IPIDIKLAT News – Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, Andrie Yunus, secara resmi menulis surat permohonan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) pada Selasa, 7 April 2026. Ia menyampaikan permintaan tersebut melalui surat yang tertulis pada tanggal 3 dan 5 April 2026 guna mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpanya.
Solidaritas Kebangsaan untuk Andrie Yunus membacakan surat tersebut di Kantor KontraS, Jakarta Pusat. Para tokoh bangsa menegaskan bahwa peristiwa keji ini bukan sekadar serangan pribadi, melainkan upaya sistemik untuk menciptakan rasa takut di kalangan aktivis yang melawan penindasan.
Pentingnya Pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta
Andrie menilai tindakan penyiraman air keras oleh oknum anggota Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI sebagai bentuk percobaan pembunuhan. Oleh karena itu, ia meminta dukungan masyarakat sipil untuk mengawal pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta yang kredibel dan independen.
Harapan besar muncul bahwa tim ini nantinya mampu melacak aktor intelektual di balik serangan tersebut, bukan hanya pelaku lapangan. Andrie menekankan bahwa semua pihak yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan peradilan umum, bukan peradilan militer yang rentan terhadap impunitas.
Selain itu, Andrie menyampaikan mosi tidak percaya terhadap proses hukum yang berjalan di lingkungan militer. Ia khawatir peradilan militer gagal memberikan keadilan bagi korban pelanggaran hak asasi manusia, mengingat rekam jejak impunitas prajurit di masa lalu.
Gugatan Uji Materiil UU TNI
Tidak hanya berfokus pada kasus pribadinya, Andrie bersama koalisi masyarakat sipil untuk reformasi sektor keamanan kini mengajukan gugatan uji materiil terhadap UU TNI ke Mahkamah Konstitusi. Mereka menolak keras perluasan pengaruh militer dalam ruang sipil, ekonomi, maupun politik.
Faktanya, revisi UU Nomor 3 Tahun 2025 melanggar ketentuan Konstitusi serta mengkhianati TAP MPR Nomor 6 dan 7 Tahun 2000. Singkatnya, posisi militer yang terlalu dominan dalam kehidupan warga sipil hanya akan memicu budaya kekerasan dan intimidasi yang merugikan demokrasi Indonesia.
Dukungan Tokoh Bangsa bagi Andrie Yunus
Sejumlah tokoh nasional hadir di Kantor KontraS untuk memberikan dukungan moral dan membacakan pesan kebangsaan. Mereka yang hadir antara lain Sukidi, Karlina Supeli, Busyro Muqoddas, Halida Hatta, Pendeta Jacky Manuputty, Zumrotin Susilo, Marzuki Darusman, serta Lukman Hakim Saifuddin.
Para tokoh tersebut memandang Andrie sebagai representasi generasi muda yang lahir di era demokrasi digital dan memiliki keberanian tinggi. Berikut adalah data perkembangan penanganan kasus yang melibatkan internal TNI:
| Keterangan | Detail Pelaku |
|---|---|
| Pelaku Lapangan (BAIS TNI) | NDP, SL, BHW, dan ES |
| Analisis Tim Advokasi untuk Demokrasi | Melibatkan sekurangnya 16 orang |
Menariknya, Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mencurigai adanya operasi intelijen skala besar dalam serangan ini. Meskipun polisi telah menyatakan pelimpahan perkara ke Pusat Polisi Militer (POM) TNI, masyarakat sipil terus mendesak transparansi penuh dalam proses penyelidikan.
Serangan ini terjadi hanya berselang tiga pekan setelah Andrie mengisi acara siniar di Kantor YLBHI bertajuk “Remiliterisasi & Judicial Review UU TNI”. Saat ini, koordinasi antar elemen masyarakat sipil terus meningkat demi memastikan negara bertanggung jawab penuh dalam melindungi hak setiap warga negara dari aksi teror.
Menjaga Semangat Perlawanan terhadap Ketidakadilan
Pada akhirnya, nasib reformasi hukum di Indonesia akan sangat bergantung pada seberapa keras suara publik menuntut keadilan. Perjuangan Andrie Yunus bukan lagi perjuangan perorangan, melainkan perjuangan seluruh anak bangsa yang mendambakan Indonesia Emas yang bersih dari praktik kekerasan militer.
Dengan tetap teguh menyuarakan keadilan, masyarakat sipil berharap negara segera merespons tuntutan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta untuk mengungkap kebenaran yang sesungguhnya. Kebenaran tidak boleh tenggelam oleh ketakutan karena setiap suara yang lantang mencerminkan cinta yang mendalam terhadap tanah air.
