IPIDIKLAT News – Penyaluran BBM di Regional JBB mengalami peningkatan signifikan selama arus balik Lebaran 2026. Pertamina Patra Niaga Regional JBB mencatat kenaikan permintaan BBM untuk mendukung mobilitas masyarakat yang kembali ke kota-kota besar setelah merayakan Idul Fitri.
Lonjakan ini meliputi berbagai moda transportasi darat, laut, serta sektor industri yang turut merasakan dampaknya. Kondisi ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang kembali menggeliat pasca-libur panjang. Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus membantah isu kenaikan harga BBM yang sempat beredar.
Peningkatan Penyaluran BBM selama Arus Balik
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menjelaskan bahwa Pertamina terus berkoordinasi erat dengan berbagai instansi, termasuk pengawasan dari Kementerian ESDM, untuk memantau pergerakan penyaluran BBM. Tujuannya, agar distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Pertamina berkolaborasi dengan banyak pihak demi kelancaran distribusi BBM,” ujar Satria.
Data Penyaluran BBM Regional JBB: Gasoline Naik, Gasoil Turun
Berdasarkan data periode 9-30 Maret 2026, terjadi peningkatan penyaluran BBM jenis gasoline (bensin) sebesar 17,7% dibandingkan kondisi normal. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya volume kendaraan yang melakukan perjalanan selama periode mudik dan balik Lebaran. Di sisi lain, penyaluran gasoil (solar) justru mengalami penurunan sebesar 19,1%.
“Peningkatan permintaan BBM, khususnya gasoline, merupakan hal yang wajar seiring dengan tingginya arus kendaraan saat arus balik. Masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan BBM sesuai kebutuhan,” ungkap Satria.
Stok BBM Aman dan Cukup di Regional JBB
Meskipun terjadi peningkatan permintaan, Satria menegaskan bahwa kondisi stok BBM di wilayah Regional JBB tetap dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Pertamina telah mengantisipasi lonjakan permintaan ini dengan mempersiapkan stok yang memadai di seluruh wilayah distribusi.
Bantahan Isu Kenaikan Harga BBM Per 1 April 2026
Satria juga membantah kabar yang beredar mengenai potensi kenaikan harga BBM per 1 April 2026. Ia meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang belum tentu kebenarannya. Satria menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait perubahan harga BBM.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” tegas Satria.
| Jenis BBM | Perubahan Penyaluran (9-30 Maret 2026) |
|---|---|
| Gasoline (Bensin) | Naik 17,7% |
| Gasoil (Solar) | Turun 19,1% |
Bijaklah Menggunakan BBM Pasca Lebaran
Pertamina mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan BBM setelah perayaan Lebaran 2026. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan menghindari pemborosan sumber daya. Masyarakat dapat mempertimbangkan penggunaan transportasi umum atau berbagi kendaraan (carpooling) untuk mengurangi konsumsi BBM.
Selain itu, perawatan kendaraan secara berkala juga dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan BBM. Dengan langkah-langkah sederhana ini, masyarakat dapat berkontribusi dalam menjaga ketersediaan BBM dan mendukung keberlanjutan energi.
Kesimpulan
Peningkatan penyaluran BBM di Regional JBB selama arus balik Lebaran 2026 menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat. Pertamina memastikan suplai tetap aman dan meminta masyarakat bijak menggunakan BBM pasca-libur Lebaran. Mari terus dukung stabilitas energi nasional.
