IPIDIKLAT News – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pujian atas kualitas multiposisi Calvin Verdonk usai laga final FIFA Series 2026 melawan Timnas Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3).
Meskipun Timnas Garuda kalah tipis 0-1, performa Verdonk dinilai menjadi sorotan positif dalam pertandingan tersebut. Herdman menginstruksikan Verdonk untuk bermain lebih ofensif, dan pemain yang bermain di Ligue 1 bersama Lille itu menunjukkan kemampuannya di dua posisi berbeda: gelandang bertahan dan gelandang serang (nomor 10).
Pujian John Herdman untuk Calvin Verdonk
Herdman mengungkapkan kekagumannya terhadap Calvin Verdonk usai pertandingan. Menurutnya, Verdonk adalah pemain yang komplit dengan berbagai keunggulan.
“Penampilannya malam ini luar biasa. Dia pemain yang komplet. Ia punya kecerdasan taktik, kecepatan, stamina, akselerasi, dan visi umpan yang baik,” kata Herdman saat jumpa pers.
Herdman bahkan memberi sinyal bahwa Verdonk akan terus diplot di lini tengah untuk menjaga kedalaman dan ritme permainan Indonesia. Ia menilai kualitas visi permainan Verdonk sangat krusial bagi masa depan timnas.
“Dan saya pikir Calvin akan menjadi bagian besar dari masa depan tim ini dalam mengontrol tempo di lini tengah. Saya bangga dengan Calvin. Dia bermain di level tertinggi malam ini. Dia pantas mendapatkan lebih,” imbuh pelatih asal Inggris tersebut.
Transformasi Peran Calvin Verdonk di Timnas
Transformasi posisi Verdonk di timnas sebenarnya sudah dimulai sejak era Patrick Kluivert. Namun, pada era kepelatihan Shin Tae-yong, pemain berusia 28 tahun ini lebih sering bermain di sektor pertahanan.
Sebelumnya, Verdonk lebih diandalkan sebagai bek sayap kiri maupun bek tengah. Herdman melihat potensi lain dalam diri Verdonk yang bisa dimaksimalkan di lini tengah.
Perubahan posisi ini menunjukkan fleksibilitas yang dimiliki Verdonk sebagai pemain profesional. Kemampuannya beradaptasi dengan berbagai peran di lapangan menjadi aset berharga bagi Timnas Indonesia.
Respons Verdonk terhadap Perubahan Posisi
Menanggapi perubahan perannya, Verdonk menyatakan kesiapannya untuk mematuhi instruksi pelatih demi kepentingan tim. Baginya, fleksibilitas posisi bukan menjadi masalah.
“Saya bermain di posisi mana pun pelatih menempatkan saya. Entah itu gelandang, atau bek sayap, bek tengah. Hari ini juga nomor 10. Saya akan bermain di posisi mana pun yang pelatih mau dan itu tidak masalah,” tegas pemain yang telah mencatatkan 14 caps untuk timnas Indonesia tersebut saat ditemui di mixed zone SUGBK.
Dengan fleksibilitas yang Verdonk miliki, Herdman memiliki banyak opsi dalam merancang strategi permainan untuk Timnas Indonesia di masa depan. Ternyata Verdonk mampu bermain sama baiknya di lini tengah maupun lini belakang.
Kontribusi Verdonk di Level Klub
Di level klub, Verdonk tampil konsisten sepanjang musim 2026 dengan mencatatkan 21 penampilan bersama Lille, termasuk di kompetisi kasta tertinggi Prancis dan Liga Europa.
Kontribusinya turut membawa Lille bertengger di peringkat lima klasemen sementara Ligue 1 dengan raihan 47 poin, serta memastikan langkah tim hingga babak 16 besar Liga Europa.
Konsistensi Verdonk di level klub menunjukkan bahwa ia adalah pemain yang memiliki kualitas dan mentalitas yang baik. Hal ini tentu menjadi modal berharga bagi Timnas Indonesia.
Optimisme Herdman Meski Kalah dari Bulgaria
Meskipun kalah tipis 0-1 dari Bulgaria, John Herdman tetap optimis dengan performa Timnas Indonesia. Ia menilai bahwa secara permainan, Timnas Indonesia mampu mengimbangi bahkan melampaui performa Timnas Bulgaria, yang secara peringkat FIFA berada di posisi ke-85 dunia.
Selain mengevaluasi performa timnya, pelatih Timnas Bulgaria Aleksandar Dimitrov juga memberikan pujian bagi Timnas Indonesia.
Kekalahan ini tidak membuat Herdman patah semangat. Sebaliknya, ia semakin termotivasi untuk terus mengembangkan potensi Timnas Indonesia agar bisa bersaing di level internasional.
Calvin Verdonk menggarisbawahi bahwa secara kolektivitas, Indonesia terbukti mampu mengimbangi, bahkan melampaui level permainan Timnas Bulgaria.
John Herdman menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru melakukan evaluasi teknis karena masih dalam kondisi emosional setelah gagal membawa Timnas Indonesia mencetak sejarah.
Masa Depan Cerah Timnas Bersama Verdonk
Dengan kualitas multiposisi yang dimilikinya, Calvin Verdonk diprediksi akan menjadi pemain kunci Timnas Indonesia di masa depan. Kemampuannya bermain di berbagai posisi memberikan fleksibilitas taktik bagi pelatih.
John Herdman melihat potensi besar dalam diri Verdonk dan bertekad untuk terus mengembangkannya. Dengan dukungan penuh dari pelatih dan kerja keras dari pemain, Timnas Indonesia diharapkan dapat meraih prestasi yang lebih baik di masa depan.
