IPIDIKLAT News – Mata merah pada anak seringkali membuat orang tua panik. Kondisi ini, yang ditandai dengan perubahan warna putih mata menjadi merah, bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Penting bagi orang tua untuk mengetahui penyebab mata merah pada anak agar bisa memberikan penanganan yang tepat.
Seorang ibu di TikTok dengan akun @doveeee_ menceritakan pengalamannya ketika dihubungi pihak sekolah karena mata anaknya tiba-tiba memerah. Setelah ditelusuri, ternyata sang anak sedang batuk keras sebelum kejadian tersebut. Lantas, apa saja penyebab mata merah pada anak dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.
Penyebab Umum Mata Merah pada Anak
Dokter spesialis anak, dr. Aisya Fikritama, SpA, menjelaskan bahwa mata merah seperti yang dialami anak dalam video tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh perdarahan subkonjungtiva. Perdarahan subkonjungtiva terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil di bagian putih mata.
“Subkonjungtiva bleeding bisa disebabkan karena batuk yang kuat. Hal ini meningkatkan tekanan pada pembuluh darah kecil di mata, sehingga pembuluh darah bisa pecah dan menyebabkan perdarahan,” jelas dr. Aisya kepada kumparanMOM, Senin (30/3).
Selain batuk, beberapa kondisi lain juga dapat memicu mata merah pada anak. Berikut beberapa penyebab umum mata merah pada anak:
- Perdarahan Subkonjungtiva: Seperti yang telah dijelaskan, batuk kuat atau mengejan dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di mata pecah.
- Konjungtivitis (Mata Merah): Infeksi virus atau bakteri, atau reaksi alergi dapat menyebabkan peradangan pada konjungtiva (lapisan tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian putih mata). Konjungtivitis seringkali disertai dengan gejala lain seperti mata berair, gatal, dan belekan.
- Benda Asing: Masuknya benda asing seperti debu, pasir, atau bulu mata ke dalam mata dapat menyebabkan iritasi dan mata merah.
- Trauma: Benturan atau cedera pada mata dapat menyebabkan mata merah dan memar di sekitar mata.
- Glaukoma: Kondisi ini jarang terjadi pada anak-anak, tetapi dapat menyebabkan peningkatan tekanan dalam mata dan kerusakan saraf optik, yang dapat menyebabkan mata marah.
Mengenali Perdarahan Subkonjungtiva pada Anak
Meskipun terlihat menakutkan, perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri atau mengganggu penglihatan. Kondisi ini berbeda dengan mata merah akibat infeksi atau alergi (konjungtivitis), yang biasanya disertai belekan, rasa gatal, atau perih. Penting untuk membedakan keduanya agar penanganan yang diberikan tepat.
Kapan Harus Waspada dan ke Dokter?
Meskipun sebagian besar kasus mata merah pada anak tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis. Segera konsultasikan dengan dokter jika anak mengalami mata merah yang disertai dengan gejala-gejala berikut:
- Nyeri pada mata
- Gangguan penglihatan
- Sensitif terhadap cahaya
- Belekan yang banyak dan berwarna kuning atau hijau
- Demam
- Sakit kepala
- Riwayat trauma pada mata
Penanganan Mata Merah pada Anak di Rumah
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan orang tua untuk meredakan mata merah pada anak di rumah:
- Kompres Dingin: Kompres mata anak dengan kain bersih yang telah dibasahi air dingin selama 10-15 menit beberapa kali sehari.
- Hindari Mengucek Mata: Mengucek mata dapat memperburuk iritasi dan meningkatkan risiko infeksi.
- Jaga Kebersihan Mata: Bersihkan mata anak dengan kain bersih dan air hangat secara perlahan.
- Obat Tetes Mata (Jika Diperlukan): Jika mata merah disebabkan oleh alergi, dokter mungkin akan meresepkan obat tetes mata antihistamin.
- Istirahat yang Cukup: Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup agar tubuhnya dapat pulih dengan cepat.
Jika penyebab mata merah adalah batuk, maka kondisi batuk tersebut perlu ditangani terlebih dahulu. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan batuk yang tepat.
Update 2026: Imbauan dan Kewaspadaan Terhadap Mata Merah Pada Anak
Secara umum, perdarahan subkonjungtiva tidak menyebabkan kebutaan karena tidak mengenai bagian dalam mata. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama jika kondisi ini dipicu oleh trauma berat yang disertai gangguan penglihatan. Dr Aisya menekankan pentingnya orang tua untuk segera mencari pertolongan medis jika anak mengalami kondisi mata merah yang disertai gejala mengkhawatirkan.
Selain itu, penting untuk melakukan pemeriksaan mata rutin pada anak. Pemeriksaan mata secara berkala dapat membantu mendeteksi masalah mata sejak dini dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Program skrining mata anak terbaru 2026 semakin gencar dilakukan oleh pemerintah dan berbagai organisasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mata anak.
Kesimpulan
Mata merah pada anak adalah kondisi umum yang seringkali disebabkan oleh perdarahan subkonjungtiva atau konjungtivitis. Meskipun sebagian besar kasus tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya, penting untuk mewaspadai gejala-gejala yang mengindikasikan masalah yang lebih serius. Konsultasikan dengan dokter jika anak mengalami mata merah yang disertai nyeri, gangguan penglihatan, atau gejala lainnya yang mengkhawatirkan. Dengan penanganan yang tepat dan kewaspadaan yang terjaga, kesehatan mata anak Anda dapat terlindungi.
