Beranda » Berita » MBG 2026: Dongkrak Ekonomi Lokal, Ini Kata Irma Suryani

MBG 2026: Dongkrak Ekonomi Lokal, Ini Kata Irma Suryani

IPIDIKLAT News – Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar dalam memberdayakan ekonomi masyarakat lokal di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Hal ini disampaikan setelah melakukan peninjauan dan sosialisasi program MBG di beberapa daerah di Sumatera Selatan, Selasa lalu.

Peran UMKM dalam Program Makan Bergizi Gratis 2026

Irma Suryani menekankan bahwa sumber bahan pangan untuk program terbaru 2026 ini, seperti buah-buahan, protein, dan gizi, idealnya berasal dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta hasil produksi masyarakat sekitar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini menjadi bukti nyata bahwa program MBG turut serta memberdayakan ekonomi lokal.

Dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai kebutuhan dapur mitra (BGN), program MBG menciptakan peluang ekonomi yang signifikan. Irma berharap agar praktik baik ini terus dipertahankan, dengan prioritas pada dan hasil produksi petani lokal sebagai sumber utama bahan makanan.

Pelibatan UMKM, menurut Irma, tidak hanya mendukung keberhasilan program MBG secara keseluruhan. Lebih dari itu, turut serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. “Dengan cara itu, Program MBG tidak hanya manfaat bagi -anak, , ibu hamil dan penerima manfaat lainnya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa dan kelurahan. Perputaran ekonomi dapat terjadi di daerah sendiri, sehingga usaha masyarakat lokal ikut berkembang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Duel Vietnam Malaysia Memanas: Adu Taktik & Psywar!

Pengawasan Dapur SPPG: Kunci Sukses MBG Terbaru 2026

Selain menyoroti dampak positif terhadap ekonomi lokal, Irma Suryani juga menekankan pentingnya pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan program MBG. Pengawasan ini terutama difokuskan pada operasional dapur SPPG sebagai pusat pengolahan makanan bergizi.

Oleh karena itu, Irma mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan mengawasi pelaksanaan kegiatan di dapur SPPG. Tujuannya adalah memastikan bahwa pengolahan MBG berjalan dengan baik, bersih, dan transparan. Partisipasi aktif masyarakat, menurutnya, akan berperan besar dalam menyukseskan program MBG demi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan sejahtera di 2026.

Tujuan Jangka Panjang Program MBG 2026

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang, Nurya Hartika Sari, sebelumnya menjelaskan bahwa program MBG dirancang sebagai upaya besar negara untuk memastikan setiap anak tumbuh dengan kuat dan sehat. Hal ini dicapai melalui keteraturan asupan makanan bergizi.

Dengan pemenuhan gizi yang baik, Nurya meyakini bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia pada masa depan akan meningkat secara signifikan. Program MBG diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi penerus bangsa yang kompeten dan berdaya saing di era global.

Evaluasi dan Tantangan Program MBG 2026

Kepala BGN, Dadan Hindayana, melaporkan bahwa program MBG telah menjangkau 55,1 juta siswa dengan tingkat keberhasilan mencapai 99,99%. Akan tetapi, Komisi IX menyoroti beberapa temuan serius terkait menu yang mengandung bahan pengawet dan penggunaan susu impor. Temuan ini menjadi catatan penting untuk perbaikan dan program MBG di masa mendatang.

Selain itu, kasus keracunan MBG yang terjadi di Jawa Barat, dengan korban mencapai 842 siswa awal minggu ini, menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dan pengendalian kualitas makanan yang ketat. Pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah antisipatif untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Baca Juga :  Sarang Walet Bodong: Pengusaha Semarang Rugi 78 M!

Kesimpulan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbaru 2026 memiliki potensi besar untuk memberdayakan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Akan tetapi, keberhasilan program ini sangat bergantung pada pengawasan yang ketat, evaluasi yang berkelanjutan, dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Dengan komitmen dan kerjasama yang kuat, program MBG dapat menjadi investasi berharga bagi masa depan generasi penerus bangsa.