IPIDIKLAT News – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) adalah kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pernyataan ini Kapolri sampaikan saat memberikan pidato utama dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Hotel Sultan, Jakarta, pada Rabu (5/2/2026).
Kapolri hadir bersama sejumlah pejabat tinggi kepolisian, termasuk Kabaintelkam, Kadivhumas, Kadivpropam, dan Wakabareskrim. Kehadiran mereka menjadi simbol komitmen Polri dalam memperkuat sinergi dengan NU. Tujuannya adalah menjaga keamanan serta stabilitas sosial di seluruh Indonesia.
Peran Kamtibmas dalam Pertumbuhan Ekonomi 2026
Jenderal Sigit menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hanya mungkin terjadi jika kondisi keamanan tetap stabil. “Salah satu prasyarat atau modal utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi adalah stabilitas Kamtibmas atau stabilitas keamanan dalam negeri,” tegasnya. Keamanan yang kondusif akan memicu investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat, memberikan dampak positif langsung pada kesejahteraan nasional.
Selain itu, Kapolri juga menyoroti pentingnya sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Kamtibmas. Kondisi Kamtibmas yang terjaga, menurutnya, akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk aktivitas ekonomi.
Indonesia Masuk Jajaran Negara Teraman
Kapolri mengungkapkan kabar menggembirakan terkait tingkat keamanan Indonesia. Berdasarkan survei World Risk Poll Gallup 2025, Indonesia menduduki peringkat 17 dari 141 negara sebagai negara teraman. Peringkat ini mencerminkan kondisi keamanan Indonesia yang cukup baik di tingkat global. Meski demikian, Kapolri mengingatkan agar seluruh pihak tidak lengah dan terus berupaya meningkatkan keamanan di masa mendatang. Data 2025 ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dan diharapkan tren positif ini berlanjut hingga update 2026.
Pencapaian ini, menurut Kapolri, adalah hasil kerja keras seluruh elemen bangsa, termasuk Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat sipil. Kerjasama yang solid antar berbagai pihak, terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh warga negara.
NU dan Visi Indonesia Emas 2045
Kapolri juga menyampaikan keyakinannya bahwa Munas NU akan menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Ia memandang NU sebagai organisasi keagamaan yang memiliki peran sentral dalam pembangunan bangsa, terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Lebih dari itu, NU juga menjadi garda terdepan dalam menangkal berbagai potensi ancaman yang dapat memecah belah bangsa.
“Masuk dan lepas dari middle income trap, kemudian karena NU pelopor negara dalam menjaga pilar kebangsaan dan kenegaraan,” ungkap Kapolri. Peran NU dalam membimbing masyarakat untuk berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan dinilai sangat krusial dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Jenderal Sigit menekankan bahwa menjaga persatuan bangsa adalah komitmen bersama seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk terus berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan negara. Mengingat tantangan global semakin kompleks, persatuan dan kesatuan bangsa menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi masa depan.
Selain itu, Kapolri juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan. Masyarakat diharapkan lebih cerdas dalam memilah dan memilih informasi, serta selalu mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.
Sinergi Polri dan NU untuk Indonesia yang Aman
“Saat ini yang terdepan adalah Nahdlatul Ulama, terima kasih Nahdlatul Ulama. Tentunya harus kita jaga dan perjuangkan sampai kapan pun,” tutup Kapolri. Ia menegaskan harapannya agar sinergi antara NU dan kepolisian terus diperkuat demi mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kerjasama antara berbagai elemen masyarakat lainnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Dengan kolaborasi yang kuat, Indonesia dapat terus meningkatkan posisinya sebagai salah satu negara teraman di dunia. Hal ini akan berdampak positif pada berbagai sektor, termasuk ekonomi, sosial, dan budaya.
