IPIDIKLAT News – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, berencana mengajukan permohonan bantuan anggaran ke pemerintah pusat per 2026. Langkah ini terpaksa diambil setelah dana Belanja Tidak Terduga (BTT) milik Pemkab Situbondo terkuras habis untuk menangani bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Kerusakan infrastruktur, khususnya jembatan penghubung antara Desa Kotakan (Kecamatan Situbondo) dan Desa Sliwung (Kecamatan Panji), menjadi perhatian utama. Derasnya arus Sungai Desa Sliwung akibat hujan lebat menjadi penyebab utama kerusakan jembatan tersebut. Selain itu, tumpukan bambu dan sampah yang tersangkut memperparah kondisi jembatan, sehingga bupati mengambil langkah cepat untuk mengatasi masalah ini.
Dampak Banjir dan Kerusakan Jembatan
Banjir yang melanda beberapa waktu lalu mengakibatkan kerusakan parah pada jembatan yang menjadi akses vital bagi warga Desa Kotakan dan Desa Sliwung. Arus deras Sungai Sampean Baru, yang berhulu di Bondowoso, membawa material seperti rumpun bambu, lumpur, dan ranting kayu yang kemudian menumpuk di badan jembatan. Tumpukan ini memberikan tekanan berlebih dan mempercepat kerusakan struktur jembatan.
Kondisi ini diperparah dengan intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu sungai. Akibatnya, debit air meningkat drastis dan mempercepat pengikisan fondasi jembatan. Bahkan, jembatan tersebut hampir putus akibat terjangan banjir tersebut.
Dana BTT Menipis, Andalkan Bantuan Pusat
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal dalam menangani dampak banjir dengan menggunakan dana BTT yang tersedia. Namun, karena frekuensi banjir yang cukup tinggi, dana tersebut kini telah habis. Oleh karena itu, Pemkab Situbondo mengajukan permohonan bantuan anggaran ke pemerintah pusat untuk memulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
“Kita buat telaah, nanti kita ajukan ke pusat, karena banjir terus dan dana BTT kita sudah habis,” kata Bupati Rio saat meninjau lokasi jembatan yang rusak pada Selasa, 31 Maret 2026. Pemerintah daerah berencana membangun jembatan bailey sebagai solusi sementara agar akses warga tetap terhubung.
Prioritaskan Jembatan Bailey
Sebagai solusi jangka pendek, Pemkab Situbondo berencana membangun jembatan bailey. Jembatan bailey merupakan jembatan rangka baja ringan yang dapat dipasang dengan cepat. Bupati Rio menargetkan pengajuan pembangunan jembatan bailey ke pemerintah pusat segera terealisasi.
“Besok kita langsung bersurat karena kejadiannya baru terjadi sekarang,” tambahnya. Pembangunan jembatan bailey diharapkan dapat memulihkan aksesibilitas warga dengan cepat, sambil menunggu solusi permanen berupa pembangunan jembatan yang lebih kokoh.
Upaya Pemda dan Gotong Royong Warga
Sambil menunggu bantuan dari pemerintah pusat, Pemkab Situbondo akan melakukan perbaikan sementara di sekitar jembatan. Perbaikan ini difokuskan pada sisi-sisi jembatan agar tetap dapat dilalui warga dengan aman. Selain itu, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat setempat untuk bergotong royong membersihkan tumpukan kayu dan sampah yang tersangkut di area jembatan.
“Kita lakukan perbaikan rutin di sisi jembatan sambil mengajukan ke pusat untuk pembangunan jembatan bailey di sini,” jelasnya. Gotong royong antara warga dan pemerintah desa diharapkan dapat meringankan beban dan mempercepat pemulihan aksesibilitas.
Harapan Warga Terdampak Banjir Situbondo 2026
Fatima, salah seorang warga setempat, mengungkapkan harapannya agar jembatan segera diperbaiki. Jembatan tersebut merupakan akses utama bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari. Jika jembatan tidak dapat dilewati, warga harus memutar melalui jalur utara dengan jarak yang lebih jauh dan waktu tempuh yang lebih lama.
“Saya berharap jembatan ini diperbaiki seperti jembatan lainnya, sehingga meski banjir tetap bisa dilewati,” ujarnya. Warga berharap pemerintah dapat segera merealisasikan perbaikan jembatan secara permanen agar aktivitas ekonomi dan sosial dapat kembali berjalan normal.
Antisipasi Bencana Banjir Situbondo Terbaru 2026
Ke depan, Pemkab Situbondo perlu melakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah dan mengurangi dampak bencana banjir. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain normalisasi sungai, pembangunan tanggul penahan banjir, serta peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan.
Selain itu, sistem peringatan dini banjir juga perlu dioptimalkan agar warga dapat segera melakukan evakuasi jika terjadi peningkatan debit air sungai. Dengan langkah-langkah antisipasi yang komprehensif, diharapkan dampak bencana banjir di Situbondo dapat diminimalisir di masa mendatang.
Pentingnya Pengelolaan Dana BTT yang Tepat
Kasus terkurasnya dana BTT Situbondo menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya pengelolaan dana bencana yang tepat dan efisien. Pemerintah daerah perlu memiliki perencanaan yang matang dalam penggunaan dana BTT, serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas program-program penanggulangan bencana.
Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BTT juga sangat penting untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran. Dengan pengelolaan dana yang baik, diharapkan dana BTT dapat digunakan secara optimal untuk melindungi masyarakat dari dampak bencana.
Kesimpulan
Banjir yang melanda Situbondo dan menyebabkan kerusakan jembatan telah memukul finansial daerah. Permohonan bantuan ke pemerintah pusat menjadi solusi mendesak untuk memulihkan infrastruktur dan membantu masyarakat terdampak. Pemerintah daerah dan masyarakat perlu berkolaborasi dalam upaya penanggulangan dan antisipasi bencana serupa di masa depan. Semoga dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat pembangunan jembatan Bailey segera terealisasikan dan masyarakat dapat beraktivitas dengan normal kembali.
