detik-detik terakhir, padahal tanpanya, berkas Anda di KUA bisa ditolak.
Dokumen tersebut adalah surat kesehatan untuk nikah atau surat keterangan sehat calon pengantin (Catin). Bagi Anda yang sedang merencanakan pernikahan di tahun 2025, memahami prosedur cek kesehatan pranikah adalah hal wajib.
Pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan langkah preventif vital untuk masa depan rumah tangga dan keturunan Anda. Simak panduan lengkap cara mendapatkan surat kesehatan nikah, mulai dari syarat, biaya, hingga alur pendaftarannya di bawah ini.
Pentingnya Skrining Kesehatan Pranikah
Mengapa pemerintah mewajibkan setiap calon pengantin melakukan tes kesehatan? Tujuan utamanya bukan untuk mempersulit, melainkan untuk kebaikan jangka panjang.
Berikut adalah alasan mengapa cek kesehatan pranikah sangat krusial:
- Pencegahan Penyakit Menular: Mendeteksi dini penyakit seperti HIV/AIDS, Sifilis, dan Hepatitis B agar tidak menular ke pasangan.
- Kesehatan Reproduksi: Mengetahui kesuburan dan kesiapan organ reproduksi, terutama bagi calon ibu.
- Pencegahan Stunting: Data kesehatan digunakan untuk pendampingan via aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) guna mencegah lahirnya bayi stunting.
- Syarat Administrasi KUA: Tanpa surat keterangan sehat dan sertifikat Elsimil, KUA tidak akan menerbitkan buku nikah.
Note: Hasil pemeriksaan medis bersifat rahasia dan hanya diketahui oleh Anda, pasangan, dan tenaga medis.
DISCLAIMER:
Informasi, biaya, dan prosedur yang tertulis dalam artikel ini mengacu pada peraturan yang berlaku saat penulisan (2025). Kebijakan teknis di setiap Puskesmas atau Dinas Kesehatan daerah mungkin mengalami perubahan sewaktu-waktu. Pastikan Anda melakukan konfirmasi ulang ke fasilitas kesehatan setempat.
Jadwal dan Timeline Pengurusan
Jangan mengurus surat kesehatan secara mendadak atau H-1 pernikahan. Proses ini membutuhkan waktu, terutama jika ada indikasi medis yang memerlukan rujukan atau vaksinasi lanjutan (seperti suntik TT).
Berikut adalah estimasi jadwal ideal bagi calon pengantin untuk memulai proses ini:
Tabel Timeline Persiapan Kesehatan Nikah
| Waktu Pelaksanaan | Tahapan Kegiatan | Estimasi Durasi |
| H-3 Bulan | Pendaftaran & Skrining Awal (Ideal) | 1 Hari |
| H-3 Bulan | Pemeriksaan Laboratorium & Fisik | 1-2 Jam |
| H-3 Bulan | Vaksinasi Tetanus (TT) bagi Catin Wanita | 15 Menit |
| H-2 Bulan | Konsultasi Hasil & Terapi (Jika ada masalah) | Kondisional |
| H-1 Bulan | Input Data ke Aplikasi Elsimil | 30 Menit |
| H-2 Minggu | Penyerahan Berkas ke KUA/Dukcapil | Sesuai Jam Kerja |
Mengurus 3 bulan sebelum hari H sangat disarankan agar jika ditemukan masalah kesehatan (misal anemia), masih ada waktu untuk pengobatan sebelum hamil.
Syarat dan Kriteria Peserta
Sebelum datang ke fasilitas kesehatan (Faskes), pastikan Anda membawa dokumen yang lengkap agar tidak bolak-balik.
Kriteria Umum
Setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan melangsungkan pernikahan, baik di KUA (Muslim) maupun Catatan Sipil (Non-Muslim), wajib menyertakan surat ini.
Syarat Dokumen (Wajib Dibawa)
Siapkan berkas berikut dalam map agar rapi:
- KTP Asli & Fotokopi (Calon Pengantin Pria & Wanita).
- Kartu Keluarga (KK) fotokopi.
- BPJS Kesehatan / KIS (Sangat disarankan dibawa, karena di beberapa daerah cek kesehatan catin gratis jika memiliki BPJS aktif).
- Pas Foto 4×6 (Background biru/merah, siapkan 2 lembar jaga-jaga).
- Surat Pengantar dari Kelurahan/Desa (Formulir N1, N2, N4) – Opsional, tergantung kebijakan Puskesmas setempat, namun sebaiknya dibawa.
Teknis Pelaksanaan & Sistem
Pemeriksaan kesehatan pranikah saat ini sudah terintegrasi dengan sistem digital. Anda tidak hanya mendapatkan selembar kertas manual, tetapi juga data digital.
- Aplikasi Elsimil: Anda wajib mengunduh aplikasi Elsimil (bisa diakses via HP Android/iOS). Petugas kesehatan atau Tim Pendamping Keluarga (TPK) akan membantu memvalidasi data kesehatan Anda di aplikasi ini.
- Lokasi Pemeriksaan:
- Puskesmas: Paling direkomendasikan karena biaya terjangkau (atau gratis dengan BPJS) dan terintegrasi langsung dengan program pemerintah.
- Rumah Sakit / Lab Swasta: Bisa dilakukan, namun pastikan hasilnya bisa diinput ke dalam format yang diminta KUA/Elsimil.
- Durasi: Rata-rata proses memakan waktu 2-3 jam dari pendaftaran hingga keluar hasil (tergantung antrean).
Panduan Daftar & Cek Kesehatan Step-by-Step
Berikut adalah panduan praktis langkah demi langkah untuk mendapatkan surat kesehatan untuk nikah di Puskesmas:
- Datang Lebih Pagi: Kunjungi Puskesmas setempat di pagi hari (biasanya loket buka jam 07.30 – 11.00). Catin Pria dan Wanita sebaiknya datang bersamaan.
- Loket Pendaftaran: Serahkan KTP dan Kartu BPJS. Sampaikan tujuan Anda: “Ingin cek kesehatan calon pengantin (Catin).”
- Anamnesa (Wawancara): Anda akan diarahkan ke Poli KIA/KB atau Poli Umum. Dokter akan bertanya seputar riwayat penyakit keluarga, kebiasaan merokok, dan siklus haid (bagi wanita).
- Pemeriksaan Fisik: Meliputi Tensi darah, berat badan, tinggi badan, dan Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk wanita guna mendeteksi risiko KEK (Kekurangan Energi Kronis).
- Ambil Sampel Laboratorium: Petugas akan mengambil sampel darah dan urin.
- Suntik TT (Tetanus Toksoid): Khusus calon pengantin wanita, biasanya akan diberikan suntikan imunisasi TT untuk mencegah tetanus pada ibu dan bayi saat persalinan nanti.
- Konseling Gizi & Kesehatan: Setelah hasil lab keluar, dokter akan menjelaskan hasilnya. Jika Anda mengalami anemia atau masalah lain, akan diberikan suplemen tambah darah.
- Penerbitan Surat: Anda akan menerima Surat Keterangan Sehat dan data Anda akan diinput untuk penerbitan Sertifikat Elsimil.
Kisi-Kisi Pemeriksaan Medis (Apa Saja yang Dicek?)
Banyak calon pengantin yang cemas, “Apa saja yang diperiksa? Apakah sakit?”. Tenang, pemeriksaan ini standar dan tidak menakutkan.
Berikut adalah rincian materi pemeriksaan medis atau “kisi-kisi” tes kesehatan pranikah:
Tabel Jenis Pemeriksaan & Tujuannya
| Jenis Pemeriksaan | Komponen yang Dicek | Tujuan Medis |
| Pemeriksaan Fisik | Tensi, BB, TB, LILA | Mengetahui status gizi & risiko kehamilan. |
| Darah Rutin | Hemoglobin (Hb), Trombosit | Mendeteksi Anemia & kelainan darah. |
| Golongan Darah | A, B, AB, O & Rhesus | Persiapan jika butuh transfusi saat melahirkan & kecocokan rhesus. |
| Penyakit Menular | HBsAg (Hepatitis B), VDRL (Sifilis), HIV | Mencegah penularan ke pasangan/janin. |
| Urine Rutin | Protein & Gula Urine | Mendeteksi gangguan ginjal & diabetes. |
| Genetik (Opsional) | Thalasemia | (Biasanya rujukan) Mencegah kelainan darah genetik. |
Tips Sukses Lolos Cek Kesehatan
Agar hasil pemeriksaan Anda prima dan proses administrasi lancar, perhatikan Insider Tips berikut ini:
- Puasa Tidak Wajib, Tapi Disarankan: Beberapa lab menyarankan puasa 8-10 jam untuk cek gula darah yang akurat. Tanyakan ke Puskesmas H-1 via telepon jika ragu.
- Jujur Saat Konseling: Jangan menutupi riwayat penyakit atau gaya hidup (merokok/alkohol). Kejujuran membantu dokter memberikan penanganan yang tepat untuk masa depan anak Anda.
- Pastikan Status BPJS Aktif: Jika BPJS Anda menunggak, segera lunasi atau pindahkan faskes jika domisili sudah berubah. Ini akan menghemat biaya pemeriksaan yang berkisar Rp50.000 – Rp150.000 (jika pasien umum).
- Minum Air Putih & Tidur Cukup: Sebelum tes urin dan darah, pastikan tubuh terhidrasi dan istirahat cukup agar tensi stabil dan urin tidak pekat.
Kesimpulan
Mengurus surat kesehatan untuk nikah adalah bukti tanggung jawab Anda terhadap pasangan dan calon keturunan. Prosesnya kini semakin mudah, cepat, dan terintegrasi secara digital melalui aplikasi Elsimil.
Jangan tunda hingga mendekati hari pernikahan. Segera kunjungi Puskesmas terdekat, lakukan skrining, dan pastikan Anda serta pasangan siap secara fisik dan mental untuk membangun rumah tangga yang sehat dan bahagia.
Siap melangkah ke pelaminan? Mulai dengan tubuh yang sehat!
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berikut adalah pertanyaan yang sering diajukan terkait surat kesehatan nikah: