Siapa yang tidak tergiur dengan sekolah kedinasan satu ini? Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) selalu menjadi primadona bagi lulusan SMA sederajat yang mengincar karir sebagai ASN. Selain biaya pendidikan gratis, jaminan ikatan dinas menjadi daya tarik utama yang sulit ditolak.
Namun, persaingan untuk Pendaftaran IPDN 2026 diprediksi akan semakin ketat. Ribuan calon praja akan memperebutkan kuota yang terbatas. Persiapan administrasi yang matang seringkali menjadi kunci awal kelulusan yang justru sering diabaikan.
Artikel ini akan mengupas tuntas segala hal yang perlu disiapkan. Mulai dari estimasi jadwal, syarat dokumen vital, hingga tutorial langkah demi langkah membuat akun di portal Dikdin. Jadi, persiapan bisa dilakukan lebih awal tanpa rasa panik.
💡 Quick Answer: Cara Daftar IPDN 2026
Singkatnya, proses Pendaftaran IPDN 2026 dilakukan sepenuhnya secara online melalui satu pintu. Berikut alur ringkasnya:
- Akses portal resmi SSCASN Dikdin (dikdin.bkn.go.id).
- Siapkan NIK dan Nomor Kartu Keluarga untuk validasi data.
- Buat akun SSCASN Dikdin dan cetak Kartu Informasi Akun.
- Log in kembali, isi biodata, dan pilih sekolah kedinasan (IPDN).
- Unggah dokumen persyaratan (KTP, Ijazah/Rapor, Pas Foto).
- Cek resume dan cetak Kartu Pendaftaran.
Estimasi Jadwal Pendaftaran IPDN 2026
Kapan pendaftaran sebenarnya dibuka? Jika melihat pola rekrutmen sekolah kedinasan tahun-tahun sebelumnya, pemerintah biasanya membuka pendaftaran serentak pada kuartal kedua.
Besar kemungkinan, portal pendaftaran akan mulai bisa diakses pada bulan April hingga Mei 2026. Tahapan seleksi kemudian akan berlanjut hingga pantukhir di sekitar bulan Agustus atau September.
Penting untuk memantau pengumuman resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) serta website resmi SPCP IPDN agar tidak ketinggalan informasi.
Syarat Umum Masuk IPDN yang Wajib Tahu
Sebelum melangkah ke pembuatan akun, pastikan kualifikasi dasar sudah terpenuhi. Seleksi administrasi di IPDN dikenal sangat ketat dan tidak mentolerir kekurangan sedikitpun.
Secara umum, persyaratan terbagi menjadi syarat umum dan syarat khusus. Calon praja harus merupakan Warga Negara Indonesia dengan usia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada saat pendaftaran.
Tinggi badan juga menjadi faktor krusial. Pria minimal harus memiliki tinggi 160 cm, sedangkan wanita minimal 155 cm. Ingat, tidak boleh bertato atau memiliki bekas tato, serta tidak boleh bertindik bagi pria (kecuali karena ketentuan adat/agama).
Checklist Dokumen Pendaftaran IPDN 2026
Dokumen seringkali menjadi batu sandungan bagi banyak pelamar. Salah format atau ukuran file bisa berakibat fatal (Tidah Memenuhi Syarat/TMS).
Berikut adalah tabel checklist dokumen yang harus dipersiapkan dengan teliti:
| Jenis Dokumen | Keterangan & Format | Ukuran File |
|---|---|---|
| e-KTP Asli | Format JPG/JPEG. Wajib jelas terbaca. | Max 200 KB |
| Kartu Keluarga (KK) | Bagi yang belum punya KTP. Format JPG. | Max 200 KB |
| ⚠️ Ijazah/Surat Lulus | Wajib scan dokumen asli (bukan fotokopi). PDF. | Max 700 KB |
| Pas Foto | Latar merah, pakaian kemeja putih polos. JPG. | Max 200 KB |
| Surat Keterangan OAP | Khusus pendaftar Orang Asli Papua. PDF. | Max 1000 KB |
| ❌ Dokumen Buram | Jangan upload hasil foto kamera HP yang miring/gelap. | Ditolak |
Langkah Detail Cara Buat Akun SSCASN Dikdin
Setelah dokumen siap, langkah selanjutnya adalah teknis pendaftaran. Jangan sampai salah input data karena beberapa data tidak bisa diubah setelah diakhiri.
1. Akses Portal & Validasi
Buka laman dikdin.bkn.go.id dan pilih menu pendaftaran. Langkah pertama adalah memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK). Sistem akan memvalidasi data tersebut dengan database Dukcapil. Jika data tidak sesuai, segera urus ke Dukcapil setempat sebelum lanjut.
2. Lengkapi Biodata
Setelah validasi berhasil, pendaftar diminta mengisi biodata lengkap. Ini mencakup nama lengkap (tanpa gelar), tempat tanggal lahir, dan jenis kelamin. Pastikan data ini sesuai persis dengan ijazah, bukan hanya KTP.
3. Unggah Foto & Cetak Kartu Akun
Di tahap ini, pendaftar wajib mengunggah swafoto (selfie) dengan memegang KTP dan Kartu Informasi Akun. Setelah itu, selesaikan proses pembuatan akun dan cetak Kartu Informasi Akun. Simpan kartu ini baik-baik karena akan digunakan untuk login pendaftaran selanjutnya.
Tahapan Seleksi Masuk IPDN 2026
Perjalanan menjadi praja tidak berhenti di administrasi saja. Setelah lolos verifikasi berkas, ada rangkaian tes panjang yang harus dihadapi.
Tahapan pertama adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan sistem CAT BKN. Materi yang diujikan meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Nilai ambang batas (passing grade) menjadi harga mati di sini.
Jika lolos SKD, pendaftar akan menghadapi Tes Kesehatan Tahap I, Tes Psikologi, Integritas dan Kejujuran, hingga Tes Pantukhir. Tes Pantukhir biasanya mencakup verifikasi faktual dokumen, tes kesehatan akhir, dan kesamaptaan (fisik).
FAQ: Pertanyaan Seputar IPDN 2026
Apakah mendaftar IPDN dipungut biaya?
Biaya pendaftaran seleksi sekolah kedinasan biasanya hanya mencakup biaya pelaksanaan SKD sebesar Rp50.000 (berdasarkan aturan tahun sebelumnya). Namun, biaya pendidikan selama di IPDN sepenuhnya gratis dan ditanggung negara.
Bolehkah mata minus mendaftar IPDN?
Berdasarkan aturan tahun-tahun sebelumnya, penggunaan kacamata atau lensa kontak tidak diperbolehkan. Kesehatan mata biasanya menjadi syarat mutlak dalam tes kesehatan.
Apakah lulusan SMK bisa mendaftar?
IPDN umumnya menerima lulusan SMA/MA. Lulusan Paket C juga diperbolehkan dengan syarat nilai rata-rata rapor dan ijazah memenuhi standar minimal yang ditetapkan (biasanya rata-rata 70.00).
Kesimpulan
Menghadapi Pendaftaran IPDN 2026 memang butuh strategi yang matang, bukan sekadar modal nekat. Ketelitian dalam menyiapkan dokumen dan memahami alur pembuatan akun di portal Dikdin adalah langkah awal yang krusial.
Jangan lupa untuk mulai mencicil latihan soal SKD dan menjaga kebugaran fisik mulai dari sekarang. Persaingan boleh ketat, tapi persiapan yang baik tidak akan mengkhianati hasil. Sudah siapkah berjuang menjadi calon pamong praja tahun depan?