Beranda » Berita » Kakek Hilang: Pencarian di Baluran Dihentikan Setelah 7 Hari

Kakek Hilang: Pencarian di Baluran Dihentikan Setelah 7 Hari

IPIDIKLAT News – Suwardi, seorang kakek berusia 68 , dilaporkan hilang di Taman Nasional Baluran, Situbondo, , sejak Minggu, 5 April 2026. Warga Dusun Sidomulyo ini terakhir terlihat memasuki kawasan hutan TN Baluran sehari sebelumnya.

Hilangnya Suwardi memicu operasi pencarian selama tujuh hari, namun sayangnya tidak membuahkan hasil. Akibatnya, tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan pencarian per Sabtu, 11 April . Puryono, Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo, menyampaikan keputusan ini setelah evaluasi bersama Basarnas Kantor SAR Banyuwangi.

Kronologi Kakek Hilang di Baluran

Namun, hingga malam hari, Suwardi tidak kunjung tiba di rumah. Keluarga yang khawatir segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banyuputih pada Minggu pagi (5/4/2026).

Operasi Pencarian yang Intensif

Sejak diterima, tim SAR segera bergerak. Pencarian intensif berlangsung selama tujuh hari. Tim gabungan bahkan membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) pada hari penutupan operasi. Mereka menyisir area sekitar 2,5 km dari titik terakhir korban terlihat atau *Last Known Position* (LKP).

“Pencarian didasarkan pada analisis pergerakan korban serta evaluasi teknis dari hari-hari sebelumnya,” imbuh Puryono. Meski begitu, upaya ini belum membuahkan hasil.

Kendala Pencarian Kakek Hilang

Berbagai upaya telah tim SAR lakukan. Bahkan, tim mengerahkan berbagai Alat Utama (Alut) canggih. Beberapa di antaranya termasuk 2 unit drone milik dan Polhut TN Baluran, motor trail, serta alat navigasi lengkap.

Namun, keberadaan Suwardi tetap menjadi misteri. Tanda-tanda keberadaan korban tidak tim SAR temukan selama pencarian.

Baca Juga :  Lenovo Legion Go: Harga & Spesifikasi Konsol Gaming 2026

Penghentian Operasi SAR

Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian. “Upaya pencarian hingga hari ketujuh belum membuahkan hasil. Sesuai prosedur dan hasil koordinasi dengan koordinator Basarnas, Operasi SAR gabungan untuk pencarian kakek Suwardi dinyatakan selesai,” kata Puryono.

Penghentian ini tentunya menjadi pukulan bagi keluarga Suwardi. Meskipun pencarian aktif telah dihentikan, pihak berwenang memastikan kasus hilangnya Suwardi tetap menjadi perhatian. Apabila ada perkembangan terbaru 2026, tim SAR akan kembali bergerak jika memungkinkan.

Mengenal Taman Nasional Baluran Lebih Dekat

, tempat Suwardi dinyatakan hilang, merupakan salah satu taman nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Jawa Timur. Taman ini terkenal dengan savana luasnya yang disebut “Africa van Java”.

Selain savana, TN Baluran juga memiliki berbagai ekosistem lain seperti hutan mangrove, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, serta padang rumput. Keberagaman ekosistem ini menjadikan TN Baluran rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna, termasuk banteng, rusa, kerbau liar, macan tutul, dan berbagai jenis burung.

Meski menyimpan pesona yang luar biasa, penting bagi setiap pengunjung untuk selalu berhati-hati dan mengikuti yang berlaku saat berada di kawasan taman nasional. Kejadian hilangnya Suwardi menjadi pengingat akan pentingnya , terutama ketika menjelajahi alam bebas.

Kesimpulan

Kasus hilangnya Suwardi di Taman Nasional Baluran masih menjadi misteri hingga saat ini. Meskipun operasi pencarian telah dihentikan, harapan untuk menemukan Suwardi dalam kondisi selamat tetap ada. Semoga ada titik terang dalam kasus ini, dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi situasi sulit ini.