Beranda » Berita » Anggaran Event Organizer BGN Rp 113 M: Penjelasan Lengkap

Anggaran Event Organizer BGN Rp 113 M: Penjelasan Lengkap

IPIDIKLAT News – Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 113 miliar untuk jasa event organizer (EO) pada tahun 2026. Kepala , Dadan Hindayana menjelaskan, langkah ini adalah bagian dari strategi membangun sistem operasional lembaga yang baru dibentuk.

Dadan menambahkan, BGN saat ini belum memiliki sumber daya internal yang memadai untuk menangani seluruh kegiatan berskala besar secara mandiri. Oleh karena itu, BGN membutuhkan bantuan profesional dari EO untuk memastikan kelancaran acara.

Alasan BGN Gunakan Jasa Event Organizer

“Hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya,” ujar Dadan dalam siaran pers yang dikutip pada Minggu (12/4), meski pernyataan ini dibuat dalam konteks perencanaan anggaran terbaru 2026.

Efisiensi Administrasi dan Keuangan

Selain aspek teknis, Dadan juga menekankan bahwa penggunaan EO mendukung tata kelola administrasi dan yang lebih tertib. Keterlibatan pihak ketiga dalam proses pengadaan, vendor, dan pelaporan kegiatan, menurutnya, akan membuat proses lebih terpusat dan sistematis.

Dengan demikian, proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan menjadi lebih mudah. Seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis, memberikan transparansi yang lebih besar.

Strategi Komunikasi Publik dan Bimtek

Dadan menjelaskan bahwa kegiatan BGN yang ditangani oleh EO bukan hanya sekadar acara seremonial. Ini adalah bagian dari strategi komunikasi publik yang lebih besar terkait isu gizi nasional. Selain itu, BGN juga menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk para penjamah makanan agar keamanan pangan dikelola oleh SDM yang terlatih.

Baca Juga :  Kasus Andrie Yunus: Kritik TAUD soal Pelimpahan ke TNI

Apakah penggunaan EO lebih rasional dibandingkan membentuk tim internal dalam singkat? Dadan menjawab bahwa proses pembentukan kapasitas internal membutuhkan waktu, biaya pelatihan, serta yang tidak instan. Padahal, program-program BGN harus segera berjalan.

Alternatif Selain Membentuk Tim Internal

“Sementara itu, kebutuhan pelaksanaan program harus segera berjalan. EO hadir sebagai solusi agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu,” tegas Dadan.

Penggunaan jasa EO, menurut Dadan, lebih efisien daripada membangun tim internal yang membutuhkan waktu dan biaya yang besar. Dengan menggandeng EO, BGN dapat pada pelaksanaan program-programnya tanpa terbebani urusan teknis penyelenggaraan acara.

Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-undangan

Dadan menegaskan bahwa seluruh pengeluaran BGN, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Langkah ini menunjukkan komitmen BGN terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara.

“Setiap pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Dadan, sekaligus membuka pintu bagi lembaga pengawas untuk melakukan audit dan evaluasi.

Pengawasan dan Akuntabilitas Anggaran

BGN menyadari pentingnya pengawasan dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara. Oleh karena itu, BGN memastikan bahwa seluruh kegiatan yang didanai dari anggaran negara diawasi secara ketat oleh lembaga pengawas yang berwenang.

Dengan adanya pengawasan yang ketat, BGN berharap dapat meminimalisir potensi penyalahgunaan anggaran dan memastikan bahwa anggaran negara digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Perbandingan Anggaran dengan Tahun Sebelumnya

Meskipun alokasi anggaran untuk EO terbilang besar, BGN mengklaim bahwa anggaran tersebut sebanding dengan skala dan kompleksitas program-program yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Dibandingkan dengan anggaran tahun 2025, terdapat peningkatan alokasi untuk kegiatan sosialisasi dan kampanye publik terkait isu gizi nasional.

Baca Juga :  CPNS Kemenperin 2026: Formasi Analis Industri & Passing Grade (Update Terbaru)

Peningkatan anggaran ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat. Selain itu, BGN juga berencana untuk memperluas jangkauan program-programnya ke daerah-daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau.

Fokus pada Peningkatan Kualitas SDM

Melalui Bimtek yang diselenggarakan, BGN berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang penanganan pangan. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari higiene sanitasi hingga teknik pengolahan makanan yang aman dan bergizi.

Dengan SDM yang terlatih, diharapkan keamanan pangan dapat terjamin dan risiko terjadinya keracunan makanan dapat diminimalisir. BGN juga berencana untuk memberikan kepada para penjamah makanan yang telah mengikuti Bimtek sebagai bentuk pengakuan atas mereka.

Tantangan dan Harapan BGN di Tahun 2026

Sebagai lembaga baru, BGN menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Salah satu tantangan terbesar adalah membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini. BGN menyadari bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Oleh karena itu, BGN berkomitmen untuk bekerja secara transparan, akuntabel, dan profesional. BGN juga berharap dapat menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil, untuk mewujudkan Indonesia yang sehat dan sejahtera.

Kesimpulan

(BGN) mengalokasikan Rp 113 miliar untuk event organizer sebagai bagian dari strategi awal membangun sistem operasional. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa langkah ini penting untuk memastikan program-program BGN berjalan efektif dan efisien di tahun 2026. Penggunaan jasa EO juga dinilai lebih rasional dibandingkan membentuk tim internal dalam waktu singkat, mengingat kebutuhan pelaksanaan program yang mendesak.