IPIDIKLAT News – Seringai, grup band heavy metal ternama Indonesia, menegaskan per 2026 belum ada pengganti resmi untuk mendiang Ricky Siahaan di posisi gitaris. Band yang kini beranggotakan Arian 13, Sammy Bramantyo, dan Edy Khemod ini masih mencari sosok yang tepat untuk mengisi kekosongan tersebut sepeninggal Ricky.
Sammy Bramantyo, sang basis, menjelaskan bahwa saat ini ada dua nama yang terlibat dalam proses kreatif Seringai, yaitu Angga Kusuma dan Darma Respati. Akan tetapi, hingga saat ini, status keduanya masih sebagai musisi pendukung. Proses pencarian gitaris Seringai 2026 terus berjalan, memastikan pengganti Ricky Siahaan kelak dapat memberikan kontribusi maksimal.
Status Gitaris Seringai Terbaru 2026: Belum Ada Keputusan Final
“Kalau ditanya apakah dua teman kami ini akan bergabung sebagai personel tetap, jawabannya belum tahu,” ujar Sammy di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Sammy menambahkan bahwa Seringai masih ingin melihat proses adaptasi dan chemistry antara personel dengan kedua musisi tersebut.
Seringai sendiri, menurut Sammy, kini berjalan dengan dua format. Pertama, formasi inti yang beranggotakan tiga personel. Kedua, formasi tambahan yang berisikan lima personel untuk kebutuhan penampilan live atau manggung. “Ada Seringai bertiga, dan ada Seringai Live berlima. Jadi untuk sementara ini kita jalan dengan format itu dulu,” jelasnya.
Angga Kusuma: Kontribusi di Album Baru, Bukan Berarti Jadi Pengganti Ricky Siahaan
Angga Kusuma, yang juga dikenal sebagai gitaris dari beberapa band seperti Taring dan Dead Vertical, terlibat dalam penggarapan album terbaru Seringai yang berjudul IV: Anastasis. Angga bertanggung jawab untuk mengisi seluruh part gitar di album tersebut. Tidak hanya itu, Angga juga turut berkontribusi dalam aransemen beberapa lagu baru. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran Angga dalam menjaga produktivitas Seringai.
Meski demikian, keterlibatan Angga dalam proses rekaman album terbaru Seringai tidak serta-merta menjadikannya sebagai anggota resmi band dan menggantikan posisi Ricky. Seringai memilih untuk tidak terburu-buru dalam menentukan formasi baru. Apalagi, selama ini, sosok Ricky menjadi bagian penting dalam identitas musik mereka. Sammy menekankan bahwa Seringai masih terus beradaptasi melanjutkan proses kreatif sepeninggal mendiang Ricky.
“Belum tahu, belum tahu jawabannya karena kami ingin ada proses perkenalan segala macam, apakah chemistry-nya cocok, bagaimana kalau nanti kita menulis lagu bersama dan lain lain,” ungkap Sammy. Proses ini membutuhkan waktu dan kesabaran. Tentu saja, Seringai ingin memastikan pengganti Ricky Siahaan adalah orang yang tepat, baik secara musikalitas maupun personal.
Adaptasi Seringai Pasca Kepergian Ricky Siahaan: Menjaga Karakter Musik
Sammy menambahkan, “Kita pengin lihat dulu bagaimana kalau nanti menulis lagu bersama, bagaimana kecocokannya. Jadi semua masih berproses. Kita juga tidak berusaha Angga menggantikan Ricky enggak.” Seringai ingin menghormati warisan musik yang telah Ricky tinggalkan dan tidak ingin mencari pengganti yang identik dengan dirinya.
Dalam kesempatan yang sama, drummer Edy Khemod menambahkan bahwa formasi baru ini juga menjadi bagian dari perjalanan band setelah Ricky meninggal dunia. Khemod mengatakan bahwa Seringai ingin tetap menjaga kualitas musik tanpa menghilangkan karakter yang sudah terbentuk sejak lama. Seringai menyadari bahwa kepergian Ricky adalah kehilangan besar, tetapi mereka berkomitmen untuk terus berkarya dan menghibur para penggemar.
Kilasan Balik: Perjalanan Karier Ricky Siahaan Bersama Seringai
Ricky Siahaan merupakan salah satu sosok pendiri band Seringai. Pada 2002, ia mendirikan band ini bersama Arian 13, Edy Khemod, dan Sammy Bramantyo. Bersama Seringai, Ricky telah menorehkan berbagai prestasi dan menghasilkan karya-karya yang menjadi inspirasi bagi banyak musisi dan penggemar musik metal di Indonesia.
Seringai telah menelurkan sejumlah album seperti High Octane Rock, Serigala Militia, dan Seperti Api. Album-album tersebut mendapat sambutan positif dari kritikus musik dan penggemar. Bahkan, beberapa lagu dari album tersebut menjadi hits dan sering diputar di radio-radio dan konser musik. Kontribusi Ricky Siahaan dalam kesuksesan Seringai sangatlah besar dan tidak ternilai harganya.
Ricky mengembuskan napas terakhir pada 19 April 2025 dalam usia 48 tahun. Ricky tutup usia secara mendadak ketika Seringai sedang menggelar tur di Tokyo, Jepang. Kepergian Ricky tentu saja menjadi pukulan berat bagi Seringai dan seluruh komunitas musik Indonesia. Akan tetapi, semangat dan warisan musik yang telah Ricky tinggalkan akan terus hidup dan menginspirasi generasi-generasi selanjutnya.
Update Terbaru 2026: Seringai Tetap Solid dan Terus Berkarya
Meskipun kehilangan sosok penting seperti Ricky Siahaan, Seringai menunjukkan bahwa mereka mampu bangkit dan terus berkarya. Dengan formasi yang ada saat ini, Seringai terus mempersiapkan materi-materi baru dan berencana untuk merilis album terbaru pada 2026. Para penggemar tentu saja sangat antusias menantikan karya-karya terbaru dari Seringai dan berharap band ini akan terus eksis dan memberikan kontribusi positif bagi industri musik Indonesia.
Pencarian gitaris Seringai 2026 mungkin masih menjadi misteri, namun semangat dan dedikasi Seringai untuk terus berkarya patut diacungi jempol. Para penggemar setia Seringai di seluruh Indonesia tentu berharap band ini dapat segera menemukan sosok yang tepat untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Ricky Siahaan dan terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas.
Kesimpulan
Seringai masih dalam proses pencarian gitaris pengganti Ricky Siahaan per 2026. Meskipun belum ada keputusan final, band ini terus berkarya dengan formasi yang ada dan berencana merilis album terbaru. Semangat dan dedikasi Seringai untuk terus menghibur para penggemar patut diacungi jempol. Mari kita terus dukung Seringai dan berharap mereka dapat segera menemukan sosok gitaris yang tepat!
