Menyimpan dana di instrumen yang aman dan menguntungkan menjadi prioritas banyak orang di tengah ketidakpastian ekonomi global. Salah satu pilihan favorit masyarakat Indonesia adalah deposito bank BUMN karena dinilai minim risiko namun tetap memberikan imbal hasil menarik.
Melakukan simulasi deposito Mandiri sebelum menempatkan dana adalah langkah cerdas untuk memperkirakan keuntungan bersih yang akan diterima. Pasalnya, perhitungan bunga tidak hanya sekadar mengalikan nominal dengan persentase suku bunga, tetapi juga harus memperhitungkan potongan pajak.
Artikel ini akan mengupas tuntas cara menghitung bunga, rincian suku bunga terbaru di tahun 2026, serta simulasi keuntungan real. Informasi ini diharapkan dapat membantu calon nasabah dalam merencanakan keuangan jangka pendek maupun menengah.
Quick Answer: Cara Hitung Bunga Deposito
Singkatnya, rumus sederhana untuk menghitung bunga deposito Mandiri adalah: (Nominal Penempatan x Suku Bunga Pertahun x Jumlah Hari Tenor) : 365 Hari.
Namun, perlu diingat bahwa hasil tersebut adalah bunga kotor (gross). Sesuai regulasi pemerintah, bunga deposito di atas nominal tertentu (biasanya Rp7,5 juta ke atas) dikenakan pajak PPh final sebesar 20%. Jadi, keuntungan bersih yang diterima adalah 80% dari total bunga kotor.
⚠️ Disclaimer Produk: Informasi suku bunga, biaya admin, dan ketentuan pajak dalam artikel ini berdasarkan data umum perbankan per Januari 2026. Angka dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan Bank Mandiri dan suku bunga acuan BI. Untuk detail terkini dan akurat, silakan hubungi Cabang Bank Mandiri terdekat atau akses situs resmibankmandiri.co.id.
Mengapa Deposito Mandiri Masih Menjadi Primadona?
Meskipun instrumen investasi digital menjamur, deposito di Bank Mandiri tetap memiliki tempat tersendiri di hati nasabah konservatif. Alasan utamanya tentu saja faktor keamanan karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selama sesuai ketentuan.
Selain itu, fleksibilitas tenor menjadi daya tarik tersendiri. Bank Mandiri menawarkan jangka waktu mulai dari 1 bulan, 3 bulan, hingga 24 bulan. Hal ini memungkinkan nasabah menyesuaikan pencairan dana dengan kebutuhan finansial di masa depan, seperti biaya pendidikan atau renovasi rumah.
Fitur Automatic Roll Over (ARO) juga memudahkan nasabah yang ingin memperpanjang deposito secara otomatis tanpa harus datang ke bank. Bunga yang dihasilkan bahkan bisa langsung ditambahkan ke pokok simpanan (kapitalisasi bunga) untuk memaksimalkan efek compounding interest.
Rincian Suku Bunga Deposito Mandiri 2026
Besaran suku bunga deposito sangat dipengaruhi oleh tenor dan nominal penempatan dana. Biasanya, semakin lama jangka waktu dan semakin besar dana yang disimpan, suku bunga yang ditawarkan pun bisa lebih kompetitif.
Berikut adalah estimasi rincian suku bunga Deposito Rupiah dengan bunga dibayar bulanan atau saat jatuh tempo:
| Tenor (Bulan) | Suku Bunga Counter (%) | Suku Bunga Livin’ (%) |
|---|---|---|
| 1 Bulan | 2.25% | 2.50% |
| 3 Bulan | 2.25% | 2.60% |
| 6 Bulan | 2.50% | 2.75% |
| 12 Bulan | 2.50% | 3.00% |
| 24 Bulan | 2.50% | 3.00% |
Catatan: Suku bunga via aplikasi Livin’ by Mandiri biasanya lebih tinggi dibandingkan pembukaan di kantor cabang.
Cara Menghitung Bunga dan Simulasi Keuntungan
Memahami perhitungan manual sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai nominal akhir yang diterima. Banyak calon nasabah sering lupa memperhitungkan pajak 20% untuk simpanan di atas Rp7,5 juta.
1. Rumus Perhitungan Manual
Perhitungan didasarkan pada jumlah hari sebenarnya dalam satu tahun.
- Bunga Kotor = (Nominal x Bunga% x Hari) / 365
- Pajak = Bunga Kotor x 20%
- Bunga Bersih = Bunga Kotor – Pajak
2. Contoh Simulasi Kasus
Misalkan seorang nasabah menempatkan dana sebesar Rp100.000.000 (Seratus Juta Rupiah) untuk jangka waktu 3 bulan dengan suku bunga 2.60% per tahun.
- Bunga Kotor: (Rp100.000.000 x 2.60% x 90 hari) / 365 = Rp641.095
- Pajak (20%): Rp641.095 x 20% = Rp128.219
- Bunga Bersih: Rp641.095 – Rp128.219 = Rp512.876
Jadi, setelah 3 bulan, total uang yang akan diterima nasabah adalah Rp100.000.000 (pokok) + Rp512.876 (bunga bersih) = Rp100.512.876.
Tutorial Buka Deposito via Livin’ by Mandiri
Kemudahan teknologi memungkinkan pembukaan rekening deposito dilakukan kapan saja tanpa harus antre di bank. Proses ini jauh lebih efisien dan seringkali menawarkan suku bunga spesial.
Langkah-langkah membuka deposito via aplikasi:
- Buka aplikasi Livin’ by Mandiri dan login.
- Pilih menu Investasi atau cari opsi Deposito.
- Klik Buka Deposito Baru.
- Pilih tujuan penyimpanan (misal: Dana Darurat, Tabungan Nikah).
- Tentukan Nominal dan Jangka Waktu (Tenor).
- Pilih jenis perpanjangan (ARO Principal, ARO + Interest, atau Non-ARO).
- Konfirmasi data dan masukkan PIN transaksi.
Pembukaan deposito dinyatakan berhasil setelah muncul resi bukti transaksi dan saldo rekening sumber berkurang sesuai nominal penempatan.
Kelebihan dan Kekurangan Deposito Mandiri
Setiap instrumen keuangan pasti memiliki dua sisi mata uang. Mengetahui pro dan kontra dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih objektif.
Berikut perbandingan fitur deposito Mandiri:
| Fitur | Kelebihan (Pros) | Kekurangan (Cons) |
|---|---|---|
| Keamanan | ✅ Dijamin LPS & Bank BUMN Terpercaya | – |
| Aksesibilitas | ✅ Bisa buka/tutup via Aplikasi HP | – |
| Imbal Hasil | Stabil dan pasti cair | ⚠️ Kalah dengan inflasi jika bunga rendah |
| Fleksibilitas | Tersedia berbagai pilihan tenor | ❌ Ada denda (penalti) jika cair sebelum jatuh tempo |
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa minimal setoran untuk buka Deposito Mandiri?
Untuk pembukaan melalui cabang, minimal penempatan biasanya Rp10.000.000. Namun, jika membuka melalui aplikasi Livin’ by Mandiri, minimal setoran bisa lebih rendah, yakni mulai dari Rp1.000.000 (sesuai ketentuan terbaru 2026).
Apakah deposito bisa dicairkan sebelum jatuh tempo?
Bisa, namun nasabah akan dikenakan biaya penalti atau denda. Besaran penalti biasanya berupa persentase tertentu dari nominal deposito atau bunga berjalan yang hangus (tidak dibayarkan).
Apakah bunga deposito kena pajak?
Ya, sesuai peraturan perpajakan di Indonesia, bunga deposito dikenakan PPh Final sebesar 20% jika total nilai simpanan deposito dan tabungan di bank yang sama melebihi Rp7.500.000.
Kesimpulan
Melakukan simulasi deposito Mandiri di tahun 2026 memberikan gambaran jelas mengenai potensi keuntungan yang bisa didapatkan. Meskipun bukan instrumen dengan imbal hasil tertinggi, deposito Mandiri menawarkan stabilitas dan keamanan yang sulit ditandingi oleh instrumen investasi agresif lainnya.
Bagi nasabah yang mengutamakan ketenangan pikiran dan kemudahan akses melalui digital banking, opsi ini masih sangat layak dipertimbangkan. Pastikan untuk selalu memantau pergerakan suku bunga terbaru agar momentum penempatan dana bisa lebih optimal.
Tertarik mencoba simulasi sendiri? Silakan cek langsung fitur kalkulator di aplikasi Livin’ atau kunjungi website resminya.
