IPIDIKLAT News – Sebuah pabrik baja di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami ledakan hebat pada Senin (6/4/2026) siang sekitar pukul 14.30 WIB. Insiden tragis tersebut mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Ledakan pabrik di Sidoarjo ini memicu kepanikan warga sekitar saat mereka mendengar dentuman keras yang menggetarkan bangunan tempat tinggal. Para korban luka segera mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit agar kondisi mereka kembali stabil pasca kejadian.
Penyebab ledakan pabrik di Sidoarjo menurut kepolisian
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing memaparkan dugaan awal penyebab insiden maut tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa ledakan berasal dari aktivitas pemotongan besi tua oleh pekerja di dalam pabrik.
Dua orang pekerja berinisial P dan J melakukan proses pemotongan menggunakan alat las blender saat kejadian berlangsung. Akibat aktivitas tersebut, tabung atau alat las memicu ledakan yang sangat keras dan tidak terduga.
Setelah insiden terjadi, satu orang korban berinisial R meninggal dunia di lokasi. Sementara itu, dua orang korban lainnya mengalami cedera dan mendapatkan penanganan medis segera oleh tim dokter di rumah sakit terdekat.
Polisi hingga saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti musibah ini. Mereka berkomitmen mengumpulkan bukti lebih lengkap guna memberikan kejelasan bagi pihak keluarga korban dan masyarakat setempat.
Kesaksian warga saat ledakan pabrik terjadi
Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mengaku melihat kilatan cahaya terang sesaat sebelum dentuman terdengar. Astrid (40), seorang warga Wedoro Regency, mengira cahaya tersebut sebagai fenomena petir atau benda langit karena kondisi cuaca saat itu mendung.
Astrid menuturkan bahwa dirinya sedang mengerjakan revisi disertasi ketika peristiwa tersebut terjadi. Ia sempat mendengar suara gemuruh layaknya petir yang menyambar, namun situasi berubah drastis ketika dentuman susulan meledak dengan sangat keras.
Tidak hanya itu, getaran hebat dari ledakan tersebut merusak bagian plafon rumah warga. Warga mendengar setidaknya dua kali ledakan keras, diikuti dengan beberapa bunyi ledakan kecil yang menimbulkan kerusakan pada struktur bangunan sekitar.
Dampak kerusakan pada permukiman warga
Berikut rincian situasi yang warga alami saat insiden terjadi:
- Warga mendengar dua kali dentuman keras secara berturut-turut.
- Getaran kuat mengakibatkan plafon rumah warga runtuh.
- Penduduk sekitar keluar rumah karena panik akibat dentuman yang sangat kencang.
- Kilatan cahaya muncul sesaat sebelum ledakan, yang sempat warga kira sebagai petir.
Klarifikasi pihak PT Great Wall Steel
PT Great Wall Steel (GWS) memberikan keterangan resmi mengenai keterlibatan korban dalam insiden tersebut. HRD General Affair PT GWS, Heri Prasetyo, memastikan bahwa korban meninggal dunia bukan merupakan bagian dari karyawan perusahaan mereka.
Heri menjelaskan bahwa korban meninggal dunia adalah kernet truk milik supplier besi yang sedang mengirim barang ke pabrik. Korban berada pada jarak kurang lebih 50 meter dari titik pusat ledakan saat serpihan besi atau tabung mengenai anggota tubuhnya secara tiba-tiba.
Mengenai korban luka lainnya, pihak perusahaan memantau kondisi mereka secara ketat di rumah sakit. Salah satu korban saat ini dalam kondisi stabil, sementara satu orang lainnya menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut sebagai langkah antisipasi meski tidak mengalami cedera serius.
| Status Korban | Keterangan |
|---|---|
| Korban Meninggal | Satu orang (Kernet truk supplier besi) |
| Korban Luka | Dua orang (Dalam kondisi stabil) |
Peristiwa tak terduga di kawasan industri Sidoarjo
Ketua RW 2 Desa Janti, Sukani, mengonfirmasi bahwa dentuman keras terdengar jelas oleh warga sekitar pukul 14.30 WIB. Informasi tersebut menyebar dengan sangat cepat di kalangan penduduk, memicu kerumunan massa yang ingin memastikan keadaan di sekitar lokasi pabrik baja tersebut.
Meskipun pihak manajemen PT GWS telah memberikan pernyataan, proses penyelidikan oleh aparat berwenang tetap berjalan. Fokus utama penyelidik sekarang adalah memastikan prosedur keamanan kerja di perusahaan tersebut sudah berjalan sesuai aturan atau belum.
Melalui peristiwa ini, perusahaan tentu perlu meningkatkan sistem proteksi dan keselamatan kerja demi meminimalisir risiko bagi pekerja maupun masyarakat sekitar. Langkah preventif sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Singkatnya, insiden ledakan pabrik di Sidoarjo pada April 2026 ini menjadi pelajaran berharga bagi banyak pihak terkait pentingnya standar keselamatan dalam industri baja. Keamanan kerja merupakan tanggung jawab utama yang harus setiap orang prioritaskan untuk mencegah hilangnya nyawa di lingkungan pabrik.
