Beranda » Berita » Invasi Ikan Sapu-sapu Ancam Sungai Jakarta, Ini Kata Dinas!

Invasi Ikan Sapu-sapu Ancam Sungai Jakarta, Ini Kata Dinas!

IPIDIKLAT NewsIkan sapu-sapu menginvasi sungai-sungai utama di Jakarta, termasuk Sungai Ciliwung, ungkap Dinas , Kelautan dan (DKPKP) Provinsi . Informasi ini DKPKP sampaikan melalui video yang diunggah di akun media resmi @dkpkpk.jakarta. Mereka mengajak masyarakat untuk memahami karakteristik ikan sapu-sapu sebagai spesies invasif per 2026.

Staf Sub Kelompok Perikanan Budidaya Bidang Perikanan DKPKP DKI Jakarta, Natalia Puspasari, menjelaskan bahwa fenomena dominasi ikan sapu-sapu ini menjadi perhatian serius. Natalia menuturkan ikan sapu-sapu bukan merupakan spesies asli ekosistem Indonesia; melainkan introduksi dari luar negeri yang terkenal dengan daya tahan dan kemampuan reproduksi tinggi.

Asal Usul dan Jenis Ikan Sapu-sapu di Jakarta

Natalia menjelaskan ikan sapu-sapu adalah ikan hias introduksi yang berasal dari Amerika Selatan. Ikan ini tergolong invasif karena memiliki daya tahan yang tinggi serta tingkat reproduksi yang sangat cepat. Kondisi ini menyebabkan populasi ikan sapu-sapu meningkat pesat dan mendominasi habitat perairan di Jakarta.

Jenis ikan sapu-sapu yang banyak ditemukan di perairan Jakarta, terutama di Sungai Ciliwung, adalah Synodontis dan Hypostomus plecostomus. Keberadaan berbagai jenis ikan sapu-sapu ini semakin memperkuat indikasi bahwa ekosistem sungai di Jakarta sedang mengalami perubahan signifikan.

Dampak Invasi Ikan Sapu-sapu pada Ekosistem Sungai

menilai bahwa dominasi ikan sapu-sapu bukan sekadar masalah kuantitas, tetapi juga berdampak besar pada keseimbangan ekosistem perairan. Lebih dari itu, dominasi ikan sapu-sapu dapat merusak struktur lingkungan perairan, rantai makanan, hingga ekosistem sungai secara keseluruhan.

Baca Juga :  Makan Bergizi Gratis: Penghematan Rp 20 Triliun dengan Skema Baru

Di tengah kondisi sungai yang tercemar, ikan sapu-sapu sering dianggap kuat bertahan hidup dan memakan bahan organik. Namun, ternyata ikan ini bukanlah bio-remediator yang efektif, justru dianggap sebagai indikator perairan tercemar. Oleh karena itu, keberadaan mereka justru memperburuk kualitas air dan lingkungan sungai.

Pemantauan dan Peta Sebaran Ikan Sapu-sapu per 2026

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyatakan bahwa Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memantau penyebaran ikan sapu-sapu di berbagai perairan Jakarta. Meski begitu, Hasudungan mengakui bahwa Pemprov DKI Jakarta belum memiliki peta sebaran resmi ikan sapu-sapu secara detail hingga saat ini per .

“Saat ini, Pemprov DKI Jakarta belum memiliki peta sebaran resmi yang komprehensif mengenai ikan sapu-sapu,” kata Hasudungan saat dikonfirmasi pada Selasa (31/3). Akan tetapi, keberadaan ikan tersebut telah teridentifikasi di sejumlah wilayah perairan Jakarta.

Wilayah yang Terdampak Invasi Ikan Sapu-sapu

Berdasarkan hasil pemantauan dan dari warga terbaru 2026, ikan sapu-sapu telah teridentifikasi di beberapa sungai utama di Jakarta. Sungai-sungai tersebut meliputi Sungai Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Sunter- Melayu, Kali Semonggol, dan Kali Krukut. Selain itu, ikan sapu-sapu juga ditemukan di beberapa danau dan waduk di wilayah Jakarta.

Keberadaan ikan sapu-sapu di berbagai lokasi ini menunjukkan bahwa penyebarannya sudah cukup luas dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah serta masyarakat. Oleh karena itu, upaya pengendalian dan pengelolaan populasi ikan sapu-sapu perlu segera dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan di Jakarta. Mengingat penyebaran ikan ini sangat meresahkan masyarakat setempat.

Upaya Pengendalian dan Solusi yang Mungkin Dilakukan

Untuk mengatasi masalah invasi ikan sapu-sapu ini, ada beberapa upaya pengendalian yang mungkin perlu dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan massal ikan sapu-sapu secara berkala. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak negatif ikan sapu-sapu juga sangat penting agar masyarakat tidak melepas ikan ini ke perairan umum.

Baca Juga :  Peluang Emas PPPK Teknis SMA 2026: Formasi Pemda & Pusat

Di sisi lain, penelitian lebih lanjut mengenai cara pemanfaatan ikan sapu-sapu juga perlu dilakukan. Jika ikan ini bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis, tentu akan mengurangi minat masyarakat untuk memeliharanya dan membantu mengurangi populasinya di alam. Bagaimanapun, ekosistem sungai adalah tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia.

Kesimpulan

Invasi ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta menjadi ancaman serius bagi keseimbangan ekosistem perairan. Meski Pemprov DKI Jakarta terus memantau, peta sebaran resmi belum tersedia update 2026. Pengendalian populasi dan sosialisasi kepada masyarakat diperlukan untuk menjaga kelestarian sungai-sungai di Jakarta.