IPIDIKLAT News – Para peneliti dari Amerika Serikat dan Yunani menunjukkan bahwa diet Mediterania dapat menurunkan risiko stroke hingga 25 persen. Studi yang berlangsung selama 21 tahun ini menyoroti manfaat pola makan sehat dalam mencegah penyakit berbahaya.
Diet Mediterania, yang kaya akan sumber makanan nabati dan lemak sehat, telah lama dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner. Namun, penelitian terbaru 2026 ini memperkuat bukti bahwa pola makan ini juga efektif dalam mencegah stroke, baik stroke iskemik maupun stroke hemoragik.
Manfaat Diet Mediterania untuk Kesehatan Otak
Studi tersebut melibatkan 105.614 perempuan di California dengan usia rata-rata 53 tahun yang tidak memiliki riwayat stroke. Para peserta dinilai berdasarkan seberapa dekat mereka mengikuti diet Mediterania dengan skala nol sampai sembilan.
Hasilnya menunjukkan bahwa 30 persen peserta yang memiliki skor tertinggi (enam hingga sembilan) memiliki risiko stroke 18 persen lebih rendah dibandingkan dengan 13 persen peserta yang memiliki skor terendah (nol hingga dua).
Tidak hanya itu, kelompok dengan skor tertinggi juga menunjukkan penurunan risiko stroke iskemik sebesar 16 persen dan stroke hemoragik sebesar 25 persen. Data ini, per 2026, semakin mengukuhkan diet Mediterania sebagai langkah preventif yang efektif.
Apa Itu Diet Mediterania?
Diet Mediterania menekankan pada konsumsi makanan nabati dan lemak sehat. Pola makan ini mencakup sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun ekstra virgin sebagai sumber lemak utama.
Konsumsi daging tetap diperbolehkan, tetapi lebih difokuskan pada ikan dan daging unggas daripada daging merah. Makanan dan minuman manis, serta mentega, sebaiknya dihindari. Nah, pola makan inilah yang meniru kebiasaan masyarakat Mediterania pada pertengahan abad ke-20.
Mengapa Diet Mediterania Efektif Cegah Stroke?
Sophia Wang, penulis utama penelitian, menjelaskan bahwa temuan ini mendukung bukti kuat tentang pentingnya diet Mediterania dalam pencegahan stroke. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme di balik efektivitas diet ini.
Wang menambahkan, para peneliti perlu mengidentifikasi cara-cara baru untuk mencegah stroke berdasarkan prinsip-prinsip diet Mediterania. Faktanya, studi ini juga menyoroti manfaat diet ini terhadap stroke hemoragik, yang selama ini kurang diteliti.
Stroke Iskemik vs. Stroke Hemoragik
Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak terhambat, sementara stroke hemoragik disebabkan oleh pendarahan di otak. Ternyata, diet Mediterania memberikan perlindungan terhadap kedua jenis stroke ini.
Juliet Bouverie, kepala eksekutif Stroke Association, mengamini bahwa penelitian ini memiliki potensi besar untuk mengurangi kemungkinan seseorang mengalami stroke. Stroke hemoragik, meskipun lebih jarang terjadi, jauh lebih parah, sehingga temuan ini sangat melegakan.
Keterbatasan dan Penelitian Lanjutan
Studi ini memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan perempuan dan data diet didasarkan pada laporan peserta. Meski begitu, penelitian ini memberikan landasan kuat untuk penelitian lanjutan yang lebih komprehensif per 2026.
Oleh karena itu, para peneliti berencana untuk melakukan studi lebih lanjut yang melibatkan populasi yang lebih beragam dan menggunakan metode pengumpulan data yang lebih objektif. Dengan demikian, pemahaman tentang manfaat diet Mediterania akan semakin mendalam.
Kesimpulan
Singkatnya, studi terbaru 2026 ini mengkonfirmasi bahwa diet Mediterania dapat mengurangi risiko stroke hingga 25 persen. Dengan mengedepankan makanan nabati dan lemak sehat, pola makan ini tidak hanya baik untuk jantung, tetapi juga untuk kesehatan otak. Oleh karena itu, menerapkan prinsip-prinsip diet Mediterania dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi langkah penting dalam mencegah stroke.
