Beranda » Berita » Longsor Purbalingga: Warga Meninggal Tertimpa Batu Besar – Update 2026

Longsor Purbalingga: Warga Meninggal Tertimpa Batu Besar – Update 2026

IPIDIKLAT NewsLongsor Purbalingga menelan korban jiwa, seorang warga Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, meninggal dunia akibat tertimpa batu besar pada Minggu, 12 April 2026, sekitar pukul 09.55 WIB. Selain itu, satu warga lainnya mengalami luka-luka serius dalam kejadian tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten , Revon Haprindiat, menyatakan bahwa timnya telah membantu proses evakuasi korban dan membawanya ke PKU Bobotsari. Revon juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan , mengingat potensi cuaca ekstrem masih mengintai wilayah tersebut.

Kronologi Longsor Purbalingga dan Dampaknya

“Batu besar yang jatuh dari tebing itu langsung menimpa area dapur saat para korban sedang berada di dalam rumah,” jelas Ali Nur Setiawan. Akibat kejadian ini, seorang warga bernama Yanti (37) meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara Kasini (34) mengalami luka-luka serius.

Evakuasi Korban dan Penanganan Medis

Warga bersama perangkat desa segera melakukan korban dari reruntuhan bangunan dapur yang terdampak longsor. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi bangunan yang rawan longsor susulan. Setelah berhasil dievakuasi, kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bobotsari untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kasini, korban yang mengalami luka-luka, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pihak rumah sakit berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan perawatan terbaik agar Kasini segera pulih.

Imbauan Kewaspadaan dari BPBD Purbalingga

Revon Haprindiat kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi . Ia menekankan pentingnya langkah-langkah untuk mengurangi risiko bencana. “Masyarakat tetap tenang dan waspada dengan berbagai kemungkinan. Manakala terjadi cuaca lebih ekstrem, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri dan melakukan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan,” tegasnya.

Baca Juga :  Formasi CPNS S1 Manajemen 2026: 5 Instansi Peluang Lolos Besar

Beberapa langkah mitigasi yang bisa dilakukan antara lain, membersihkan saluran air dari sampah, memantau kondisi tebing di sekitar rumah, dan segera mengungsi jika terjadi tanda-tanda longsor.

Upaya Pemerintah Daerah dalam Penanganan Bencana

Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Purbalingga secara rutin melakukan dan pelatihan kepada masyarakat mengenai tindakan yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana, seperti alat berat, tenda pengungsi, dan logistik.

Tidak hanya itu, pemerintah juga berencana merelokasi warga yang tinggal di daerah rawan longsor ke tempat yang lebih aman. Relokasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa akibat bencana longsor di masa mendatang.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat terhadap Potensi Bencana

Bencana longsor di Purbalingga ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana di sekitar. Masyarakat perlu memahami tanda-tanda alam yang mengindikasikan akan terjadinya bencana dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Selain itu, penting juga untuk selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti BPBD dan perangkat desa, dalam upaya penanggulangan bencana.

Kesimpulan

Tragedi longsor di Purbalingga yang merenggut nyawa seorang warga menjadi duka mendalam bagi kita semua. Kejadian ini sekaligus menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Dengan meningkatkan kesadaran dan melakukan langkah-langkah mitigasi yang tepat, kita dapat meminimalisir risiko dan melindungi diri serta keluarga dari ancaman bencana.