Beranda » Berita » Bansos 2026 Cair Lewat Kopdes? Ini Kata Zulhas!

Bansos 2026 Cair Lewat Kopdes? Ini Kata Zulhas!

IPIDIKLAT News – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, atau akrab disapa Zulhas, mengumumkan rencana penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Sebanyak 18 juta penerima manfaat ditargetkan akan menerima bansos melalui skema ini, seiring dengan upaya pemerintah mempercepat pembangunan puluhan ribu unit koperasi di seluruh Indonesia.

Bansos 2026: Kopdes Merah Putih Jadi Garda Depan

-program bantuan, mulai dari bantuan pangan hingga Program Keluarga Harapan (), direncanakan akan disalurkan melalui . Cakupan penerima manfaat diperkirakan mencapai 18 juta masyarakat di seluruh Indonesia. menekankan bahwa skema ini menunjukkan peran strategis Kopdes dalam mengintegrasikan distribusi bantuan sekaligus memperkuat ekonomi di tingkat desa.

“Nanti jadi juga pos bantuan-bantuan pangan, bantuan-. Bansos itu semua melalui Kopdes (Merah Putih). Semuanya. Itu 18 juta (penerima manfaat), enggak sedikit,” kata Zulhas dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (31/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih akan menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan pangan, LPG, pupuk, hingga layanan keuangan. Koperasi ini juga akan berperan sebagai penghubung antara produksi masyarakat desa dengan program pemerintah.

Integrasi Rantai Pasok dari Desa ke Pemerintah

Zulhas menambahkan bahwa Kopdes Merah Putih akan menampung hasil produksi masyarakat, seperti hasil pertanian. Selanjutnya, hasil tersebut akan disalurkan ke berbagai , termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi () alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Skema tata kelola ini, menurutnya, sudah dipersiapkan agar rantai pasok dari desa ke program pemerintah berjalan lebih terintegrasi. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi kendala distribusi yang menghambat program-program pemerintah.

Baca Juga :  Ekstasi Cipinang: Bongkar Lab Narkoba, Amankan Dua Tersangka

“Koperasi Desa Merah Putih akan menampung hasil rakyat, kemudian menyuplai ke program pemerintah seperti SPPG. Tata kelolanya sudah kita siapkan,” jelasnya.

Selain itu, Kopdes juga dirancang menjadi offtaker hasil pertanian seperti gabah dan jagung. Fasilitas pendukung seperti cold storage untuk produk perikanan dan sayur juga akan disediakan. Di sisi layanan, koperasi akan dilengkapi BRI Link agar masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman informal dengan bunga tinggi.

“Jadi nanti , kebutuhan sehari-hari, sampai distribusi bantuan akan terpusat di Kopdes,” ujarnya.

Progres Pembangunan Kopdes Merah Putih

Dalam perkembangannya, pemerintah mencatat lebih dari 33 ribu titik Kopdes telah dibangun atau dalam proses pembangunan. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 lebih unit telah selesai dan siap dioperasikan, sementara sisanya masih dalam tahap konstruksi. Zulhas juga memastikan bahwa regulasi pendukung telah disiapkan, termasuk revisi aturan pembiayaan dan koordinasi lintas kementerian untuk mempercepat implementasi di daerah.

Di sisi operasional, pemerintah menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk menjalankan Kopdes selama dua tahun awal sebelum sepenuhnya dikelola oleh desa. Langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan dan profesionalitas pengelolaan koperasi di tahap awal.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, memastikan tidak ada kendala berarti dalam pembangunan Kopdes, termasuk terkait penyediaan lahan. “Tidak ada kendala. Lahannya itu ketika sudah ada kita bangun. Kendala itu lebih ke waktu dan kesiapan di daerah, tapi bukan hambatan utama,” ujarnya.

Pengelolaan Modern dan Berbasis Digital

Joao menambahkan bahwa selama masa awal operasional, Kopdes Merah Putih akan dikelola secara modern dan berbasis digital dengan pengawasan dari pengurus koperasi desa. Sebagian besar keuntungan juga akan dikembalikan ke masyarakat desa. Lalu, bagaimana pembagian keuntungannya?

Baca Juga :  AI: Indonesia-Jepang Tingkatkan Kerja Sama Teknologi!

“97 persen keuntungannya akan diserahkan kembali kepada desa. Bahkan 82 persen akan dibagikan langsung kepada warga dalam bentuk kupon untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya. Ini berarti sebagian besar keuntungan akan kembali ke masyarakat dalam bentuk yang nyata dan bermanfaat.

Target dan Regulasi Lanjutan

Pemerintah menargetkan pembangunan Kopdes Merah Putih mencapai sekitar 82 ribu unit dan rampung dalam tahun 2026. Selanjutnya, penguatan operasional dan tata kelola akan diatur lebih lanjut melalui instruksi presiden (Inpres) yang tengah disiapkan. Diharapkan dengan adanya Inpres ini, pelaksanaan program Kopdes Merah Putih dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Kesimpulan

Rencana penyaluran bansos 2026 melalui Kopdes Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa dan memastikan bantuan tepat sasaran. Dengan target 18 juta penerima manfaat, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Indonesia. Mari kita nantikan implementasi program ini dan berharap agar berjalan sukses serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat.