IPIDIKLAT News – Dua orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah truk Fuso bermuatan sapi di Dusun Jana Mawar, Desa Tekasire, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu, 1 April 2026, dini hari sekitar pukul 02.10 WITA.
Truk Fuso berwarna hijau dengan nomor polisi P 9112 VJ, dikemudikan oleh Subur Edi Witiko (36 tahun), membawa 21 ekor sapi dan lima penumpang. Kendaraan tersebut memulai perjalanan dari Desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, dengan tujuan Kota Tangerang. Kecelakaan truk maut ini menambah daftar panjang insiden lalu lintas di wilayah tersebut.
Kronologi Kecelakaan Truk Maut di Dompu
Kecelakaan bermula ketika truk melewati turunan dan tikungan tajam di Jembatan Sonto Saba, wilayah Tekasire. Diduga, sopir salah mengoper persneling dari gigi tiga ke gigi empat, menyebabkan laju kendaraan menjadi tidak terkontrol. Ketika sopir mencoba mengerem, rem ternyata tidak berfungsi dengan baik.
Untuk menghindari situasi yang lebih buruk, pengemudi membanting setir ke kiri. Sayangnya, manuver ini justru menyebabkan truk terguling dan masuk ke parit di sisi jalan, mengakibatkan kecelakaan truk maut yang tragis.
Identitas Korban Kecelakaan Truk
Dua korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut adalah Ismail (60 tahun), seorang petani asal Desa Tangga, Bima, dan Diana Farida (36 tahun), warga Desa Setail, Banyuwangi, Jawa Timur. Kecelakaan truk ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Sementara itu, empat korban lainnya mengalami luka-luka. Mereka adalah sopir Subur Edi Witiko (36 tahun), Sarjan (38 tahun) yang berasal dari Kabupaten Tangerang, Fathurahman (33 tahun), dan Supardin (35 tahun), keduanya warga Desa Tangga, Bima. Seluruh korban luka-luka telah mendapatkan perawatan intensif di RS Pratama Manggelewa.
Evakuasi dan Tindakan Kepolisian
Polisi bersama warga setempat dengan sigap melakukan evakuasi korban dan mengamankan lokasi kejadian. Kasus ini kini ditangani oleh Satuan Lalu Lintas Polres Dompu. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengemudi, terutama yang mengemudikan kendaraan angkutan berat, untuk lebih berhati-hati dan selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum digunakan.
Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur melalui Kasi Humas IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. “Kami turut berduka cita atas meninggalnya para korban. Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara,” ujarnya.
Penyelidikan Lebih Lanjut Terkait Kecelakaan Truk Maut
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan maut ini. Pemeriksaan teknis terhadap truk Fuso juga akan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kerusakan atau masalah pada sistem pengereman dan komponen lainnya.
Tragedi kecelakaan truk maut ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Selalu periksa kondisi kendaraan, patuhi rambu lalu lintas, dan beristirahatlah jika merasa lelah saat berkendara. Kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja jika kita lalai dan tidak berhati-hati.
Imbauan Keselamatan Berkendara Terbaru 2026
Menyikapi kejadian ini, kepolisian kembali mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan berat, agar meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam berlalu lintas. Pastikan untuk melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi kendaraan, termasuk sistem pengereman, lampu, dan ban. Hindari mengemudi dalam kondisi lelah atau mengantuk, dan selalu patuhi batas kecepatan yang telah ditetapkan. Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan jika menemukan potensi bahaya di jalan raya.
Kesimpulan
Kecelakaan truk Fuso di Dompu yang menewaskan dua orang menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya keselamatan berkendara. Kelalaian pengemudi dan faktor teknis kendaraan menjadi penyebab utama tragedi ini. Mari jadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas demi mencegah kejadian serupa di masa depan.
