IPIDIKLAT News – Psikolog klinis anak dan remaja, Michelle Brigitta Shanny, menyarankan agar orang tua melibatkan anak dalam persiapan sekolah untuk mengatasi post holiday blues per 2026. Keterlibatan ini dinilai efektif mengurangi perasaan tidak semangat setelah libur panjang.
Post holiday blues adalah kondisi psikologis umum setelah liburan, ditandai dengan keengganan kembali ke rutinitas. Kondisi ini memengaruhi anak-anak yang terbiasa dengan kebebasan selama liburan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami cara mengatasi kondisi ini.
Kenali Gejala Post Holiday Blues pada Anak
Pada anak-anak, post holiday blues sering muncul akibat perubahan drastis dari pola hidup santai ke jadwal terstruktur. Transisi ini memicu kecemasan, kelelahan emosional, bahkan penolakan terhadap aktivitas sekolah. Namun, kondisi ini bersifat sementara dan bisa diatasi dengan dukungan yang tepat dari orang tua.
Michelle menjelaskan, gejala post holiday blues pada anak bisa terlihat dari menurunnya semangat ke sekolah. Anak mungkin mencari alasan untuk absen atau menunjukkan perubahan emosi seperti menjadi lebih sensitif, sedih, atau mudah marah. Penting bagi orang tua untuk peka terhadap perubahan ini.
Libatkan Anak dalam Persiapan Sekolah
Salah satu cara efektif mengatasi post holiday blues adalah melibatkan anak dalam persiapan sekolah. “Orang tua bisa mengajak anak mengobrol tentang hal-hal yang mereka rindukan dari sekolah, seperti teman, guru, atau aktivitas kesukaan anak,” ujar Michelle kepada ANTARA, Selasa.
Selain itu, anak-anak bisa diajak menyiapkan perlengkapan sekolah. Misalnya, menyiapkan tas, alat tulis, dan buku pelajaran. Keterlibatan ini membantu mereka merasa lebih siap dan termotivasi untuk kembali ke rutinitas sekolah.
Atur Ulang Jadwal Harian Secara Bertahap
Michelle menekankan agar orang tua tidak perlu terlalu khawatir. Kondisi post holiday blues umumnya dapat diatasi dengan mengatur ulang jadwal harian anak secara bertahap. Ia menyarankan agar orang tua mulai mengembalikan ritme kebiasaan anak sejak satu pekan sebelum masuk sekolah per 2026.
Penyesuaian ini sebaiknya dilakukan perlahan agar anak tidak merasa terkejut saat kembali ke rutinitas. Misalnya, mulai membiasakan anak untuk tidur lebih awal dan mengurangi waktu penggunaan gawai yang selama liburan cenderung lebih bebas. Jadwal yang teratur membantu anak beradaptasi lebih mudah.
Validasi Emosi Anak dan Beri Pengertian
Penting bagi orang tua untuk memvalidasi emosi anak. “Misalnya, ketika anak menolak sekolah, sampaikan bahwa wajar merasa kangen liburan, tetapi tetap harus kembali menjalani tanggung jawab,” jelas Michelle.
Memahami dan mengakui perasaan anak membantu mereka merasa didukung dan lebih terbuka untuk menghadapi tantangan. Komunikasi yang baik adalah kunci dalam mengatasi post holiday blues.
Ciptakan Momen Kebersamaan di Akhir Pekan
Untuk membangun kembali semangat anak, orang tua juga dapat membuat kesepakatan sederhana. Contohnya, menjadwalkan waktu bersama di akhir pekan. Momen kebersamaan ini membantu anak tetap merasa memiliki hubungan yang dekat dengan orang tua, sekaligus mampu menjalani aktivitas sekolah dengan lebih siap dan positif.
Tidak hanya itu, orang tua juga perlu memberikan dukungan dan motivasi. Berikan apresiasi atas setiap usaha yang dilakukan anak untuk kembali ke rutinitas sekolah. Dengan pendekatan yang tepat, post holiday blues pada anak dapat diatasi dengan efektif.
Tips Tambahan Mengatasi Holiday Blues 2026
Selain tips di atas, ada beberapa hal lain yang bisa orang tua lakukan untuk membantu anak mengatasi post holiday blues di tahun 2026:
- Buat rutinitas pagi yang menyenangkan: Sarapan bersama, mendengarkan musik, atau melakukan aktivitas ringan lainnya.
- Siapkan bekal sekolah yang menarik: Libatkan anak dalam memilih menu bekal favorit mereka.
- Berikan pujian dan dukungan: Apresiasi setiap usaha anak dalam menyesuaikan diri dengan rutinitas sekolah.
- Jalin komunikasi yang terbuka: Dengarkan keluh kesah anak dan berikan solusi yang sesuai.
Dengan kombinasi pendekatan yang tepat, orang tua dapat membantu anak mengatasi post holiday blues dan kembali bersemangat menjalani aktivitas sekolah di 2026.
Kesimpulan
Mengatasi post holiday blues pada anak memerlukan kesabaran dan dukungan dari orang tua. Melibatkan anak dalam persiapan sekolah, mengatur ulang jadwal harian secara bertahap, serta memvalidasi emosi mereka adalah langkah-langkah efektif. Dengan pendekatan yang tepat, anak akan kembali bersemangat menjalani rutinitas sekolah di tahun 2026.
