IPIDIKLAT News – Wapres Gibran Rakabuming Raka mengunjungi lokasi terdampak gempa di Sulawesi Utara pada Senin (6/4/2026). Kunjungan ini bertujuan meninjau kondisi infrastruktur wilayah yang mengalami kerusakan akibat guncangan bencana alam tersebut.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pemprov Sulut, Christian Iroth, mengonfirmasi kedatangan Wapres Gibran di Bandara Sam Ratulangi Manado pada pukul 19.00 WITA. Kehadiran beliau mendapat sambutan hangat dari jajaran pemerintah setempat.
Selanjutnya, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus beserta Wakil Gubernur Victor Mailangkay dan segenap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjemput langsung kedatangan Wapres Gibran di bandara. Langkah cepat pemerintah pusat ini menunjukkan respons serius terhadap situasi darurat bencana yang melanda wilayah Sulawesi Utara pada awal April 2026.
Agenda Kerja Wapres Gibran di Sulawesi Utara
Christian Iroth menjelaskan, pemerintah telah menyusun sejumlah agenda strategis bagi Wapres Gibran selama masa kunjungan di Sulawesi Utara. Rangkaian aktivitas ini berlangsung mulai Selasa (7/4/2026) pagi hingga siang hari.
Setelah melangsungkan berbagai pertemuan penting di daerah, Wapres Gibran dijadwalkan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta. Pihak pemerintah daerah memastikan koordinasi berjalan lancar untuk mendukung kelancaran seluruh agenda kunjungan tersebut.
Menariknya, kunjungan ini mencakup peninjauan langsung pusat kerusakan bangunan publik akibat gempa. Pemerintah ingin memastikan percepatan penanganan infrastruktur terdampak agar roda perekonomian dan layanan masyarakat segera pulih sepenuhnya pasca bencana.
Kunjungan ke Lokasi Kerusakan Gedung KONI Sario
Pemerintah menempatkan tinjauan ke gedung KONI Sario, Manado, sebagai salah satu prioritas utama dalam kunjungan kerja Wapres Gibran. Lokasi ini mengalami kerusakan cukup parah pada sisi barat gedung akibat guncangan gempa hebat yang melanda wilayah tersebut.
Terdapat fakta bahwa struktur bangunan mengalami keruntuhan signifikan. Oleh karena itu, Wapres Gibran memberikan perhatian khusus terhadap keamanan dan renovasi fasilitas olahraga tersebut agar tidak membahayakan masyarakat sekitar di masa depan.
| Lokasi Tinjauan | Kondisi |
|---|---|
| Gedung KONI Sario | Sisi barat ambruk |
| Titik Fokus | Dampak infrastruktur |
Perhatian Pemerintah Terhadap Korban Terdampak Bencana
Selain meninjau infrastruktur, Wapres Gibran juga berencana menjumpai keluarga korban meninggal dunia akibat gempa. Salah satu korban adalah Deitje Lahia yang kehilangan nyawa setelah tertimpa reruntuhan material gedung KONI Sario saat bencana berlangsung.
Kunjungan ini merupakan bentuk empati mendalam sekaligus dukungan moril pemerintah pusat bagi keluarga yang ditinggalkan. Pemerintah menyadari pentingnya kehadiran pimpinan negara di tengah masyarakat yang berduka untuk memberikan penguatan psikologis pasca kehilangan orang terkasih.
Tidak hanya itu, pemerintah berkomitmen membantu proses pemulihan bagi para penyintas dan keluarga korban. Komitmen ini mencakup pemberian dukungan material serta pendampingan bagi masyarakat yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung akibat insiden ini.
Langkah Pemulihan Pasca Gempa 2026
Pemerintah daerah bersama pusat merancang langkah strategis guna memulihkan stabilitas wilayah pasca gempa 2026. Pertama, tim teknis melakukan evaluasi menyeluruh terhadap bangunan-bangunan yang mengalami kerusakan struktural untuk menentukan kelayakan huni.
Kedua, otoritas setempat mempercepat pembersihan material puing bangunan di titik-titik vital seperti area KONI Sario. Ketiga, pemerintah segera mengalokasikan anggaran darurat guna memperbaiki fasilitas umum yang rusak berat agar layanan publik kembali berjalan seperti sedia kala.
Pada akhirnya, pemerintah berharap agar seluruh elemen masyarakat tetap waspada terhadap potensi susulan gempa 2026. Sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko bencana lebih luas di masa mendatang.
Semangat gotong royong dan kesigapan aparat dalam menangani dampaknya membuktikan ketangguhan wilayah dalam menghadapi tantangan bencana. Pemerintah senantiasa memantau perkembangan situasi di lapangan demi menjaga keselamatan warga Sulawesi Utara secara berkelanjutan.
