Beranda » Berita » Ledakan pabrik baja di Sidoarjo tewaskan satu pekerja

Ledakan pabrik baja di Sidoarjo tewaskan satu pekerja

IPIDIKLAT News – Sebuah ledakan pabrik baja di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, merenggut nyawa seorang pada Senin (6/4/2026). Peristiwa nahas ini pula mengakibatkan dua orang lainnya menderita luka berat saat mereka menjalankan tugas pemotongan besi tua.

Kecelakaan kerja tersebut bermula ketika para pekerja menggunakan alat las blender untuk memotong material besi. Alih-alih menyelesaikan pekerjaan, tiba-tiba muncul ledakan dahsyat yang melukai para pekerja di sekitar lokasi kejadian. Tim evakuasi segera membawa seluruh korban menuju RS Mitra Keluarga Pondok Chandra guna memperoleh penanganan medis darurat.

Kronologi ledakan pabrik baja di Sidoarjo

Kejadian tragis ini berlangsung pada siang hari, tepatnya sekitar pukul 14.00 WIB lebih. Sukani, selaku Ketua RW 2 Desa Janti, memberikan konfirmasi mengenai waktu terjadinya ledakan yang mengguncang kawasan tersebut. Ledakan spontan menyebabkan serpihan material logam mengenai pekerja yang berada di titik pemotongan besi.

Akibatnya, seorang pekerja bernama Rio yang bertugas sebagai kernet blender dunia di lokasi kejadian. Selain korban jiwa, insiden ini meninggalkan luka serius bagi dua pekerja lainnya. Prayono, 27 tahun, mengalami luka berat pada bagian dada, sementara M Zaenal Abidin, 40 tahun, juga menderita luka dalam kondisi serius.

Respons pihak perusahaan terkait insiden kerja

Hingga saat ini, pihak PT Great Wall Steel belum dapat memberikan penjelasan mendetail mengenai akar masalah kecelakaan teknis tersebut. Heri, perwakilan perusahaan, menyatakan bahwa jajaran manajemen masih menunggu hasil lebih lanjut. Pihak perusahaan memilih untuk menutup rapat informasi hingga tim investigasi menyelesaikan tugas mereka.

Baca Juga :  Pelantikan 54 Pejabat Pemko Pariaman, Sosok Baru di Jajaran Eselon

Lebih dari itu, Heri menegaskan bahwa perusahaan enggan memberikan keterangan resmi sebelum proses rampung. Mereka berkomitmen untuk mengikuti arahan aparat kepolisian yang sudah mendatangi lokasi guna mencari tahu penyebab utama ledakan tersebut. Alhasil, publik masih menunggu hasil analisis teknis dari pihak berwenang.

Data korban kecelakaan kerja di Sidoarjo

Nama Korban/KondisiUsia
RioMeninggal Dunia
PrayonoLuka Berat (Dada)27
M Zaenal AbidinLuka Berat40

Investigasi kepolisian dan standar keamanan

Aparat kepolisian Sidoarjo kini mendalami lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti fisik terkait ledakan pabrik baja tersebut. Fokus utama penyelidikan mencakup inspeksi alat las blender dan prosedur keselamatan kerja yang perusahaan terapkan di area pabrik. Apakah standar keamanan memadai selama operasional? Pertanyaan inilah yang menjadi sorotan utama dalam penyelidikan kepolisian .

Selain fokus pada alat las, penyidik juga mengevaluasi alur kerja kernet dan operator saat melakukan pemotongan material besi tua. Penyelidikan ini penting agar ke depan perusahaan bisa mencegah kecelakaan serupa. Dengan demikian, penegakan hukum dan evaluasi operasional diharapkan membawa titik terang bagi keluarga korban.

Dampak insiden dan harapan di masa depan

Peristiwa ini memberikan catatan kelam mengenai pentingnya prosedur operasional standar di sektor industri baja. Keselamatan setiap pekerja harus menempati prioritas utama dalam setiap tahapan produksi. Terlebih pada 2026, setiap perusahaan manufaktur seharusnya memperketat pengawasan terhadap risiko mesin pemotong bertekanan tinggi.

Harapannya, insiden di Desa Janti ini menjadi pelajaran berharga bagi pelaku usaha untuk meningkatkan proteksi terhadap . Kesadaran akan risiko kerja yang tinggi perlu perusahaan tanamkan demi mencegah kehilangan nyawa di masa depan. Seluruh pihak tentu berharap agar kondisi para penyintas segera membaik pasca penanganan medis secara intensif di RS Mitra Keluarga Pondok Chandra Sidoarjo.

Baca Juga :  Lahan negara di Tanah Abang: Maruarar Sirait Tata Ulang