Beranda » Berita » Saham GJTL, EXCL, MDKA Jadi Pilihan? Cek Prediksi IHSG!

Saham GJTL, EXCL, MDKA Jadi Pilihan? Cek Prediksi IHSG!

IPIDIKLAT News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami *rebound* pada perdagangan hari ini. Analis merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati, termasuk saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Phintraco Sekuritas menyampaikan bahwa potensi *rebound* IHSG didorong oleh sentimen positif terkait ekspektasi meredanya di Timur Tengah. Perusahaan sekuritas tersebut memperkirakan IHSG akan menguji level *resistance* di 7.100-7.200. Sebaliknya, level *support* IHSG berada di 7.000. Lantas, bagaimana proyeksi dan rekomendasi saham selengkapnya?

Prediksi IHSG Terbaru 2026: Peluang Rebound

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG memiliki peluang untuk *rebound*, atau berbalik arah naik, pada perdagangan hari ini, Rabu, 1 April 2026. Sentimen positif meredanya ketegangan di Timur Tengah menjadi katalis utama. Firma tersebut memperkirakan IHSG akan menguji level *resistance* di rentang 7.100-7.200. Level *support* IHSG berada di 7.000.

Sebagai informasi, *support* adalah level harga saham yang diyakini sebagai titik terendah pada suatu waktu. Ketika harga menyentuh level *support*, umumnya terjadi peningkatan aktivitas pembelian yang mendorong harga kembali naik. Sementara itu, *resistance* adalah level harga saham yang dianggap sebagai titik tertinggi. Setelah harga mencapai level *resistance*, biasanya muncul aksi jual yang signifikan, sehingga menahan laju kenaikan harga.

Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Sejalan dengan proyeksi *rebound* IHSG, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak diperhatikan oleh investor pada perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut antara lain:

  • PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)
  • PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL)
  • PT Sentul City Tbk (BKSL)
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Baca Juga :  Ekspor Mobil Honda - Indonesia Targetkan 17 Ribu Unit di 2026

Selain rekomendasi dari Phintraco Sekuritas, CGS International Sekuritas Indonesia juga memberikan rekomendasi *trading* untuk hari ini, di antaranya:

  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dengan potensi beli di harga 715 dan target harga 745-760.
  • PT Timah Tbk (TINS), dengan potensi beli di harga 3.280 dan target harga 3.400-3.460.
  • PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), dengan potensi beli di harga 1.865 dan target harga 1.935-1.970.
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dengan potensi beli di harga 3.090 dan target harga terdekat 3.190-3.240.
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dengan potensi beli di harga 3.440 dan target harga terdekat 3.560-3.620.
  • PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dengan potensi beli di harga 254 dan target ke harga 266-272.

Faktor Ekonomi Makro yang Mempengaruhi IHSG

Pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh data ekonomi makro. Investor saat ini menantikan rilis data domestik dari Badan Pusat Statistik (BPS). Indeks manufaktur (Manufacturing PMI) Maret 2026 diperkirakan mengalami perlambatan ke level 51,2, turun dari 53,8 pada Februari 2026. Perlambatan ini diduga akibat faktor musiman seperti libur hari raya keagamaan.

Kendati demikian, neraca perdagangan Februari 2026 diproyeksikan mencatat surplus sebesar US$ 1,2 miliar, meningkat dibandingkan surplus Januari 2026 yang sebesar US$ 0,9 miliar. Sementara itu, inflasi Maret 2026 diperkirakan berada di level 0,3% secara bulanan (month to month/mtm).

Keputusan Pemerintah dan Dampaknya

Pemerintah telah membuat beberapa keputusan penting yang berpotensi mempengaruhi pasar saham. Salah satunya adalah kepastian tidak ada kenaikan harga bahan bakar (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan hal ini setelah sebelumnya beredar perkiraan penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 April 2026.

Baca Juga :  Korupsi Haji: Yaqut Bantah Terima Suap USD 30 Ribu

Pemerintah juga secara resmi menerapkan kebijakan ** (WFH) bagi (ASN) di instansi pusat dan daerah setiap hari Jumat. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 April 2026 dan akan dievaluasi dalam dua bulan ke depan. Mungkinkah kebijakan ini memengaruhi sektor properti dan konsumsi?

Tidak hanya itu, pemerintah mempercepat biodiesel sebagai upaya meningkatkan kemandirian energi nasional. Langkah di kementerian dan lembaga terus didorong, dengan potensi penghematan mencapai Rp 121 triliun hingga Rp 130 triliun.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, IHSG menunjukkan potensi *rebound* didorong oleh sentimen positif dari meredanya konflik di Timur Tengah dan proyeksi surplus neraca perdagangan. Analis merekomendasikan saham-saham seperti GJTL, EXCL, dan MDKA untuk diperhatikan. Investor juga perlu mencermati data ekonomi makro dan kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar saham. Apakah Anda siap memanfaatkan peluang *rebound* ini?