Pernahkah berpikir uang tabungan hanya “numpang lewat” karena tergerus biaya administrasi bulanan? Di tengah ketidakpastian ekonomi 2026, menyimpan aset di instrumen yang aman namun tetap menghasilkan cuan menjadi prioritas banyak orang. Salah satu opsi paling populer dan minim risiko tentu saja adalah Deposito BRI.
Sebagai salah satu bank pelat merah terbesar di Indonesia, Bank Rakyat Indonesia menawarkan program simpanan berjangka dengan suku bunga yang cukup kompetitif dibanding tabungan biasa. Bukan hanya soal bunga, keamanan dana nasabah juga lebih terjamin karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Nah, bagi yang berencana mengamankan dana dingin tahun ini, artikel ini akan mengupas tuntas segala hal tentang Deposito BRI 2026. Mulai dari rincian suku bunga terbaru, syarat minimal setoran, hingga tutorial cara membukanya lewat HP tanpa perlu antre di bank. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
💡 Ringkasan Cepat (Quick Answer)
Berapa Bunga Deposito BRI 2026?
Singkatnya, suku bunga Deposito BRI tahun 2026 berkisar antara 2,25% hingga 3,00% per tahun, tergantung pada tenor (jangka waktu) dan nominal penempatan. Minimal setoran awal adalah Rp10.000.000 jika membuka via kantor cabang, namun bisa mulai dari Rp5.000.000 saja jika membuka secara online melalui Internet Banking atau BRImo.
Apa Itu Deposito BRI dan Mengapa Masih Diminati?
Sebelum membahas angka, penting untuk memahami kenapa produk ini tetap menjadi primadona. Deposito BRI adalah simpanan berjangka dari Bank BRI di mana penarikan hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu sesuai kesepakatan (tenor).
Berbeda dengan tabungan BritAma atau Simpedes yang bisa ditarik kapan saja, dana di deposito “dikunci” agar bisa berkembang lebih maksimal. Keunggulannya jelas: bunga lebih tinggi dari tabungan reguler dan risiko investasi yang hampir nol. Sangat cocok bagi profil nasabah konservatif yang ingin menghindari fluktuasi pasar saham atau kripto.
Rincian Suku Bunga Deposito BRI Terbaru 2026
Faktor utama dalam memilih deposito tentu saja adalah besaran bunganya. Bank BRI memberlakukan sistem tiering bunga berdasarkan tenor. Semakin lama uang disimpan, biasanya bunganya semakin menarik. Namun, perlu dicatat bahwa bunga yang didapat melalui pembukaan digital (BRImo/Internet Banking) seringkali sedikit lebih tinggi atau sama kompetitifnya dengan pembukaan di kantor cabang.
Berikut adalah estimasi tabel suku bunga Counter Rate BRI yang berlaku saat ini (data dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan LPS dan BI Rate):
| Jangka Waktu (Tenor) | Bunga Rupiah (IDR) | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 Bulan | 2.25% p.a | Jangka Pendek |
| 3 Bulan | 2.50% p.a | Menengah |
| ⭐ 6 Bulan | 2.75% p.a | Paling Populer |
| 12 – 24 Bulan | 3.00% p.a | Profit Maksimal |
| ⚠️ Pajak Bunga | 20% | Untuk saldo > Rp7,5 Juta |
Catatan: Suku bunga di atas adalah indikasi rata-rata tahun 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek aplikasi BRImo untuk real-time rate.
Syarat dan Minimal Setoran: Siapa yang Bisa Daftar?
Ternyata, syarat untuk menjadi deposan di BRI tidaklah rumit. Bank ini mempermudah akses bagi berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga pensiunan. Namun, ada perbedaan mendasar mengenai minimal setoran tergantung metode pembukaan yang dipilih.
1. Minimal Setoran Awal
- Via Kantor Cabang: Nasabah wajib menyetorkan dana minimal Rp10.000.000.
- Via Internet Banking/BRImo: Minimal setoran jauh lebih ringan, yaitu Rp5.000.000 (bahkan pada promo tertentu bisa lebih rendah).
Ini menjadi alasan kuat mengapa membuka deposito secara digital lebih disarankan bagi pemula dengan modal terbatas.
2. Dokumen Persyaratan
Dokumen yang perlu disiapkan pun standar perbankan pada umumnya:
- Memiliki rekening tabungan aktif di BRI (BritAma atau Simpedes).
- Kartu Identitas Diri (KTP) yang masih berlaku.
- NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) – opsional, namun jika tidak ada, potongan pajak bisa lebih tinggi.
- Mengisi formulir aplikasi (untuk pembukaan di cabang).
Cara Buka Deposito BRI: Online vs Offline
Zaman sudah canggih, jadi tidak perlu lagi membuang waktu antre berjam-jam hanya untuk membuka deposito. Ada dua cara utama yang bisa dipilih.
Cara Buka Deposito BRI Lewat BRImo (Recommended)
Bagi pengguna smartphone, cara ini adalah yang paling efisien. Prosesnya hanya memakan waktu kurang dari 5 menit.
- Login ke aplikasi BRImo.
- Pilih menu “Investasi” lalu klik “Deposito”.
- Klik “Buka Deposito Baru”.
- Masukkan Nominal Deposito dan pilih Jangka Waktu (Tenor).
- Pilih tipe perpanjangan: Automatic Roll Over (ARO) untuk perpanjangan otomatis, atau Non-ARO (berhenti saat jatuh tempo).
- Konfirmasi detail dan masukkan PIN BRImo.
- Selesai! Bukti kepemilikan deposito akan muncul secara digital.
Cara Buka Deposito di Kantor Cabang
Jika lebih nyaman berkonsultasi langsung dengan Customer Service, silakan datang ke unit kerja BRI terdekat.
- Ambil nomor antrean ke CS.
- Sampaikan keinginan membuka deposito.
- Serahkan KTP dan buku tabungan induk.
- Isi formulir pembukaan deposito.
- Setorkan dana (tunai atau debet rekening).
- Terima bilyet deposito sebagai bukti kepemilikan sah.
Simulasi Hitung Keuntungan Deposito BRI
Masih bingung berapa uang bersih yang akan diterima? Mari kita buat simulasi sederhana. Ingat, ada pajak final 20% untuk total saldo simpanan di atas Rp7.500.000.
Contoh Kasus: Menempatkan dana Rp50.000.000 selama 12 bulan dengan bunga 3,00%.
- Bunga Kotor: Rp50.000.000 x 3% = Rp1.500.000
- Pajak (20%): Rp1.500.000 x 20% = Rp300.000
- Bunga Bersih: Rp1.500.000 – Rp300.000 = Rp1.200.000
Jadi, setelah satu tahun, total uang yang kembali ke rekening adalah Rp51.200.000. Cukup lumayan untuk dana yang hanya didiamkan dengan aman, bukan?
Risiko Penalti Pencairan Sebelum Jatuh Tempo
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: “Boleh tidak diambil sebelum waktunya?”
Jawabannya: Boleh, tapi ada konsekuensinya. BRI menerapkan sistem penalti untuk pencairan deposito sebelum tanggal jatuh tempo. Biasanya, penalti ini berupa biaya administrasi (misalnya Rp50.000 atau persentase tertentu) dan bunga berjalan tidak akan dibayarkan.
Oleh karena itu, pastikan dana yang didepositokan adalah benar-benar “uang dingin” yang tidak akan dipakai dalam waktu dekat. Jika ragu, pilihlah tenor pendek seperti 1 atau 3 bulan saja.
FAQ: Pertanyaan Seputar Deposito BRI
Apakah Deposito BRI dijamin aman? Sangat aman. Selain nama besar BRI sebagai bank BUMN, simpanan nasabah juga dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) selama nominal dan suku bunganya sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa bedanya ARO dan Non-ARO? ARO (Automatic Roll Over) berarti deposito akan diperpanjang otomatis beserta bunganya saat jatuh tempo. Non-ARO berarti dana pokok plus bunga akan langsung cair ke rekening induk saat masa tenor habis.
Apakah bunga deposito bisa diambil bulanan? Bisa. Nasabah memiliki opsi untuk mentransfer bunga deposito setiap bulan ke rekening tabungan induk (BritAma/Simpedes) untuk dijadikan tambahan penghasilan pasif bulanan.
Kesimpulan
Menyimpan dana di Deposito BRI pada tahun 2026 merupakan langkah cerdas untuk diversifikasi aset dengan risiko rendah. Meskipun bunganya tidak seagresif instrumen investasi high-risk, keamanan dan kemudahan akses melalui BRImo menjadi nilai jual utama yang sulit ditolak.
Pilihan tenor yang fleksibel serta minimal setoran yang terjangkau via aplikasi membuat produk ini ramah bagi siapa saja. Jadi, daripada uang mengendap tanpa hasil, bukankah lebih baik membiarkannya “bekerja” sendiri?
Sudah siap membuka deposito pertamamu hari ini? Bagikan pengalaman atau pertanyaanmu di kolom komentar, ya!
