IPIDIKLAT News – JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) meraih sertifikasi ISO/IEC 25000 per 2026, menjadi bank pertama di Indonesia yang mencapai standar internasional dalam pengelolaan dan evaluasi kualitas perangkat lunak. Pencapaian ini menandai langkah strategis BRI dalam memperkuat transformasi digital perusahaan.
ISO/IEC 25000 sendiri merupakan bagian penting dari kerangka Software Quality Requirements and Evaluation (SQuaRE). Kerangka ini dirancang untuk membantu berbagai organisasi dalam mendefinisikan, mengukur, serta mengevaluasi kualitas perangkat lunak dengan sistematis dan terstruktur. Lalu, bagaimana BRI bisa mencapai sertifikasi ini? Simak selengkapnya!
Proses Penerapan ISO/IEC 25000 di BRI
Penerapan standar ISO/IEC 25000 di BRI melibatkan serangkaian tahapan komprehensif. Tahapan tersebut meliputi analisis awal kondisi sistem hingga penyusunan kerangka kerja evaluasi kualitas perangkat lunak, dan juga asesmen implementasi.
Dalam pelaksanaannya, BRI bekerja sama dengan Robere & Associates sebagai konsultan pendamping. Tujuannya adalah untuk memastikan penerapan berjalan optimal serta sesuai dengan standar internasional yang berlaku. Lalu, apa kata pihak BRI terkait pencapaian ini?
Pernyataan Direktur Teknologi Informasi BRI
Direktur Teknologi Informasi BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menyampaikan bahwa pencapaian sertifikasi ini merupakan langkah strategis. Langkah ini penting dalam memperkuat fondasi teknologi informasi perusahaan per 2026.
“Ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan digital bagi masyarakat. Sistem yang stabil, aman, dan andal tidak hanya mendukung operasional internal, tetapi juga memengaruhi pengalaman nasabah saat menggunakan layanan digital,” ungkapnya. Pernyataan ini semakin menegaskan betapa pentingnya kualitas sistem di era digital ini.
Keandalan Sistem dan Kepercayaan Nasabah
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan digital, penerapan standar kualitas perangkat lunak menjadi sangat krusial. Hal ini bertujuan untuk menjaga keandalan sistem dan juga meningkatkan kepercayaan nasabah.
Saladin menambahkan, implementasi ISO/IEC 25000 memungkinkan BRI untuk menilai kualitas sistem digital secara lebih objektif dan terukur. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap aplikasi yang dikembangkan memenuhi berbagai aspek penting, mulai dari keandalan sistem, efisiensi kinerja, keamanan informasi, hingga kemudahan pemeliharaan serta pengembangan di masa depan per 2026.
Kesesuaian dengan ISO/IEC 25001:2014
Penerapan standar ISO/IEC 25000 juga selaras dengan ketentuan ISO/IEC 25001:2014. Standar ini merupakan bagian dari kerangka pengelolaan dan evaluasi kualitas perangkat lunak.
Sertifikasi tersebut mencakup SQuaRE for the Provision of Planning and Management of BRImo Application. Fokusnya adalah pada aspek perencanaan dan pengelolaan kualitas perangkat lunak pada aplikasi BRImo, yang merupakan salah satu layanan digital utama BRI.
Komitmen BRI untuk Layanan Inklusif
Saladin juga menegaskan komitmen BRI untuk terus menyediakan layanan keuangan yang inklusif dan didukung oleh ekosistem digital yang andal bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami akan terus memperkuat kualitas perangkat lunak agar aplikasi dapat berjalan stabil, aman, dan mampu mengikuti kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Dengan fondasi teknologi yang kuat BRI berkomitmen untuk terus memberikan layanan yang lebih baik bagi seluruh nasabah,” tegasnya.
Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya
Pencapaian BRI dalam meraih sertifikasi ISO/IEC 25000 di 2026 ini menjadi tonggak penting. Di 2025, BRI terus berupaya meningkatkan kualitas layanan digitalnya. Lalu, bagaimana dengan bank lain di Indonesia?
Faktanya, BRI menjadi bank pertama di Indonesia yang berhasil meraih sertifikasi ini. Hal ini menunjukkan keseriusan BRI dalam berinvestasi pada teknologi dan kualitas sistem. Apakah bank lain akan mengikuti jejak BRI di masa depan?
Manfaat Sertifikasi bagi Nasabah BRI
Keberhasilan BRI meraih sertifikasi ISO/IEC 25000 tentu membawa dampak positif bagi para nasabah. Lalu, apa saja manfaat yang bisa dirasakan oleh nasabah BRI?
Pertama, nasabah akan merasakan peningkatan keandalan sistem. Aplikasi BRImo dan layanan digital lainnya memiliki performa yang lebih stabil dan minim gangguan. Kedua, keamanan data nasabah semakin terjamin dengan standar pengelolaan kualitas perangkat lunak yang tinggi. Ketiga, inovasi layanan digital BRI akan semakin cepat dan relevan dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang per 2026. Oleh karena itu, sertifikasi ini bukan hanya sekadar pengakuan, tetapi juga janji peningkatan kualitas layanan bagi nasabah.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski telah meraih sertifikasi ISO/IEC 25000, BRI tetap menghadapi berbagai tantangan dan peluang di masa depan. Lalu, apa saja tantangan dan peluang tersebut?
Pertama, BRI perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Kedua, persaingan di industri perbankan digital semakin ketat. Ketiga, BRI memiliki peluang untuk memperluas layanan digitalnya ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk yang belum terjangkau oleh layanan perbankan konvensional. Menariknya, dengan fondasi yang kuat, BRI siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada, sehingga layanan keuangan inklusif dan berkualitas dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Kesimpulan
Dengan diraihnya sertifikasi ISO/IEC 25000, BRI membuktikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan digital. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan nasabah dan memperkuat posisi BRI sebagai salah satu bank terdepan di Indonesia. BRI terus berupaya memberikan yang terbaik bagi seluruh nasabah per 2026.
