Beranda » Berita » KESGI Dashboard: Solusi Cerdas Akselerasi Bisnis Hijau 2026

KESGI Dashboard: Solusi Cerdas Akselerasi Bisnis Hijau 2026

IPIDIKLAT News – Katadata melalui unit Katadata Green meluncurkan KESGI (Katadata ESG Insight) Dashboard pada Senin (6/4/2026) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Inovasi ini menyajikan wadah komprehensif bagi perusahaan yang melantai di pasar saham untuk mengolah data melalui bantuan kecerdasan buatan atau AI serta analisis ahli guna mempercepat bisnis hijau.

Peluncuran platform ini berlangsung dalam acara Katadata ESG Forum yang mengusung tema “ESG untuk Akselerasi Dekarbonisasi & “. Sebanyak lebih dari 100 peserta, termasuk regulator, pimpinan perusahaan, investor, dan pelaku industri, hadir mengikuti jalannya forum tersebut.

Pengembangan KESGI Dashboard hadir sebagai jawaban atas tantangan krusial dalam dunia korporasi. Selain itu, inisiatif ini mencerminkan keyakinan bahwa sektor ekonomi hijau mampu memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai angka 8 persen.

Pentingnya Peran KESGI Dashboard dalam Ekonomi Hijau

Co-founder dan Chief Executive Officer Katadata, Metta Dharmasaputra, menegaskan bahwa sektor ekonomi hijau memegang peranan vital sebagai penggerak baru bagi nasional. Tanpa kontribusi sektor ini, target pertumbuhan 8 persen tampak menantang untuk pihak manapun capai.

Menariknya, fakta lapangan menunjukkan masih banyak kendala dalam penerapan ESG. Berdasarkan survei BEI bersama Mandiri Institute pada tahun 2024 yang melibatkan 150 perusahaan, tantangan utama meliputi kurangnya data kuantitatif yang memadai, keterbatasan sumber daya manusia, serta tingginya biaya pengumpulan data ESG.

Co-founder dan Chief Content Officer Katadata, Heri Susanto, menambahkan bahwa KESGI Dashboard hadir untuk menyederhanakan data ESG agar perusahaan lebih mudah mengambil keputusan. Dengan demikian, pihak perusahaan bisa memantau perkembangan ESG secara lebih jelas, mendalam, dan cepat.

Baca Juga :  PMI Manufaktur Terkini: Sektor Industri RI Kembali Melemah?

Selanjutnya, KESGI mengubah data mentah menjadi wawasan berharga bagi pelaku bisnis. Heri menekankan bahwa platform ini menggeser paradigma dari sekadar melakukan kepatuhan menjadi dasar pengambilan keputusan strategis. Lebih dari itu, KESGI mengintegrasikan data yang sebelumnya tersebar secara terfragmentasi.

Metodologi dan Indikator KESGI Dashboard

Heri menjelaskan bahwa KESGI menggunakan metodologi ketat yang mengadopsi standar global dan menyelaraskannya dengan standar lokal serta regulasi nasional. Fokus utama dasbor ini terletak pada tiga pilar utama ESG yang mencakup 15 topik spesifik.

Untuk memperkuat validitas penilaian, sistem ini mengandalkan lebih dari 100 indikator kinerja. Hal ini memastikan setiap perusahaan mendapatkan penilaian yang akurat sesuai dengan kondisi operasionalnya di .

Berikut adalah rincian fokus penilaian dalam KESGI Dashboard:

Pilar ESGCakupan Evaluasi
Environment ()Pengelolaan emisi, energi, dan limbah.
Social ()Hak asasi manusia, tenaga kerja, serta dampak komunitas.
Governance (Tata Kelola)Etika bisnis, transparansi, dan kepemimpinan.

Ke depan, Katadata berencana mengembangkan Katadata ESG-50 Leader Index. Indeks ini akan memetakan 50 perusahaan tercatat di BEI yang menunjukkan penerapan standar ESG terbaik secara konsisten. Langkah ini memudahkan investor dalam memilih perusahaan yang memiliki kinerja keuangan sekaligus praktik keberlanjutan yang unggul.

Tantangan dan Nilai Praktis Implementasi ESG

Deputy Head of Katadata Green, Jeany Hartriani, memaparkan beberapa kendala nyata dalam penerapan ESG di Indonesia. Beberapa faktor penghambat meliputi standar yang kompleks serta pengalaman tim yang masih terbatas di banyak perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu membangun standar dan prosedur yang lebih matang sebagai langkah krusial.

Jeany menekankan bahwa ESG bukan sekadar tanggung jawab pelaporan administratif. Sejatinya, ESG harus menjadi prinsip kepemimpinan yang mendasari setiap operasional perusahaan dari hulu ke hilir. Dengan demikian, budaya keberlanjutan akan tumbuh secara organik di dalam organisasi.

Baca Juga :  Pinjaman Bank Tanpa Agunan KTA Terbaik 2026 Bunga Paling Rendah

Singkatnya, KESGI berfungsi sebagai platform ekosistem lengkap. Platform ini mengintegrasikan lima fungsi sekaligus bagi pengguna sebagai berikut:

  • Intelligence: Menyediakan data dan analisis pasar.
  • Consulting: Memberikan saran strategis implementasi.
  • Pembelajaran: Meningkatkan kapasitas SDM perusahaan.
  • Komunikasi: Membantu pelaporan keberlanjutan.
  • Aktivasi: Mendorong praktik keberlanjutan konkret.

Peran Strategis Bursa Efek Indonesia

Penanggung Jawab Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengakui bahwa indeks ESG di pasar modal Indonesia kini semakin menjadi acuan utama bagi investor dalam mengambil keputusan investasi. Fenomena ini muncul seiring dengan meningkatnya perhatian pemodal global terhadap sektor energi terbarukan dan transisi energi.

Data Otoritas Jasa Keuangan per Februari mencatat adanya 72 reksadana pasif dan exchange-traded fund berbasis saham yang beredar di bursa. Total dana kelolaan pada instrumen tersebut bahkan mencapai Rp15,83 triliun.

Jeffrey mengungkapkan, BEI terus mendukung penciptaan produk investasi hijau dengan menyediakan enam indeks berbasis ESG. Selain itu, pihaknya rutin menggelar program edukasi bagi pelaku investasi serta meningkatkan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk Katadata.

Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan

Komitmen memperkuat ekosistem hijau diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Katadata Green dan lima mitra strategis. Mitra-mitra tersebut antara lain East Ventures, Life Cycle Indonesia, Indonesia Carbon Capture and Storage Center, A+ CSR Indonesia, Rekosistem, serta Jejakin.

ini secara spesifik bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan KESGI Dashboard guna memperluas adopsi praktik keberlanjutan di berbagai . Melalui sinergi data dan teknologi, diharapkan ekosistem keberlanjutan di Indonesia dapat berkembang lebih cepat dan inklusif pada tahun 2026 dan masa mendatang.

Pada akhirnya, akselerasi bisnis hijau memerlukan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. Dengan ketersediaan data yang akurat dan dukungan platform seperti KESGI Dashboard, perusahaan Indonesia memiliki peluang lebih besar dalam memenangkan persaingan global sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk jangka panjang.

Baca Juga :  KAI Logistik Pacu Distribusi Batu Bara 3 Juta Ton - Info Terkini!