Beranda » Berita » Andrie Yunus: Kondisi Terkini Aktivis KontraS Stabil di RSCM

Andrie Yunus: Kondisi Terkini Aktivis KontraS Stabil di RSCM

IPIDIKLAT News – Kondisi psikologis aktivis KontraS, Andrie Yunus, menunjukkan stabilitas yang menggembirakan, meski baru saja mengalami peristiwa traumatis. Hal ini disampaikan oleh pihak RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Selasa (31/3/2026) malam. Saat ini, Andrie Yunus, yang menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), masih terus mendapatkan perawatan intensif.

Tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis bedah plastik, oftalmologi, dan tenaga lainnya terus memantau perkembangan Andrie. Tujuannya adalah untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan berkesinambungan. Dukungan psikologis juga terus diberikan untuk membantu Andrie tetap tenang dan dapat mengikuti proses perawatan dengan baik.

Perkembangan Kondisi Fisik Andrie Yunus

Kondisi luka yang dialami Andrie Yunus menunjukkan perkembangan positif. Sebagian besar luka telah menutup dan mengering, serta tertutup oleh kulit baru hasil cangkok di area wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan. juga berencana melakukan evaluasi luka dalam sedasi sebanyak dua kali pada pekan ini untuk memastikan proses penyembuhan berjalan sesuai harapan.

Meski demikian, masih terdapat area kulit mati di leher belakang yang perlu dibersihkan dan ditutup dengan cangkok kulit lanjutan dalam satu minggu ke depan. Pihak RSCM menegaskan komitmennya untuk terus memberikan penanganan medis yang optimal dan profesional dengan mengedepankan keselamatan pasien.

Selain itu, pada 28 Maret 2026, Andrie Yunus menjalani operasi mata kanan untuk ketiga kalinya. Saat ini, keluhan nyeri dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi. Namun, selama operasi, tim dokter menemukan permukaan kornea semakin menipis dan terdapat kebocoran pada dinding bola mata.

Baca Juga :  Masjid Darurat Baznas: Bantu Warga Gaza Beribadah

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, dilakukan penambalan bola mata dengan jaringan selaput dari tungkai pasien, yang kemudian ditutup dengan selaput konjungtiva. Mata kanan sengaja ditutup sementara dengan penjahitan kelopak mata untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata selama proses penyembuhan. Penutupan ini rencananya akan berlangsung sekitar empat bulan, sebelum tim medis melakukan evaluasi lanjutan untuk menentukan langkah selanjutnya. Pemantauan kondisi mata akan dilakukan secara berkala sesuai perkembangan pasien.

Kasus Penyiraman Air Keras: Perkembangan Terkini

Kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus terjadi sekitar dua pekan lalu setelah ia mengisi siniar di Kantor Yayasan Lembaga Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisasi & Judicial Review UU TNI“. Polisi sempat mengumumkan inisial dua tersangka. Namun, juga menyampaikan bahwa sudah menahan empat orang dari Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI sebagai pelaku lapangan penyiraman air keras tersebut.

Update terbaru 2026, melalui Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyatakan keempat prajurit tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. “Keempat pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah menjalani penahanan di instalasi tahanan militer (Maximum Security) Pomdam Jaya Guntur sejak tanggal 18 Maret 2026,” demikian pernyataan Aulia Dwi Nasrullah, Selasa (31/3) malam. Adapun pasal yang diterapkan kepada tersangka adalah pasal penganiayaan.

Reaksi dan Tuntutan dari Masyarakat Sipil

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) yang terdiri dari sejumlah organisasi masyarakat sipil menyebut pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus melibatkan sedikitnya 16 orang. TAUD bahkan menyebutnya sebagai . Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Fadhil Alfathan, menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan setidaknya 16 pelaku lapangan.

Baca Juga :  Juara Dunia MotoGP: 4 Alumni Moto3 Paling Bersinar

Fadhil menambahkan bahwa pihaknya bersedia berdiskusi dan memaparkan bukti-bukti tersebut jika diberi kesempatan lebih lanjut. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI, Jakarta, Selasa (31/3). Kasus ini terus mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, dan desakan untuk pengusutan tuntas terus bergulir.

juga didesak untuk menetapkan kasus Andrie Yunus sebagai pelanggaran HAM berat. Hal ini menunjukkan keseriusan kasus dan dampak yang ditimbulkan terhadap korban serta masyarakat luas. Masyarakat sipil berharap agar kasus ini diusut secara transparan dan pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dukungan untuk Pemulihan Andrie Yunus

Peristiwa penyiraman air keras ini tentu memberikan dampak yang besar bagi Andrie Yunus, baik secara fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk membantu proses pemulihannya. Selain dukungan medis dan psikologis dari RSCM, dukungan moral dari keluarga, teman, dan kolega juga sangat dibutuhkan.

RSCM mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini. Pihak berkomitmen untuk memberikan yang terbaik demi kesembuhan Andrie Yunus. Dukungan dan doa dari masyarakat juga diyakini dapat memberikan kekuatan bagi Andrie Yunus untuk melewati masa-masa sulit ini.

Bagaimana kelanjutan kasus ini? Tentu, kita akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan terbaru kepada publik. Keberanian Andrie Yunus dalam menyuarakan kebenaran patut diapresiasi, dan diharapkan kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak terjadi lagi tindakan kekerasan serupa di kemudian hari.

Kesimpulan

Kondisi terkini Andrie Yunus menunjukkan perkembangan yang stabil, baik secara fisik maupun psikologis. Proses pemulihan terus berjalan dengan dukungan penuh dari tim medis RSCM dan orang-orang terdekat. Kasus penyiraman air keras yang menimpanya terus diusut oleh pihak berwenang, dan diharapkan keadilan dapat ditegakkan seadil-adilnya.

Baca Juga :  De Zerbi Nakhoda Baru - Tottenham Hotspur Umumkan Pelatih Anyar!