IPIDIKLAT News – Pihak PT Great Wall Steel (GWS) memberikan klarifikasi resmi mengenai insiden ledakan yang terjadi di lingkungan pabrik mereka di Kabupaten Sidoarjo, Senin (6/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Insiden tragis tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya menderita luka-luka.
Heri Prasetyo, selaku HRD General Affair PT GWS, menyampaikan penjelasan mendalam saat tim kepolisian dan awak media meninjau lokasi kejadian. Penjelasan ini menjawab keraguan publik terkait sumber ledakan yang sempat memicu spekulasi di wilayah sekitar pabrik yang terletak di Jalan Brigjen Katamso tersebut.
Penyebab ledakan PT GWS bersumber dari aktivitas pemotongan besi
Heri menyatakan bahwa pemicu utama ledakan berasal dari proses pengolahan besi tua yang perusahaan terima dari berbagai pihak supplier. Pihak manajemen operasional mengaku kesulitan mengidentifikasi asal usul spesifik besi tersebut karena banyaknya mitra suplai yang bekerja sama dengan mereka.
Faktanya, besi-besi tua itu menumpuk di area lapangan terbuka yang perusahaan sebut sebagai scrap yard. Pekerja biasanya memotong besi-besi berdimensi besar yang tidak bisa masuk ke dalam mesin pelebur menggunakan alat las. Ternyata, proses pemotongan menggunakan alat las inilah yang memicu ledakan tak terduga pada besi tersebut.
Analisis kepolisian terkait sumber ledakan
Heri menambahkan, pihak Kepolisian memberikan indikasi awal bahwa ledakan ini tidak menyerupai karakteristik bom atau bahan peledak militer. Petugas kepolisian meninjau area sekitar lokasi kejadian dan menemukan bahwa bangunan pabrik maupun peralatan pendukung di dekat titik ledakan minim kerusakan fisik.
Singkatnya, pihak manajemen meyakini bahwa insiden ini merupakan kecelakaan kerja murni dari material besi tua, bukan serangan sabotase atau bom. Selain itu, mereka menegaskan bahwa ledakan tidak menimbulkan dampak kehancuran luas di lingkungan sekitar pabrik sebagaimana asumsi masyarakat awam.
| Kategori Informasi | Detail Kejadian |
|---|---|
| Waktu Kejadian | Senin (6/4) 14.30 WIB |
| Lokasi | PT GWS, Jalan Brigjen Katamso, Sidoarjo |
| Dampak Korban | 1 Meninggal, 2 Luka-luka |
Langkah keamanan dan investigasi lanjutan
Manajemen PT GWS saat ini masih menanti hasil pengujian laboratorium forensik dari pihak Kepolisian untuk menetapkan kesimpulan akhir mengenai penyebab pasti ledakan di scrap yard. Perusahaan berkomitmen penuh untuk kooperatif selama proses investigasi berlangsung demi memberikan kejelasan bagi para keluarga korban.
Lebih dari itu, perusahaan berencana merombak prosedur penerimaan dan pemotongan besi scrap guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan. Pertama, tim K3 akan mengevaluasi seluruh material yang datang dari supplier. Kedua, pekerja harus melampaui prosedur proteksi ketat sebelum memotong besi, apalagi besi yang berasal dari tumpukan scrap yang tidak memiliki riwayat jelas.
Prioritas perusahaan dalam mitigasi kecelakaan kerja
PT GWS Sidoarjo mengakui bahwa keselamatan pekerja merupakan tanggung jawab utama. Meski insiden ini terjadi pada Senin (6/4) tahun 2026, mereka berusaha memastikan bahwa data perusahaan tetap transparan di mata hukum dan masyarakat luas. Mereka akan terus memantau kondisi dua korban luka-luka yang masih menjalani perawatan medis setelah tragedi tersebut.
Pada akhirnya, kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi industri manufaktur di Sidoarjo agar lebih waspada terhadap material berbahaya yang terbawa dalam besi rongsokan. Pihak manajemen berharap hasil laboratorium segera keluar sehingga investigasi bisa tuntas dengan hasil yang objektif dan akurat.
