Beranda » Berita » KUR Syariah Pegadaian Terbaru 2026: Cara Mudah, Syarat, Simulasi

KUR Syariah Pegadaian Terbaru 2026: Cara Mudah, Syarat, Simulasi

IPIDIKLAT News – Kabar baik bagi pelaku UMKM! Pegadaian terus mendukung pengembangan usaha mikro melalui Kredit Usaha Rakyat () Syariah. Program KUR Syariah Pegadaian terbaru 2026 menawarkan kemudahan akses pembiayaan dengan prinsip syariah, memberikan solusi modal usaha tanpa jaminan dan bunga rendah bagi para pengusaha kecil di seluruh Indonesia.

mengalokasikan dana besar untuk KUR nasional sebagai upaya memperkuat perekonomian, khususnya sektor UMKM. Hingga Mei 2025, tercatat penyaluran KUR mencapai Rp 96,75 triliun. KUR Syariah menjadi salah satu opsi menarik bagi UMKM yang membutuhkan modal dengan yang relatif mudah dan cepat.

Keunggulan KUR Syariah Pegadaian 2026

KUR Syariah Pegadaian memberikan pinjaman modal usaha dengan biaya yang rendah, yakni 6% per tahun untuk pinjaman pertama, atau setara dengan 0,28% flat per bulan. Pinjaman yang ditawarkan mulai dari Rp 1.000.000 hingga Rp 10.000.000, dengan tenor yang fleksibel antara 12 hingga 36 bulan. Bahkan, limit pinjaman bisa mencapai Rp 50 juta jika cicilan lancar dan usaha berkembang.

Dana KUR Syariah Pegadaian dapat dimanfaatkan untuk berbagai sektor usaha, termasuk UMKM, pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, industri pengolahan, garam rakyat, jasa produksi, dan sektor produksi lainnya. Fleksibilitas ini memungkinkan pelaku usaha dari berbagai bidang untuk mengembangkan bisnisnya.

Syarat Pengajuan KUR Syariah Pegadaian

Untuk mengajukan KUR Syariah Pegadaian, calon nasabah perlu memenuhi beberapa . Persyaratan ini terbilang mudah dan tidak memberatkan pelaku UMKM. Beberapa dokumen yang perlu disiapkan antara lain:

  • Fotokopi .
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  • Fotokopi Surat Nikah (bagi yang sudah menikah).
  • Surat keterangan domisili (jika alamat tinggal berbeda dari KTP).
  • Bukti kepemilikan rumah tetap (PBB, SHM/HGB, atau pendukung lainnya).
  • Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Izin Usaha (IUMK) atau dokumen yang setara.
  • Salinan tagihan listrik/air/telepon.
Baca Juga :  Refocusing Anggaran 2026: Pemerintah Klaim Hemat Rp 130 Triliun

Pratikno, Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Regional V Manado, menekankan pentingnya memiliki usaha yang jelas dan catatan transaksi keuangan yang bersih. Tim Pegadaian juga akan melakukan survei lapangan untuk memastikan calon nasabah benar-benar siap menerima penyaluran KUR.

Cara Mengajukan KUR Syariah Pegadaian 2026

Proses pengajuan KUR Syariah Pegadaian cukup sederhana. Berikut langkah-langkah yang perlu diikuti:

  1. Datang ke kantor Pegadaian terdekat.
  2. Mengisi formulir pengajuan KUR Pegadaian Syariah.
  3. Menyerahkan seluruh dokumen persyaratan.
  4. Menunggu konfirmasi dan kunjungan petugas untuk survei lokasi usaha.
  5. Melakukan tanda tangan akad.
  6. Menerima pencairan KUR sesuai arahan petugas.
  7. Membayar cicilan setiap bulan sesuai tanggal jatuh tempo.

Pegadaian, sebagai lembaga keuangan bukan bank yang ditunjuk sebagai penyalur KUR Syariah, berkomitmen untuk membantu pelaku UMKM. Penentuan besarnya pinjaman akan disesuaikan dengan Repayment Capacity (RPC) atau kemampuan membayar nasabah.

Simulasi Perhitungan KUR Syariah

Berikut gambaran simulasi perhitungan KUR Syariah dengan uang pinjaman Rp5.000.000 dan jangka waktu 12 bulan. Asumsi Mu’nah (biaya pemeliharaan) adalah 3% per tahun (atau 0,14% per bulan).

Perhitungan: Rp5.000.000 x 0,14% x 12 = Rp84.000. Total adalah Rp 5.084.000. Dengan simulasi ini, Anda bisa memperkirakan cicilan bulanan yang harus dibayarkan.

Target Penyaluran dan Fokus pada Super Mikro

Target penyaluran KUR 2026 mencapai angka yang signifikan, dengan alokasi terbesar untuk skema Super Mikro. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dan Pegadaian dalam mendukung usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian.

Selain itu, outlet penyalur KUR harus memenuhi persyaratan tertentu, termasuk tingkat Non-Performing Loan (NPL) yang sesuai. Plafon maksimal penyaluran KUR skema Mikro tetap Rp 50 juta per Nomor Induk Kependudukan ().

KUR Syariah Pegadaian Solusi UMKM di Aceh

Masyarakat Aceh kini juga dapat menikmati fasilitas KUR Syariah Pegadaian. Executive Vice President PT Pegadaian, Ferry Heriawan, menyampaikan bahwa pinjaman mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 10 juta di tahap awal, dan bisa naik hingga Rp 50 juta jika pembayaran lancar.

Baca Juga :  Panduan Bayar Pajak Motor Online 2026 Pakai Aplikasi SIGNAL, STNK Dikirim ke Rumah

KUR syariah ini tidak membutuhkan agunan, karena Pegadaian fokus pada kemampuan nasabah membayar angsuran dari usaha yang dijalankan. Syaratnya pun mudah, cukup dengan surat keterangan usaha dari keuchik (kepala desa), usaha sudah berjalan minimal enam bulan, dan tempat usaha maksimal 5 km dari kantor cabang Pegadaian.

Kesimpulan

KUR Syariah Pegadaian 2026 adalah solusi pembiayaan yang menarik bagi pelaku UMKM. Dengan persyaratan yang mudah, proses pengajuan yang cepat, dan biaya yang terjangkau, program ini diharapkan dapat membantu lebih banyak pengusaha mengembangkan usahanya. Segera kunjungi kantor Pegadaian terdekat untuk informasi lebih lanjut dan ajukan KUR Syariah untuk mengembangkan bisnismu!