Beranda » Berita » TNI Gugur di Lebanon – Muhammadiyah Berduka, Kutuk Israel

TNI Gugur di Lebanon – Muhammadiyah Berduka, Kutuk Israel

IPIDIKLAT News – Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB gugur di Lebanon selatan. Peristiwa tragis ini menuai duka mendalam dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, menyampaikan belasungkawa dan mengutuk keras serangan Israel yang menjadi penyebab gugurnya para prajurit.

Muhammadiyah merasa sangat kehilangan karena salah satu prajurit yang gugur, Praka Farizal Romadhon, merupakan kader Muhammadiyah asal Kulon Progo, DIY. Selain menyampaikan duka cita, juga menegaskan bahwa Muhammadiyah sangat prihatin dan mengutuk segala bentuk kekerasan, pengeboman, dan invasi yang terus menerus dilakukan oleh zionis Israel.

Muhammadiyah Berduka: Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Duka cita yang mendalam ini diungkapkan Haedar Nashir saat membuka kegiatan Silaturahim Idulfitri 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kampus UMJ, Tangerang Selatan, Banten. Ia menyampaikan bahwa Muhammadiyah sangat berduka atas gugurnya para prajurit yang sedang menjalankan misi perdamaian dunia di bawah mandat PBB di .

“Kami menyatakan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas gugurnya prajurit kita yang sedang menjalankan misi perdamaian dunia di bawah mandat PBB di Lebanon. Hari ini kita dapatkan kabar, jumlah yang gugur bertambah jumlahnya menjadi tiga orang,” kata Haedar Nashir.

Haedar juga menambahkan bahwa Praka Farizal Romadhon, salah satu korban yang terkonfirmasi, adalah kader dan anggota Muhammadiyah di Kulon Progo. Almarhum dikenal memiliki kedekatan dengan nilai-nilai Muhammadiyah dan aktif memopulerkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) melalui akun pribadinya.

Baca Juga :  Harga Pertalite Aman - Pemerintah Jamin Tak Naik 1 April 2026

Kutukan Muhammadiyah atas Serangan Israel

Muhammadiyah mengecam keras yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI. Haedar Nashir menegaskan bahwa Muhammadiyah sangat prihatin dan mengutuk segala bentuk kekerasan yang terjadi, termasuk serangan Israel yang berdampak pada pasukan penjaga perdamaian.

“Tentu juga kita sangat-sangat prihatin dan sangat mengutuk segala tindakan kekerasan, pengeboman, dan invasi yang terus-menerus dilakukan oleh zionis Israel,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Senin (30/3/), jumlah korban dari Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon (Unifil) dari Indonesia bertambah menjadi tiga orang. Setelah Praka Farizal Rhomadhon, dua prajurit TNI Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) XXIII-S/Unifil juga gugur saat sedang bertugas.

Kronologi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Informasi yang didapatkan, dua prajurit TNI yang gugur akibat serangan brutal militer Israel adalah Mayor Inf ZA dan Sertu I. Keduanya saat itu sedang berusaha mengevakuasi prajurit TNI lain yang terluka. Nahas, konvoi yang mereka tumpangi diserang oleh zionis Israel.

The New York Times melaporkan bahwa dua pasukan penjaga perdamaian PBB yang sedang dalam konvoi gugur akibat “terkena ledakan yang tidak diketahui asalnya” di Lebanon selatan. Selain itu, beberapa prajurit TNI juga mengalami luka-luka.

Ledakan tersebut terjadi sehari setelah Sekjen PBB Antonio Guterres mengutuk seorang Pasukan Penjaga Perdamaian asal di Lebanon selatan. Wilayah yang dijaga Unifil selama ini menjadi lokasi antara militer Israel dan pasukan . Intensitas bentrokan terus meningkat seiring dengan perluasan invasi darat pasukan Israel ke Lebanon.

Misi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon

Sekitar 10 ribu pasukan Unifil ditempatkan di wilayah tersebut. Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon didirikan pada 1978, seiring dengan terjadinya perang saudara di sana. The New York Times menunjukkan bahwa dalam ledakan terbaru 2026, konvoi yang menjadi korban sedang menuju antara dua pos yang dihantam senjata berat.

Baca Juga :  PIP SMP 2026 Resmi: Jadwal Cair dan Aktivasi Rekening

Kejadian tersebut menghancurkan kendaraan terdepan dan menewaskan Pasukan Penjaga Perdamaian dari Indonesia. Beberapa lainnya terluka, salah satunya serius. “Ledakan itu, yang sekali lagi mengenai batalyon Unifil Indonesia, terjadi di dekat kota Bani Haiyyan di Lebanon selatan,” demikian laporan tersebut.

Dukungan dan Doa untuk Keluarga Korban

PP Muhammadiyah menyampaikan dukungan moril kepada keluarga prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan tugas negara. Organisasi ini berharap agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.

Selain itu, Muhammadiyah juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan agar para prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta agar misi perdamaian di Lebanon dapat segera terwujud.

Kesimpulan

Gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon akibat serangan Israel telah menimbulkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia, khususnya PP Muhammadiyah. Muhammadiyah mengutuk keras tindakan kekerasan tersebut dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghentikan konflik demi terciptanya perdamaian dunia.