Beranda » Berita » Beli Saham BMRI? Cek Dulu Faktor Terbaru 2026 Ini!

Beli Saham BMRI? Cek Dulu Faktor Terbaru 2026 Ini!

IPIDIKLAT News – Direktur Operasi Bank Mandiri (BMRI), Timothy Utama, menambah kepemilikan sahamnya di awal Januari . Aksi korporasi ini sontak menarik perhatian investor, terutama di tengah prospek dan kinerja BMRI yang terus menunjukkan tren positif.

Timothy Utama memborong 155.000 lembar saham BMRI pada 9 Januari 2026 dengan Rp4.800 per lembar. Investasi ini membuat Timothy merogoh kocek hingga Rp744 juta. Selain itu, sepanjang Desember 2025, beberapa investor kakap juga terpantau mengakumulasi saham bank berkode emiten BMRI ini.

Alasan Direksi Bank Mandiri Beli Saham BMRI

Lantas, apa yang membuat jajaran direksi dan investor besar berani membeli saham BMRI? Dalam keterbukaan , Timothy menjelaskan bahwa pembelian saham ini murni untuk investasi pribadi. Lebih dari itu, ada beberapa faktor yang membuat saham BMRI tetap menarik di mata investor per 2026.

Pertama, kinerja fundamental Bank Mandiri yang solid. Per November 2025, Bank Mandiri (bank only) mencatatkan pertumbuhan kredit 13,1% *year on year* (yoy) menjadi Rp1.452 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik signifikan sebesar 15,9% menjadi Rp1.584 triliun.

Kedua, ekspektasi positif dari analis. Mayoritas analis memberikan rekomendasi “beli” untuk saham BMRI. Hal ini didasarkan pada prospek Bank Mandiri yang diyakini masih akan terus bertumbuh di tengah kondisi ekonomi 2026.

Rekomendasi Analis: Saatnya Beli Saham BMRI?

Sebenarnya, apakah ini yang tepat untuk ikut beli saham BMRI? Mengutip *Bloomberg*, mayoritas analis, atau sekitar 31 dari 36 analis, memberikan rekomendasi beli untuk saham Bank Mandiri per Desember 2025. Hanya sebagian kecil yang memberikan rekomendasi tahan (2 analis) dan jual (3 analis).

Baca Juga :  Review Asuransi BNI Life Solusi Abadi Benarkah Layak Dibeli 2026?

Rekomendasi ini didasarkan pada beberapa faktor. Selain kinerja keuangan yang solid, Bank Mandiri juga dinilai memiliki strategi bisnis yang tepat untuk menghadapi tantangan di industri perbankan. Terlebih, Bank Mandiri terus berinovasi dalam layanan untuk menjangkau nasabah yang lebih luas.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa investasi saham selalu memiliki risiko. Harga saham bisa naik dan turun tergantung pada kondisi pasar dan sentimen investor. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset mendalam dan mempertimbangkan profil risiko sebelum memutuskan untuk membeli saham BMRI.

Dividen Interim BMRI: Peluang Cuan di Awal Tahun 2026

Selain potensi kenaikan harga saham, investor juga berpeluang mendapatkan keuntungan dari dividen. Bank Mandiri berencana membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp100 per saham. Pembagian dividen ini telah disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris Bank Mandiri pada 18 Desember 2025.

Jadwal pembagian dividen interim Bank Mandiri adalah sebagai berikut:

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 5 Januari 2026
  • Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 6 Januari 2026
  • Cum dividen di pasar tunai: 7 Januari 2026
  • Ex dividen di pasar tunai: 8 Januari 2026
  • *Recording date* (DPS): 7 Januari 2026 pukul 16.00 WIB
  • Pembayaran dividen: 14 Januari 2026

Pembagian dividen interim ini didasarkan pada kinerja keuangan perseroan per 30 September 2025. Hingga periode tersebut, Bank Mandiri membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp37,73 triliun.

Kinerja Kredit dan Aset Bank Mandiri Terus Meningkat

Pertumbuhan kredit Bank Mandiri tercatat 13,1% *year on year* (yoy) menjadi Rp1.452 triliun per November 2025. Lebih dari itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik 15,9%, serta total aset tumbuh 14,6% menjadi Rp2.120 triliun. Tren ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri terus tumbuh dan berkembang.

Baca Juga :  Trik Cari Perusahaan Bagus Harga Murah Lewat Saham Undervalued

Pertumbuhan kredit ini didorong oleh berbagai sektor, termasuk korporasi, ritel, dan UMKM. Bank Mandiri terus berupaya untuk menyalurkan kredit kepada sektor-sektor produktif yang dapat mendorong . Oleh karena itu, BMRI juga didukung oleh fundamental bisnis yang kuat.

Strategi Investasi Saham BMRI Terbaru 2026

Jika Anda tertarik untuk beli saham BMRI, ada beberapa strategi yang bisa dipertimbangkan. Pertama, tentukan tujuan investasi Anda. Apakah Anda ingin mendapatkan keuntungan jangka pendek dari *trading* saham, atau ingin berinvestasi jangka panjang untuk mendapatkan dividen dan pertumbuhan harga saham?

Kedua, lakukan *due diligence*. Pelajari laporan keuangan Bank Mandiri, berita terbaru tentang perusahaan, dan analisis dari para ahli. Dengan begitu, Anda bisa membuat keputusan investasi yang lebih cerdas.

Ketiga, Anda. Jangan hanya berinvestasi pada satu jenis saham. Sebaiknya, diversifikasi portofolio Anda dengan membeli saham dari berbagai sektor. Diversifikasi dapat membantu mengurangi risiko investasi.

Keempat, gunakan fitur *stop loss*. Fitur ini dapat membantu Anda membatasi kerugian jika harga saham turun. Dengan mengatur *stop loss*, Anda bisa menjual saham secara otomatis jika harga mencapai level tertentu.

Terakhir, pantau terus perkembangan . Ikuti berita terbaru tentang ekonomi dan politik, serta perkembangan industri perbankan. Dengan begitu, Anda bisa mengambil keputusan investasi yang tepat waktu.

Kesimpulan

Aksi direksi dan investor kakap yang beli saham BMRI menunjukkan bahwa saham ini masih menarik untuk dipertimbangkan. Kinerja keuangan yang solid, prospek bisnis yang baik, dan potensi dividen menjadi daya tarik utama. Namun, penting untuk diingat bahwa investasi saham selalu memiliki risiko. Lakukan riset mendalam dan pertimbangkan profil risiko Anda sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Apakah Anda tertarik untuk ikut beli saham BMRI? Segera buka rekening saham dan mulai investasi Anda sekarang juga!

Baca Juga :  Syarat KUR BSI Syariah 2026 Pengajuan Tanpa Riba dan Jaminan