Beranda » Berita » Biaya Masuk STAN 2026 & Cara Bayar Kode Billing: Apakah Gratis?

Biaya Masuk STAN 2026 & Cara Bayar Kode Billing: Apakah Gratis?

Banyak calon mahasiswa mengira pendaftaran sekolah kedinasan seperti PKN STAN sepenuhnya gratis tanpa biaya sepeser pun. Padahal, biaya pendidikan dan biaya seleksi masuk adalah dua hal yang sangat berbeda. Kekeliruan informasi soal ini sering membuat persiapan finansial menjadi kurang matang saat musim pendaftaran tiba.

Biaya masuk STAN sebenarnya merujuk pada biaya pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang disetor ke kas negara. Lantas, berapa nominal pasti yang harus disiapkan untuk tahun 2026 dan bagaimana prosedur pembayarannya? Informasi berikut akan mengupas tuntas rincian biaya, cara mendapatkan kode billing, hingga tutorial pembayarannya agar tidak salah langkah.


💡 Quick Answer: Apakah Masuk STAN Gratis?

Singkatnya, pendidikan di PKN STAN memang gratis (dibebankan pada APBN), namun pendaftaran seleksinya berbayar.

Berdasarkan aturan tahun sebelumnya (PP Nomor 7 Tahun 2024 tentang PNBP), biaya pendaftaran untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berkisar Rp375.000 per peserta. Biaya ini wajib dibayarkan menggunakan Kode Billing setelah lolos verifikasi administrasi. Nominal resmi 2026 mungkin mengalami penyesuaian, namun angka ini bisa menjadi acuan dasar.


Rincian Biaya Pendaftaran STAN 2026

Isu “sekolah gratis” memang benar adanya jika konteksnya adalah uang kuliah tunggal (UKT) atau biaya semester selama menempuh pendidikan. Namun, gerbang masuk menuju kampus Ali Wardhana ini membutuhkan “tiket masuk” berupa biaya administrasi seleksi.

Baca Juga :  5M Protokol Kesehatan: Panduan Lengkap Pencegahan Penyakit 2025

Biaya ini bukanlah pungutan liar, melainkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diatur undang-undang. Dana tersebut digunakan untuk penyelenggaraan tes berbasis komputer (CAT) yang dikelola oleh BKN. Jadi, setiap peserta wajib menyiapkan dana ini sebelum melangkah ke tahap ujian.

Penting diingat bahwa pembayaran ini bersifat final. Artinya, jika peserta memutuskan mundur atau tidak hadir saat ujian, uang yang sudah disetor tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apa pun.

Tahapan Mendapatkan Kode Billing Pembayaran

Sebelum bisa melakukan transfer, peserta tidak bisa sembarangan mentransfer uang ke rekening tertentu. Diperlukan sebuah kode unik yang disebut Kode Billing MPN G2. Kode ini baru akan muncul jika pelamar telah melewati satu tahap krusial.

Kode billing hanya diterbitkan bagi peserta yang dinyatakan Lulus Seleksi Administrasi. Notifikasi kelulusan ini biasanya diumumkan melalui portal resmi SSCASN Dikdin atau website resmi PKN STAN.

Jika dinyatakan lolos berkas, kode pembayaran 13 digit (biasanya angka) akan muncul di halaman resume pendaftaran akun masing-masing. Kode inilah yang menjadi kunci untuk melakukan transaksi di berbagai kanal pembayaran.

Cara Bayar Kode Billing STAN (ATM & M-Banking)

Fleksibilitas pembayaran kini semakin tinggi karena BKN bekerja sama dengan berbagai bank persepsi (Mandiri, BNI, BRI, BTN, hingga BCA). Prosesnya mirip dengan membayar pajak atau tagihan listrik, yakni menggunakan menu “Penerimaan Negara” atau “MPN”.

Berikut adalah panduan teknis metode pembayaran yang paling umum digunakan agar transaksi tidak gagal.

Metode Bayar Langkah Singkat Status
ATM Mandiri Menu Bayar/Beli → Penerimaan Negara → Masukkan Kode Billing Real-time
Livin’ by Mandiri Menu Bayar → Pajak/PNBP → Masukkan Kode Billing Real-time
ATM BNI Menu Pembayaran → Pajak/Penerimaan Negara → Masukkan Kode Real-time
⚠️ Batas Waktu Biasanya 3-7 hari setelah kode terbit Krusial
Bukti Bayar Simpan struk fisik atau screenshot bukti transfer Wajib
Baca Juga :  Formasi CPNS Kemenkumham 2026: Kuota SMA, D3 & S1 (Lengkap)

Biaya Lain yang Perlu Diantisipasi (Hidden Cost)

Selain biaya pendaftaran resmi ke pemerintah, calon mahasiswa sering lupa memperhitungkan biaya operasional pribadi. Persiapan dana darurat sangat disarankan agar proses seleksi tidak terhambat masalah teknis keuangan.

Biaya transportasi dan akomodasi menjadi pos pengeluaran terbesar, terutama bagi peserta yang domisilinya jauh dari lokasi tes SKD atau Tes Kesehatan dan Kebugaran (TKK). Lokasi tes biasanya ditentukan di kantor BKN Regional atau lokasi khusus yang ditunjuk panitia.

Selain itu, biaya Tes Kesehatan (Medical Check-Up) tahap lanjutan biasanya ditanggung oleh peserta. Pemeriksaan ini dilakukan di rumah sakit pemerintah yang ditunjuk, dengan kisaran biaya yang bervariasi tergantung daerah, namun bisa mencapai ratusan ribu hingga satu juta rupiah.

Risiko Telat Bayar dan Konsekuensinya

Sistem seleksi sekolah kedinasan bekerja secara otomatis dan terkomputerisasi. Kode billing memiliki masa kadaluwarsa (expired date) yang sangat ketat. Biasanya tenggat waktu yang diberikan berkisar antara 3 hingga 7 hari kalender.

Jika pembayaran tidak dilakukan hingga batas waktu habis, kode billing akan hangus. Konsekuensi terburuknya adalah status kelulusan administrasi bisa dibatalkan. Peserta dianggap mengundurkan diri dan otomatis gugur sebelum bertanding.

Oleh karena itu, pengecekan berkala di portal SSCASN sangat disarankan. Jangan menunggu “injury time” atau hari terakhir untuk melakukan pembayaran guna menghindari gangguan sistem perbankan (maintenance) yang bisa berakibat fatal.


FAQ: Pertanyaan Seputar Biaya Masuk STAN

Apakah biaya pendaftaran bisa dicicil?

Tidak bisa. Pembayaran biaya seleksi (PNBP) harus dilakukan sekaligus (lunas) sesuai nominal yang tertera pada kode billing. Sistem bank tidak menerima pembayaran parsial.

Bagaimana jika kode billing hilang atau lupa dicatat?

Peserta bisa login kembali ke portal SSCASN Dikdin menggunakan NIK dan password masing-masing. Kode billing biasanya masih tercantum di halaman resume pendaftaran selama masa pembayaran belum berakhir.

Baca Juga :  Cara Lapor SPT Tahunan 2026: Panduan E-Filing Karyawan & Solusi Lupa EFIN

Bisakah membayar lewat dompet digital (OVO/Gopay/Dana)?

Secara umum, pembayaran PNBP/MPN G2 lebih disarankan melalui kanal perbankan resmi (ATM/M-Banking) atau Tokopedia (menu Penerimaan Negara). Pastikan platform yang digunakan memiliki fitur pembayaran Penerimaan Negara (MPN) agar terverifikasi sistem BKN.


Kesimpulan

Meskipun pendidikan di PKN STAN gratis, proses seleksinya tetap membutuhkan biaya pendaftaran sekitar Rp375.000 (estimasi berdasarkan tahun lalu) untuk pelaksanaan SKD. Kunci utamanya adalah memantau kapan kode billing diterbitkan dan segera melunasinya sebelum tenggat waktu berakhir.

Persiapan dana cadangan untuk akomodasi dan tes kesehatan juga sama pentingnya dengan persiapan materi ujian. Jangan sampai kelalaian administrasi keuangan menghambat mimpi menjadi punggawa keuangan negara di tahun 2026.