Beranda » Berita » PPG Prajabatan 2026 Naik: Kuota, Biaya, Universitas & Cara Hitung

PPG Prajabatan 2026 Naik: Kuota, Biaya, Universitas & Cara Hitung

Mendapatkan Sertifikat Pendidik (Serdik) kini menjadi “tiket emas” bagi siapa saja yang ingin meniti karier profesional sebagai guru di Indonesia. Kabar mengenai PPG Prajabatan 2026 yang mengalami kenaikan kuota tentu menjadi angin segar bagi lulusan S1 Kependidikan maupun Non-Kependidikan. Program ini tidak hanya menawarkan gelar profesional, tetapi juga kepastian kompetensi sebelum terjun langsung ke sekolah.

Namun, di balik kabar gembira tersebut, banyak calon pendaftar yang masih bingung mengenai rincian biaya, daftar universitas (LPTK) yang membuka formasi, hingga cara hitung linearitas jurusan. Persiapan matang sejak dini sangat diperlukan mengingat persaingan diprediksi akan semakin ketat tahun ini. Artikel ini akan mengupas tuntas segala hal teknis terkait seleksi PPG Prajabatan tahun 2026.


💡 Quick Answer: Ringkasan PPG Prajabatan 2026

Bagi yang membutuhkan informasi cepat, berikut poin kuncinya:

  • Kuota: Diproyeksikan naik signifikan (estimasi 50.000+ formasi) untuk menutupi gelombang pensiun guru.
  • Biaya Pendidikan: Gratis (Beasiswa Penuh) sebesar Rp17.000.000 untuk 2 semester. Peserta hanya menanggung biaya pendaftaran (±Rp200.000) dan biaya hidup.
  • Syarat Utama: Lulusan S1/D4, IPK minimal 3.00, usia maksimal 32 tahun, dan belum terdaftar di Dapodik sebagai guru tetap.
  • Lama Studi: 2 Semester (1 Tahun).

Disclaimer:

Informasi ini disusun berdasarkan tren data Kemendikbudristek dan regulasi tahun sebelumnya sebagai proyeksi 2026. Untuk pengumuman resmi dan terkini, wajib memantau laman ppg.kemdikbud.go.id secara berkala.


Kenaikan Kuota PPG Prajabatan 2026: Peluang Besar

Pemerintah melalui Kemendikbudristek terus berupaya memenuhi kebutuhan guru nasional yang mengalami kekurangan akibat banyaknya tenaga pengajar yang memasuki masa pensiun. Pada tahun 2026, tren menunjukkan adanya penambahan kuota yang difokuskan pada bidang studi tertentu.

Baca Juga :  Formasi CPNS S1 Manajemen 2026: 5 Instansi Peluang Lolos Besar

Bidang studi yang diprediksi memiliki kuota terbesar meliputi:

  1. Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
  2. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJOK)
  3. Bahasa Inggris dan Matematika
  4. Bimbingan dan Konseling

Kenaikan kuota ini membuka peluang lebih lebar bagi lulusan baru (fresh graduate). Namun, perlu diingat bahwa naiknya kuota biasanya berbanding lurus dengan naiknya jumlah pelamar, sehingga passing grade seleksi substantif bisa saja menjadi lebih tinggi.

Rincian Biaya: Gratis atau Bayar?

Salah satu pertanyaan paling umum adalah mengenai biaya. Apakah program ini berbayar? Jawabannya: Pendidikan sepenuhnya dibiayai beasiswa, namun ada biaya lain yang harus disiapkan pribadi.

Berikut adalah simulasi rincian biayanya:

Jenis PengeluaranStatus PembiayaanEstimasi Nominal
Biaya Pendidikan (SPP)✅ Ditanggung Pemerintah (Beasiswa)Rp17.000.000 / 2 Semester
Biaya Pendaftaran Seleksi⚠️ Ditanggung PesertaRp200.000
Biaya Hidup & AkomodasiDitanggung PesertaSesuai Domisili LPTK
Biaya Wisuda & Cetak SertifikatTergantung Kebijakan KampusVariatif

Singkatnya, peserta tidak perlu memusingkan biaya kuliah (UKT) karena sudah tercover. Fokus utama finansial calon mahasiswa sebaiknya diarahkan pada tabungan biaya hidup selama satu tahun masa studi.

Daftar Universitas (LPTK) Penyelenggara

Pemilihan lokasi studi atau Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sangat krusial. Penempatan biasanya disesuaikan dengan domisili, namun ketersediaan jurusan juga menjadi penentu. Tidak semua universitas membuka semua program studi.

Beberapa LPTK ternama yang langganan menjadi penyelenggara PPG Prajabatan antara lain:

  • Wilayah Sumatera: Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Sriwijaya (Unsri).
  • Wilayah Jawa: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
  • Wilayah Lainnya: Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Baca Juga :  Djarum Beasiswa: Panduan Lengkap Cara Daftar & Tips Lolos 2025

Daftar lengkap LPTK dan prodi yang dibuka biasanya akan muncul saat peserta melakukan pendaftaran di akun SIMPKB.

Syarat Pendaftaran dan Berkas (Checklist Lengkap)

Kegagalan administrasi sering terjadi karena hal sepele. Memastikan kelengkapan dokumen jauh-jauh hari adalah strategi terbaik. Berikut adalah kriteria dan berkas yang wajib ada.

Kriteria Peserta

  1. Warga Negara Indonesia (WNI).
  2. Tidak atau belum pernah terdaftar sebagai Guru/Kepala Sekolah di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
  3. Berusia maksimal 32 tahun pada akhir tahun pendaftaran.
  4. Memiliki IPK paling rendah 3.00.
  5. Memiliki surat keterangan sehat jasmani dan rohani.
  6. Memiliki surat keterangan berkelakuan baik (SKCK).
  7. Bebas NAPZA.

Checklist Dokumen Digital (Scan)

Pastikan dokumen di-scan dengan jelas (format PDF/JPG sesuai ketentuan sistem):

  • ✅ Ijazah S1/D4 (Asli/Legalisir).
  • ✅ Transkrip Nilai (Asli/Legalisir).
  • ✅ Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • ✅ Pas Foto terbaru (latar merah/biru sesuai instruksi).
  • ✅ SKCK dari Kepolisian (bisa menyusul saat lapor diri, namun sebaiknya disiapkan).
  • ✅ Surat Keterangan Sehat (biasanya saat lapor diri).
  • ✅ Pakta Integritas (format diunduh di SIMPKB).

Cara Hitung Beban Studi & Linearitas

Memahami “Cara Hitung” dalam konteks PPG Prajabatan meliputi dua hal: menghitung beban SKS untuk kelulusan dan mengecek linearitas ijazah.

1. Struktur Kurikulum (SKS)

Beban belajar PPG Prajabatan umumnya adalah 36-39 SKS yang ditempuh selama 2 semester.

  • Mata Kuliah Inti: Filosofi Pendidikan, Pemahaman Peserta Didik, Prinsip Pengajaran.
  • Mata Kuliah Pilihan Selektif: Literasi, Teknologi Baru dalam Pengajaran.
  • PPL (Praktik Pengalaman Lapangan): Ini memiliki bobot SKS terbesar. PPL 1 dan PPL 2 dilakukan langsung di sekolah mitra.

2. Cek Linearitas

Linearitas adalah kunci. Lulusan Ilmu Murni (Non-Kependidikan) BISA mendaftar, asalkan jurusannya linear dengan bidang studi PPG yang dibuka.

  • Contoh: Lulusan S1 Sastra Inggris -> Bisa daftar PPG Bahasa Inggris.
  • Contoh: Lulusan S1 Matematika Murni -> Bisa daftar PPG Matematika.
  • Contoh: Lulusan S1 Manajemen -> Biasanya diarahkan ke PPG Ekonomi atau Pemasaran (SMK).

Cara cek linearitas dapat dilakukan melalui laman resmi PPG atau merujuk pada Surat Edaran Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan terbaru mengenai Linearitas Kualifikasi S1/D4.

Baca Juga :  Cara Cek Pajak Kendaraan Online 2026: 4 Metode Tercepat

Jadwal dan Tahapan Seleksi 2026

Berikut adalah estimasi timeline pelaksanaan. Jadwal ini bisa bergeser, namun urutan prosesnya tetap sama.

TahapanEstimasi WaktuKeterangan
Pendaftaran & Seleksi AdministrasiMei – Juni 2026Upload Berkas di SIMPKB
Pengumuman Hasil AdministrasiJuni 2026Cek Akun Berkala
Seleksi Substantif (Tes Tulis)Juli 2026Literasi, Numerasi, Konten
Seleksi WawancaraAgustus 2026Via Online/Virtual
Pengumuman Kelulusan AkhirSeptember 2026Penempatan LPTK

Cara Daftar Langkah demi Langkah

Proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring. Berikut alurnya:

  1. Akses Laman Resmi: Buka ppg.kemdikbud.go.id dan pilih menu pendaftaran PPG Prajabatan.
  2. Login SIMPKB: Gunakan akun yang telah didaftarkan. Jika belum punya, lakukan registrasi akun baru menggunakan NIK dan email aktif.
  3. Isi Biodata: Lengkapi data diri, data kemahasiswaan (S1), dan upload berkas yang diminta.
  4. Isi Esai: Ini bagian krusial. Peserta akan diminta menjawab pertanyaan esai mengenai pengalaman dan motivasi menjadi guru. Hindari plagiasi atau menggunakan AI secara mentah.
  5. Pembayaran: Setelah submit berkas, kode pembayaran akan muncul. Lakukan pembayaran seleksi melalui bank persepsi yang ditunjuk.
  6. Cetak Kartu: Setelah pembayaran terverifikasi, cetak kartu peserta seleksi.

FAQ: Pertanyaan Seputar PPG Prajabatan 2026

Apakah lulusan Non-Kependidikan benar-benar bisa daftar?

Ya, sangat bisa. Program PPG Prajabatan memang didesain inklusif untuk sarjana kependidikan maupun non-kependidikan, asalkan linier dengan mata pelajaran yang tersedia.

Apa bedanya PPG Prajabatan dan PPG Dalam Jabatan (Daljab)?

PPG Prajabatan untuk lulusan baru yang belum terdaftar mengajar di Dapodik. Sedangkan PPG Daljab (Guru Tertentu) diperuntukkan bagi guru yang sudah mengajar dan terdata di Dapodik dalam kurun waktu tertentu.

Apakah ada ikatan dinas setelah lulus?

Hingga regulasi terakhir, tidak ada ikatan dinas “PNS otomatis” setelah lulus PPG Prajabatan. Namun, sertifikat pendidik yang didapat adalah syarat mutlak untuk mendapatkan tunjangan profesi dan nilai tambah besar saat seleksi PPPK/CPNS Guru.

Berapa lama masa tunggu dari daftar sampai kuliah?

Proses seleksi memakan waktu sekitar 3-4 bulan dari pendaftaran administrasi hingga mulai perkuliahan (orientasi mahasiswa baru).


Kesimpulan

PPG Prajabatan 2026 adalah gerbang utama bagi siapa saja yang serius ingin berkecimpung di dunia pendidikan profesional. Dengan biaya pendidikan yang gratis (beasiswa penuh) dan kuota yang terus bertambah, tidak ada alasan untuk menunda persiapan.

Kunci kelulusan ada pada kelengkapan administrasi, ketelitian memilih prodi yang linear, serta persiapan matang menghadapi tes substantif. Pastikan semua dokumen seperti ijazah dan transkrip sudah siap dalam format digital agar saat pendaftaran dibuka, proses submit berjalan lancar. Siap menjadi guru profesional masa depan?