IPIDIKLAT News – Pemerintah Taiwan sedang menyelidiki 11 perusahaan asal China atas dugaan perekrutan ilegal para ahli semikonduktor serta talenta teknologi tinggi lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Taiwan untuk memperketat arus keluar teknologi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat dengan Beijing.
Biro Investigasi Taiwan menyatakan bahwa lebih dari 185 agen melakukan penggeledahan di 49 lokasi dan menginterogasi 90 orang selama bulan ini. Investigasi terkoordinasi ini menargetkan perusahaan-perusahaan China yang diduga merekrut insinyur Taiwan tanpa izin resmi. Perekrutan ilegal ahli cip ini membuat Taiwan bertindak tegas.
Modus Perekrutan Ilegal Ahli Cip Terungkap
Perusahaan-perusahaan China yang menjadi target penyelidikan diduga melakukan perekrutan talenta secara ilegal melalui berbagai modus. Beberapa di antaranya adalah dengan menggunakan perusahaan cangkang yang didanai asing atau mendirikan kantor tanpa izin di Taiwan.
Di sisi lain, hukum Taiwan melarang investasi China di beberapa bagian rantai pasokan semikonduktor, termasuk desain cip. Selain itu, Taiwan juga memberlakukan persyaratan peninjauan yang ketat untuk area lain seperti pengemasan cip. Kondisi ini menyulitkan perusahaan cip Tiongkok untuk beroperasi secara legal di wilayah Taiwan.
Perusahaan-perusahaan yang saat ini sedang diselidiki antara lain produsen elektronik Huaqin Technology, pembuat perangkat daya portabel Anker Innovations, produsen peralatan semikonduktor dan papan sirkuit tercetak Circuit Fabology Microelectronics Equipment, serta produsen semikonduktor daya Yangzhou Yangjie Electronic Technology Co Ltd, dan perancang cip SG Micro.
Perebutan Talenta Semikonduktor Semakin Sengit
Perebutan talenta dan keahlian di bidang cip oleh China semakin intensif seiring dengan upaya Beijing mencapai kemandirian dalam semikonduktor canggih. Hal ini terjadi di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat dengan Amerika Serikat. Jadi, tak heran jika upaya perekrutan ahli cip dilakukan dengan berbagai cara.
Biro Investigasi Taiwan mengungkapkan bahwa satuan tugas khusus yang dibentuk pada akhir 2020 telah menangani lebih dari 100 kasus serupa. Kasus-kasus tersebut melibatkan dugaan perekrutan ahli dan aktivitas bisnis ilegal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan China.
Dominasi TSMC di Pasar Foundry Global
Taiwan memiliki pemain kunci di industri semikonduktor, yaitu Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). Perusahaan ini memegang peranan penting dalam rantai pasok global. Pangsa pasar TSMC di pasar foundry global meningkat menjadi hampir 70% pada 2025, di tengah boomingnya permintaan akan kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan penasihat informasi pasar TrendForce Corp. menyebutkan bahwa produsen cip kontrak itu membukukan penjualan US$ 122,54 miliar pada 2025, naik 36,1% dari tahun sebelumnya. TSMC juga menguasai 69,9% pasar global, meningkat dibandingkan 2025 yang sebesar 64,4%. Data ini menunjukkan betapa dominannya TSMC di industri semikonduktor.
Pesaing terdekat TSMC, Samsung Electronics, berada di posisi kedua. Perusahaan asal Korea Selatan ini mencatatkan penjualan US$ 12,63 miliar, turun 3,9% dari tahun sebelumnya. Pangsa pasar globalnya tercatat sebesar 7,2%.
Langkah Tegas Taiwan Lindungi Industri Semikonduktor
Pemerintah Taiwan terus berupaya melindungi industri semikonduktornya dari upaya spionase dan pencurian teknologi. Penyelidikan terhadap 11 perusahaan China ini merupakan salah satu contoh langkah tegas yang diambil Taiwan untuk menjaga keunggulan kompetitifnya di sektor semikonduktor. Bagaimana kelanjutan kasus ini? Kita tunggu saja update 2026 berikutnya.
Selain itu, Taiwan juga memperketat regulasi terkait investasi asing di industri semikonduktor. Hal ini dilakukan untuk mencegah perusahaan-perusahaan asing, termasuk dari China, untuk menguasai teknologi kunci Taiwan secara ilegal.
Ancaman Bagi Industri Semikonduktor Global?
Kasus perekrutan ilegal ahli cip oleh perusahaan China ini menjadi perhatian serius bagi industri semikonduktor global. Jika praktik ini terus berlanjut, dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan kekuatan di pasar semikonduktor dan merugikan perusahaan-perusahaan yang beroperasi secara legal.
Lalu, langkah apa yang perlu diambil untuk mengatasi masalah ini? Perlu adanya kerjasama internasional untuk menindak praktik ilegal dan melindungi kekayaan intelektual di industri semikonduktor.
Kesimpulan
Penyelidikan terhadap 11 perusahaan China atas dugaan perekrutan ilegal ahli cip menunjukkan keseriusan Taiwan dalam melindungi industri semikonduktornya. Upaya ini juga menjadi sinyal bagi perusahaan-perusahaan lain untuk beroperasi secara legal dan menghormati hak kekayaan intelektual. Industri semikonduktor global perlu bersatu untuk mengatasi ancaman spionase dan pencurian teknologi demi menjaga inovasi dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
