Penggunaan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) seperti ShopeePay Later (SPayLater) kini menjadi metode pembayaran favorit karena kemudahannya. Namun, kemudahan ini sering kali membuat pengguna terlena dan kurang memperhatikan rincian biaya yang dibebankan pada setiap transaksi.
Banyak pengguna sering terkejut ketika melihat total tagihan akhir yang lebih besar dari harga barang. Hal ini terjadi bukan hanya karena bunga ShopeePay Later, tetapi juga adanya komponen biaya lain yang sering luput dari perhatian. Memahami struktur biaya di tahun 2026 ini sangat krusial agar kondisi keuangan tetap sehat.
Singkatnya, Berapa Bunganya?
Berapa Persen Bunga ShopeePay Later 2026?
Berdasarkan kebijakan terbaru yang berlaku, Shopee menerapkan sistem suku bunga yang bervariasi tergantung pada tenor cicilan dan profil risiko pengguna. Namun, terdapat patokan dasar yang berlaku umum bagi mayoritas pengguna.
Secara umum, bunga SPayLater dibagi menjadi dua skema utama:
- Beli Sekarang Bayar Nanti (1 Bulan): Seringkali dikenakan bunga 0% (hanya membayar biaya penanganan), namun pada akun tertentu bisa dikenakan bunga standar.
- Cicilan (3, 6, 12, hingga 24 Bulan): Dikenakan suku bunga minimal 2.95% per bulan.
Penting dicatat bahwa angka 2.95% adalah starting rate. Pengguna dengan riwayat kredit yang kurang baik atau akun baru mungkin mendapatkan penawaran bunga yang sedikit berbeda sesuai penilaian sistem internal Shopee.
Biaya Penanganan (Handling Fee): Biaya Tersembunyi yang Wajib Tahu
Inilah komponen yang sering membuat pengguna bingung. Selain bunga cicilan, Shopee menerapkan Biaya Penanganan sebesar 1% per transaksi. Biaya ini langsung ditambahkan ke harga pokok barang saat checkout.
Artinya, jika membeli barang seharga Rp1.000.000, pokok utang yang dihitung bukan Rp1.000.000, melainkan Rp1.010.000 (Harga Barang + 1% Admin). Bunga cicilan kemudian akan dihitung berdasarkan angka pokok utang yang sudah ditambah biaya admin tersebut.
Fakta ini menegaskan bahwa total “kelebihan bayar” yang dikeluarkan pengguna sebenarnya adalah gabungan dari: Biaya Penanganan + Bunga Bulanan.
Ketentuan dan Besaran Denda Keterlambatan
Disiplin membayar tagihan sangatlah penting. SPayLater menerapkan kebijakan denda yang cukup ketat bagi pengguna yang melewati tanggal jatuh tempo.
Berikut adalah konsekuensi jika telat membayar:
- Denda Finansial: Denda sebesar 5% dari total tagihan yang tertunggak. Denda ini akan langsung terakumulasi pada tagihan bulan berikutnya.
- Pembekuan Akun: Akun SPayLater akan dinonaktifkan sementara sehingga tidak bisa digunakan untuk transaksi baru.
- Penagihan Lapangan: Untuk keterlambatan jangka panjang, pihak Shopee berhak melakukan penagihan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Simulasi Perhitungan Cicilan SPayLater
Agar lebih transparan, berikut adalah simulasi perhitungan jika pengguna membeli barang elektronik seharga Rp1.000.000 dengan tenor cicilan 3 bulan.
Asumsi:
- Harga Barang: Rp1.000.000
- Biaya Penanganan (1%): Rp10.000
- Pokok Pinjaman: Rp1.010.000
- Bunga (2.95%): Rp29.795 per bulan
| Komponen | Perhitungan | Nominal |
|---|---|---|
| Pokok Pinjaman | Rp1.000.000 + 1% | Rp1.010.000 |
| Cicilan Pokok | Rp1.010.000 ÷ 3 | Rp336.666 |
| Bunga Per Bulan | 2.95% x Rp1.010.000 | Rp29.795 |
| Total Setoran/Bulan | Cicilan Pokok + Bunga | Rp366.461 |
Catatan: Angka di atas adalah estimasi. Perhitungan real-time di aplikasi mungkin memiliki selisih pembulatan rupiah.
Tabel Tanggal Tagihan dan Jatuh Tempo
Shopee menetapkan tanggal jatuh tempo berdasarkan kapan tagihan muncul. Pengguna tidak bisa memilih tanggal sesuka hati, melainkan mengikuti siklus yang telah ditetapkan sistem.
| Tanggal Tagihan Muncul | Batas Pembayaran (Jatuh Tempo) |
|---|---|
| Tanggal 1 | Tanggal 11 bulan yang sama |
| Tanggal 15 | Tanggal 25 bulan yang sama |
| Tanggal 25 | Tanggal 5 bulan berikutnya |
Sangat disarankan untuk melakukan pembayaran minimal 2 hari sebelum jatuh tempo untuk menghindari kendala sistem bank atau maintenance yang bisa menyebabkan keterlambatan.
Dampak Keterlambatan pada Skor Kredit (SLIK OJK)
Salah satu aspek yang sering diabaikan pengguna muda adalah dampak jangka panjang penggunaan paylater. Karena SPayLater bekerjasama dengan lembaga keuangan resmi (PT Commerce Finance dan mitra bank lainnya), riwayat pembayaran pengguna dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Keterlambatan pembayaran, meskipun hanya nominal kecil, dapat menyebabkan skor kredit (kolektibilitas) di SLIK OJK menjadi buruk (Kol 2, 3, dst). Dampaknya di masa depan cukup serius:
- Sulit mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).
- Ditolak saat mengajukan KKB (Kredit Kendaraan Bermotor).
- Kesulitan mendapatkan pinjaman usaha dari bank konvensional.
Oleh karena itu, menjaga riwayat pembayaran SPayLater sama pentingnya dengan menjaga riwayat kartu kredit perbankan.
Kesimpulan
Bunga ShopeePay Later tahun 2026 secara umum dipatok minimal 2.95% per bulan ditambah biaya penanganan 1% per transaksi. Meskipun menawarkan kemudahan, pengguna harus cerdas menghitung total biaya agar tidak terjebak dalam utang konsumtif yang membengkak.
Pastikan untuk selalu membayar tagihan sebelum jatuh tempo guna menghindari denda 5% dan cacat pada riwayat kredit SLIK OJK. Gunakan fitur ini sebagai alat bantu cashflow darurat, bukan untuk memaksakan gaya hidup di luar kemampuan.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Berapa denda ShopeePay Later jika telat 1 hari? Denda tetap dihitung 5% dari total tagihan, meskipun keterlambatan hanya 1 hari. Sistem tidak menghitung denda harian, melainkan denda akumulatif langsung saat melewati jatuh tempo.
Apakah bisa menghapus bunga SPayLater? Tidak bisa. Bunga dan biaya penanganan adalah kebijakan mutlak dari penyedia layanan. Satu-satunya cara mendapatkan bunga lebih rendah adalah memanfaatkan promo “Bunga 0%” pada momen kampanye belanja tertentu (biasanya untuk tenor 1 bulan).
Apa beda “Beli Sekarang Bayar Nanti” dengan Cicilan? “Beli Sekarang Bayar Nanti” (BSBN) biasanya memiliki tenor 1 bulan (30 hari) dan seringkali bunganya 0% (hanya bayar admin). Sedangkan “Cicilan” memiliki tenor panjang (3, 6, 12 bulan) dan selalu dikenakan bunga bulanan minimal 2.95%.
