Gangguan penglihatan akibat katarak masih menjadi salah satu penyebab utama kebutaan di Indonesia yang sering diabaikan. Biaya operasi mandiri yang bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah seringkali menjadi penghalang utama bagi masyarakat untuk mendapatkan penanganan medis.
Kabar baiknya, Operasi Katarak BPJS 2026 hadir sebagai solusi kesehatan yang menjamin layanan tersebut secara gratis bagi peserta aktif JKN-KIS. Program ini mencakup seluruh tahapan mulai dari pemeriksaan awal, tindakan bedah, hingga perawatan pasca operasi sesuai indikasi medis.
Artikel ini akan mengupas tuntas tutorial, syarat administratif, hingga prosedur langkah demi langkah agar pasien bisa mendapatkan haknya tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. Simak panduan lengkapnya agar proses pengobatan berjalan lancar tanpa kendala administrasi.
💡 Quick Answer: Cara Dapat Operasi Katarak Gratis
Singkatnya, peserta BPJS Kesehatan bisa mendapatkan operasi katarak gratis dengan mengikuti alur berjenjang yang dimulai dari Faskes Tingkat 1. Pasien wajib mendapatkan surat rujukan ke Dokter Spesialis Mata di Rumah Sakit rekanan. Jika hasil pemeriksaan medis (seperti visus mata kurang dari 6/18) memenuhi kriteria, jadwal operasi akan segera ditentukan oleh pihak rumah sakit tanpa dipungut biaya.
Disclaimer Penting
“Informasi ini berdasarkan pengumuman resmi per Januari 2026. Untuk update terbaru dan informasi lengkap mengenai status kepesertaan, kunjungi situs resmi BPJS Kesehatan atau aplikasi Mobile JKN.”
Syarat Utama Operasi Katarak BPJS 2026
Memahami persyaratan sebelum mengajukan tindakan medis adalah kunci kelancaran proses pengobatan. Ternyata, tidak semua penderita katarak bisa langsung dioperasi menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan jika belum memenuhi kriteria tertentu.
Berikut adalah syarat administratif dan medis yang wajib dipenuhi:
- Status Kepesertaan Aktif Pastikan kartu BPJS Kesehatan atau JKN-KIS dalam status aktif dan tidak memiliki tunggakan iuran. Pengecekan status bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Mobile JKN.
- Indikasi Medis yang Jelas Dokter spesialis mata harus mengeluarkan diagnosa bahwa katarak sudah mengganggu aktivitas harian atau visus penglihatan menurun signifikan. BPJS Kesehatan menerapkan aturan ketat mengenai tingkat keparahan katarak yang ditanggung.
- Surat Rujukan Berjenjang Pasien tidak bisa langsung datang ke Rumah Sakit besar (kecuali kondisi gawat darurat). Surat rujukan harus didapatkan mulai dari Faskes Tingkat 1 (Puskesmas/Klinik/Dokter Keluarga).
Prosedur Langkah demi Langkah Menggunakan BPJS
Banyak masyarakat masih bingung mengenai alur yang benar sehingga sering terjadi penolakan di Rumah Sakit. Nah, berikut adalah tutorial lengkap prosedur operasi katarak menggunakan BPJS di tahun 2026.
1. Kunjung Faskes Tingkat Pertama (FKTP)
Langkah awal dimulai dengan mendatangi fasilitas kesehatan tempat peserta terdaftar (Puskesmas atau Klinik). Sampaikan keluhan mengenai gangguan penglihatan kepada dokter umum yang bertugas.
Dokter akan melakukan pemeriksaan dasar terhadap mata pasien. Jika ditemukan indikasi katarak, dokter akan menerbitkan surat rujukan ke Faskes Tingkat Lanjutan (Rumah Sakit atau Klinik Mata).
2. Pemeriksaan di Poli Mata Rumah Sakit
Berbekal surat rujukan, pasien kemudian mendaftar ke Poli Mata di Rumah Sakit yang dituju. Di sini, dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan mendalam menggunakan alat medis yang lebih lengkap.
Pemeriksaan ini meliputi tes ketajaman penglihatan (visus), tekanan bola mata, hingga kondisi retina. Hasil pemeriksaan inilah yang menentukan apakah pasien layak segera dioperasi atau masih bisa ditunda.
3. Penjadwalan Operasi
Faktanya, operasi katarak tidak selalu bisa dilakukan pada hari yang sama dengan pemeriksaan. Jika dokter menyatakan kondisi mata memenuhi syarat operasi BPJS (biasanya visus < 6/18), pasien akan masuk dalam daftar antrean operasi.
Rumah sakit akan memberikan jadwal tindakan bedah. Pasien juga akan diminta melakukan pemeriksaan penunjang lain seperti cek darah atau EKG untuk memastikan kondisi tubuh siap menjalani operasi.
4. Pelaksanaan Operasi dan Kontrol
Pada hari H, prosedur operasi katarak biasanya berlangsung cepat dengan metode Phacoemulsification (tanpa jahit) yang kini umum digunakan. Setelah operasi selesai, pasien biasanya tidak perlu rawat inap kecuali ada komplikasi tertentu.
Pasien diwajibkan melakukan kontrol pasca operasi sesuai jadwal. Hal ini penting untuk memantau penyembuhan luka dan memastikan lensa tanam berfungsi dengan baik.
Tabel Perbandingan: Operasi Mandiri vs BPJS Kesehatan
Agar lebih jelas mengenai keuntungan menggunakan fasilitas ini, berikut adalah tabel perbandingan estimasi biaya dan layanan di tahun 2026.
| Komponen Layanan | Pasien Umum (Mandiri) | Pasien BPJS Kesehatan |
|---|---|---|
| Biaya Operasi | Rp 7.000.000 – Rp 15.000.000+ | GRATIS (Rp 0) |
| Jenis Lensa | Bebas Pilih (termasuk Premium/Multifokal) | Lensa Standar Medis (Monofokal) |
| ⚠️ Waktu Tunggu | Bisa Langsung / Sesuai Request | Sesuai Antrean RS |
| Kontrol Pasca Operasi | Bayar per kunjungan | ✅ Ditanggung Penuh |
| Kenyamanan | Fasilitas VIP (Jika memilih) | Kelas Perawatan Sesuai Hak |
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Mempersiapkan berkas administrasi sejak awal akan sangat mempercepat proses pendaftaran di Rumah Sakit. Berikut adalah checklist dokumen yang wajib dibawa setiap kali melakukan kunjungan:
- ✅ Kartu BPJS Kesehatan / JKN-KIS (Asli dan Fotokopi)
- ✅ KTP / Kartu Keluarga (Asli dan Fotokopi)
- ✅ Surat Rujukan dari Faskes 1 (Asli dan Fotokopi)
- ✅ Surat Eligibilitas Peserta (SEP) yang diterbitkan di RS
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Operasi Katarak BPJS
Apakah lensa tanam (IOL) juga ditanggung oleh BPJS?
Benar, BPJS Kesehatan menanggung biaya lensa tanam standar monofokal. Namun, jika pasien menginginkan lensa premium (seperti multifokal untuk baca dan jauh), selisih biaya biasanya tidak ditanggung.
Berapa lama antrean operasi katarak menggunakan BPJS?
Durasi antrean sangat bervariasi tergantung kepadatan Rumah Sakit dan ketersediaan dokter. Di kota besar, antrean bisa memakan waktu 1 minggu hingga 1 bulan.
Apakah bisa operasi dua mata sekaligus?
Secara prosedur keamanan medis dan aturan BPJS, operasi katarak biasanya dilakukan satu per satu. Mata kedua akan dioperasi setelah mata pertama dinyatakan sembuh total, biasanya berjarak 1-2 minggu.
Kesimpulan
Operasi Katarak BPJS 2026 merupakan fasilitas kesehatan yang sangat bermanfaat untuk mengembalikan kualitas penglihatan masyarakat tanpa beban biaya. Kunci utama untuk mendapatkan layanan ini adalah memastikan status kepesertaan aktif dan mengikuti prosedur rujukan berjenjang dengan tertib.
Jangan tunda pemeriksaan jika mulai merasakan gejala penglihatan kabur seperti berkabut. Segera cek status kepesertaan Anda hari ini juga melalui aplikasi Mobile JKN sebelum menuju fasilitas kesehatan.
