Beranda » Berita » Andre Fernando The Doctor: Buron Pemasok Sabu Bandara Narkoba Koko Erwin Ditangkap

Andre Fernando The Doctor: Buron Pemasok Sabu Bandara Narkoba Koko Erwin Ditangkap

IPIDIKLAT NewsAndre Fernando alias ‘The Doctor‘ tiba di gedung Bareskrim Polri pada Senin, 6 April 2026, dengan kondisi kedua kaki terbalut perban dan tangan terborgol. Pihak kepolisian menggiring buron kelas kakap ini menggunakan kursi roda segera setelah tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Bareskrim dan Hubinter Polri menjemputnya di wilayah Penang, , pada Minggu, 5 .

Keberhasilan penangkapan Andre Fernando menjadi capaian besar bagi upaya pemberantasan peredaran narkoba nasional yang melibatkan jaringan internasional. Penangkapan ini memperlihatkan kerja sama solid antara Polri dan pihak kepolisian Malaysia, Police Di Raja Malaysia, dalam membungkam gerak-gerik bandar besar yang selama ini sering berpindah tempat.

Rekam Jejak Buronan Andre Fernando alias The Doctor

Bareskrim Polri sebelumnya menetapkan Andre Fernando, pria berusia 32 , sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) atas perannya sebagai distributor utama narkoba. Peran krusial Andre Fernando mencakup pasokan barang haram kepada Erwin Iskandar atau Koko Erwin, bandar narkoba yang memiliki pengaruh besar dalam bisnis ilegal di wilayah Indonesia.

Tidak hanya itu, kasus yang menjerat juga mencoreng institusi kepolisian karena menyeret mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, dan mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi. Keterlibatan mereka menciptakan gelombang besar dalam proses yang kini sedang berjalan di bawah pengawasan ketat Mabes Polri.

Modus Transaksi dan Jaringan Narkoba 2026

Fakta lapangan menunjukkan bahwa Andre Fernando merupakan pemasok utama sabu yang Koko Erwin edarkan di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (). Pihak kepolisian mencatat bahwa Koko Erwin melakukan transaksi sebanyak dua kali kepada ‘The Doctor’ sepanjang Januari 2026.

Baca Juga :  Penyebab tewasnya 4 pekerja proyek di TB Simatupang Terungkap

Berikut rincian transaksi antara Koko Erwin dan Andre Fernando pada awal 2026:

Transaksi Ke-Jumlah SabuNilai Transaksi
Pertama2 KgRp400 Juta
Kedua3 KgRp400 Juta

Lebih dari itu, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa Andre Fernando menyediakan berbagai varian narkoba. Selain sabu, ia mengirimkan vape yang mengandung etomidate serta happy water kepada jaringannya.

Rute Penyelundupan dan Strategi Distribusi

Jaringan Andre Fernando memiliki basis operasi yang kuat di daerah Riau. Ia memanfaatkan jalur laut dari Malaysia menuju Dumai, Riau, untuk memasukkan cartridge vape mengandung etomidate dengan label merek Ferrari dan Lamborghini ke pasar gelap Indonesia.

Selanjutnya, Polri menemukan metode pengiriman narkotika jenis sabu yang amat licik. Pelaku membungkus sabu di dalam boneka, kemudian memasukkannya ke dalam kotak kado seolah-olah mengirimkan paket kiriman barang biasa melalui kargo. Strategi ini menjadi bukti bagaimana sindikat narkoba mencoba mengelabui petugas di lapangan melalui jalur resmi.

Sinergi Penegak Hukum Melawan Sindikat

Keberhasilan penangkapan ini menegaskan komitmen Polri dalam memutus mata rantai distribusi narkoba dari level bandar internasional hingga ke daerah. Pihak kepolisian menyatakan bahwa hukum akan berlanjut ke tahap pengadilan dengan memeriksa bukti-bukti yang sudah mereka peroleh selama masa penyelidikan.

Singkatnya, penangkapan Andre Fernando memberikan pukulan telak bagi jaringan narkoba yang beroperasi di wilayah NTB dan sekitarnya. Aparat penegak hukum terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang membantu operasional sindikat ini demi menjamin keamanan nasional dari ancaman peredaran gelap narkotika.