Beranda » Berita » Sekolah Rakyat 2026: Surabaya Unggul, Nganjuk Ketinggalan!

Sekolah Rakyat 2026: Surabaya Unggul, Nganjuk Ketinggalan!

IPIDIKLAT News – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodomeninjau, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Timur pada , 12 April 2026. Hasilnya, proyek di Surabaya mendapat pujian, sementara Nganjuk mendapat sorotan tajam karena progresnya yang lambat.

Inspeksi ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan proyek-proyek prioritas berjalan sesuai rencana. Selain dan Nganjuk, beberapa daerah lain juga menjadi fokus perhatian Menteri PU Dody. Menariknya, setiap daerah menunjukkan hasil yang berbeda-beda dalam pembangunan ini.

Progres Sekolah Rakyat Surabaya Banjir Pujian

Salah satu lokasi yang membuat Menteri PU Dody terkesan adalah pembangunan Rakyat di Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya. Progres pembangunannya, yang sudah mencapai 45 persen, dinilai sangat baik. Dody bahkan tak ragu memberikan pujian kepada PT Waskita Karya dan CAG, kontraktor yang bertanggung jawab atas proyek ini.

“Bagus ini, bagus progresnya. Kan saya minggu lalu sama minggu ini mengurus (meninjau) Sekolah Rakyat. Yang saya lihat Waskita top. Jadi Sekolah Rakyat dikerjakan Waskita dan CAG bagus,” ujar Dody saat berada di Surabaya, Minggu (12/4/).

Sekolah Rakyat di Kedung Cowek ini dibangun di atas lahan seluas 6,2 hektare yang merupakan aset Pemerintah Kota Surabaya. Optimisme Dody terhadap penyelesaian proyek ini sangat tinggi, apalagi dengan melihat target yang ditetapkan pada Juni 2026 mendatang. “InsyaAllah sesuai target. Ya mudah-mudahan sebelum 20 Juni 2026 ya. Perfect sekali,” tegasnya.

Baca Juga :  Pembuatan SIM C1 Resmi Diberlakukan 2026, Ini Syarat dan Bedanya dengan SIM C Biasa

Bagaimana Progres Pembangunan di Daerah Lain?

Tidak hanya Surabaya, Dody juga memberikan update terbaru 2026 mengenai pembangunan Sekolah Rakyat di beberapa daerah lain di Jawa Timur. Kabupaten Sampang, , dan Jombang termasuk dalam daftar daerah yang dipantau progres pembangunannya. Lalu, bagaimana hasilnya?

“Yang di Sampang kemarin juga sudah hampir 40 persen juga modelnya sama lah. Sampang itu memang luasnya lebih besar kan 8,4 hektare. Tapi secara overall sudah bagus, yang agak tertinggal sedikit itu di Jombang tapi masih oke lah,” jelas Dody.

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat di Sampang dan Jombang masih dalam kategori aman. Meskipun Jombang sedikit tertinggal, namun secara keseluruhan masih dapat diterima.

Nganjuk Tertinggal Jauh, Menteri PU Naik Pitam

Kondisi berbeda justru terjadi di Nganjuk. Progres pembangunan Sekolah Rakyat di daerah ini sangat jauh tertinggal dibandingkan daerah lain. Realisasi pembangunan baru mencapai 15 persen, sebuah angka yang membuat Menteri PU Dody sangat kecewa.

“Nganjuk kan memang sangat-sangat tertinggal ya. Masih berapa sih ini, 15 persenan lah,” ungkap Dody dengan nada kesal.

Keterlambatan ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah pusat. Langkah-langkah dan perbaikan perlu segera diambil agar proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk dapat berjalan sesuai rencana. Apa penyebab keterlambatan ini? Dan apa solusi yang akan diambil pemerintah?

Evaluasi dan Langkah Pemerintah Selanjutnya

Kondisi yang berbeda-beda di setiap daerah ini menunjukkan bahwa tantangan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia masih sangat kompleks. Faktor-faktor seperti pembebasan lahan, koordinasi antarinstansi, dan kemampuan kontraktor dapat mempengaruhi kelancaran proyek.

Oleh karena itu, evaluasi secara berkala dan tindakan korektif yang cepat sangat diperlukan. Pemerintah perlu memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat memiliki komitmen yang sama untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Sidang Praperadilan Indra Iskandar: Pihak Pemohon Tutup Mulut

Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas di . Dengan fasilitas yang memadai, diharapkan para siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan efektif. Apakah target pembangunan Sekolah Rakyat 2026 akan tercapai? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

Kesimpulan

Inspeksi Menteri PU Dody Hanggodomeninjau ke proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam progres pembangunan di berbagai daerah. Surabaya menjadi contoh sukses dengan progres yang memuaskan, sementara Nganjuk menjadi perhatian serius karena keterlambatannya. Pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi kendala dan memastikan target pembangunan Sekolah Rakyat tercapai demi peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.