Kementerian Pertanian (Kementan) kembali membuka peluang besar bagi putra-putri terbaik bangsa melalui seleksi PPPK Kementan 2026. Tahun ini menjadi momen krusial karena pemerintah sedang mengejar target swasembada pangan nasional, sehingga kebutuhan akan tenaga teknis di lapangan melonjak drastis. Kabar baiknya, tersedia lebih dari 5.000 alokasi formasi yang mayoritas ditujukan untuk jabatan fungsional seperti Penyuluh Pertanian, Medik Veteriner, hingga Pengawas Mutu Pakan.
Bagi tenaga honorer atau lulusan baru yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang pertanian, peternakan, dan kedokteran hewan, seleksi tahun ini adalah kesempatan emas. Persaingan tentu akan ketat, namun dengan persiapan matang mengenai syarat administrasi hingga pemahaman passing grade, peluang lolos akan semakin terbuka lebar. Artikel ini akan mengupas tuntas detail formasi, jadwal, hingga tips lolos seleksi kompetensi teknis.
Apa saja dokumen wajib yang harus disiapkan dan bagaimana rincian passing grade tahun ini? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
💡 Ringkasan Info PPPK Kementan 2026
Singkatnya, seleksi PPPK Kementan 2026 membuka lebih dari 5.000 formasi prioritas untuk jabatan Penyuluh Pertanian, Medik Veteriner, dan POPT. Pendaftaran dilakukan satu pintu melalui portal sscasn.bkn.go.id. Seleksi diprediksi akan dimulai pada pertengahan tahun (Triwulan II/III). Syarat utama meliputi kualifikasi pendidikan linier dan pengalaman kerja relevan minimal 2 tahun di bidang pertanian/peternakan.
Prioritas Formasi PPPK Kementerian Pertanian 2026
Fokus utama pemerintah tahun 2026 adalah penguatan ketahanan pangan. Hal ini berdampak langsung pada alokasi formasi PPPK Kementan yang sangat didominasi oleh jabatan fungsional teknis yang bersentuhan langsung dengan petani dan peternak.
Berdasarkan analisis kebutuhan dan usulan yang diajukan ke KemenPAN-RB, berikut adalah jabatan dengan kuota terbanyak:
1. Penyuluh Pertanian (Terbanyak)
Posisi ini menjadi ujung tombak keberhasilan program pertanian. Dibutuhkan ribuan tenaga penyuluh untuk mendampingi kelompok tani dalam penerapan teknologi pertanian modern. Kualifikasi pendidikan biasanya mencakup S-1/D-IV Pertanian, Agroteknologi, atau Penyuluhan Pertanian.
2. Medik Veteriner & Paramedik Veteriner
Wabah penyakit hewan yang sering muncul (seperti PMK atau flu burung) membuat kebutuhan tenaga kesehatan hewan meningkat. Formasi ini terbuka untuk Dokter Hewan (drh) dan lulusan D-3 Kesehatan Hewan/Peternakan.
3. Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT)
Tugas utamanya adalah mengamankan produksi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Posisi ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas hasil panen nasional.
4. Pengawas Mutu Pakan & Bibit
Formasi ini bertugas menjamin kualitas input produksi peternakan dan pertanian. Dibutuhkan ketelitian tinggi dan pemahaman mendalam mengenai standar mutu nasional.
Berikut adalah estimasi sebaran formasi berdasarkan data usulan:
| Nama Jabatan | Kualifikasi Pendidikan | Estimasi Kuota |
|---|---|---|
| Ahli Pertama – Penyuluh Pertanian | S-1 Pertanian / Agroteknologi | 2.500+ |
| Terampil – Penyuluh Pertanian | D-3 Pertanian | 1.000+ |
| Ahli Pertama – Medik Veteriner | Dokter Hewan | 500+ |
| Pengendali OPT (POPT) | S-1 Hama Penyakit Tumbuhan | 400+ |
| Lainnya (Arsiparis, Pranata Komputer) | Berbagai Jurusan | 600+ |
Syarat Pendaftaran PPPK Kementan 2026
Memahami persyaratan sebelum mendaftar adalah langkah krusial agar tidak gugur di tahap administrasi. Kementerian Pertanian memiliki standar spesifik, terutama terkait pengalaman kerja bagi pelamar PPPK teknis.
Persyaratan Umum
- Warga Negara Indonesia (WNI): Bertakwa kepada Tuhan YME, setia kepada Pancasila dan NKRI.
- Usia: Minimal 20 tahun dan maksimal 1 tahun sebelum batas usia pensiun pada jabatan yang dilamar (biasanya maks 57 tahun untuk jabatan fungsional ahli pertama).
- Catatan Kriminal: Tidak pernah dipidana penjara 2 tahun atau lebih.
- Status Kepegawaian: Tidak berkedudukan sebagai CPNS, PNS, PPPK, TNI, atau Polri.
- Kesehatan: Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan.
Persyaratan Khusus & Wajib Tambahan
Poin ini sering menjadi penyebab kegagalan pelamar baru. Perhatikan baik-baik detail berikut:
- Pengalaman Kerja Relevan (WAJIB): Berbeda dengan CPNS, pelamar PPPK wajib memiliki pengalaman di bidang kerja yang relevan dengan jabatan fungsional yang dilamar.
- Jenjang Pemula/Terampil/Ahli Pertama: Minimal 2 tahun.
- Jenjang Ahli Muda: Minimal 3 tahun.
- Bukti: Surat Keterangan Pengalaman Kerja yang ditandatangani oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (bagi yang bekerja di instansi pemerintah) atau Direktur/Kepala Divisi SDM (bagi yang bekerja di swasta).
- Surat Tanda Registrasi (STR): Khusus pelamar jabatan tenaga kesehatan hewan (Medik Veteriner & Paramedik Veteriner), wajib melampirkan STR yang masih berlaku, bukan STR internship.
- Kualifikasi THL-TBPP (Nilai Plus): Eks Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) yang masih aktif biasanya mendapatkan prioritas atau afirmasi nilai dalam seleksi, sesuai kebijakan KemenPAN-RB tahun berjalan.
Jadwal Lengkap Seleksi PPPK 2026
Kapan pendaftaran dibuka? Meskipun jadwal resmi menunggu rilis dari Panselnas BKN, pola rekrutmen ASN biasanya memiliki siklus yang dapat diprediksi. Tahun 2026 diproyeksikan akan memulai tahapan sedikit lebih awal untuk mengejar target anggaran tahun berikutnya.
Berikut adalah estimasi timeline pelaksanaan:
| Kegiatan | Estimasi Waktu | Status |
|---|---|---|
| Pengumuman Formasi | Mei – Juni 2026 | Menunggu |
| Pendaftaran Online (SSCASN) | Juni – Juli 2026 | Persiapan |
| Seleksi Administrasi | Juli 2026 | – |
| Masa Sanggah Administrasi | Agustus 2026 | – |
| Pelaksanaan Seleksi Kompetensi (CAT) | Agustus – September 2026 | Krusial |
| Pengumuman Kelulusan Akhir | November – Desember 2026 | – |
Passing Grade & Materi Seleksi Kompetensi
Berbeda dengan CPNS yang mengenal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), seleksi PPPK langsung berfokus pada kompetensi teknis dan manajerial. Tidak ada sistem gugur di tahap awal tes, namun akumulasi nilai harus memenuhi Passing Grade (Nilai Ambang Batas).
Materi ujian menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test) BKN yang terdiri dari 4 subtes utama:
- Kompetensi Teknis (Bobot Terbesar): Menguji pengetahuan spesifik sesuai jabatan. Contoh: Untuk Penyuluh Pertanian, soal akan berkisar tentang teknik budidaya, hama penyakit, penyusunan programa penyuluhan, dan komunikasi pertanian.
- Jumlah Soal: 90-100 butir.
- Kompetensi Manajerial: Menguji integritas, kerjasama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri, mengelola perubahan, dan pengambilan keputusan.
- Jumlah Soal: 25 butir.
- Kompetensi Sosiokultural: Menguji kepekaan terhadap keberagaman, kemampuan berhubungan sosial, dan perekat bangsa.
- Jumlah Soal: 20 butir.
- Wawancara (Tertulis): Pertanyaan seputar integritas dan moralitas.
- Jumlah Soal: 10 butir.
Tabel Nilai Ambang Batas (Passing Grade)
Angka di bawah ini mengacu pada Keputusan Menteri PANRB tahun sebelumnya (sebagai referensi kuat untuk 2026):
| Jenis Kompetensi | Nilai Ambang Batas (NAB) | Nilai Maksimal |
|---|---|---|
| Kompetensi Teknis | Bervariasi (Tergantung Jabatan)* | 450 |
| 130 (Kumulatif) | 200 | |
| Wawancara | 24 | 40 |
*Catatan: NAB Teknis berbeda tiap jabatan. Misal: Penyuluh Pertanian Ahli Pertama biasanya di angka 200-225.
Langkah Cara Daftar di SSCASN
Proses pendaftaran sepenuhnya online. Jangan sampai salah langkah karena fitur “Resume” bersifat final dan tidak bisa diubah. Pastikan jaringan internet stabil saat mengakses portal.
- Buat Akun: Kunjungi
sscasn.bkn.go.id, pilih menu “Buat Akun”. Gunakan NIK dan Nomor KK yang valid (terintegrasi Dukcapil). - Lengkapi Biodata: Isi data diri, unggah swafoto, dan data pendukung lainnya.
- Pilih Jenis Seleksi & Formasi: Pilih “PPPK Teknis”, lalu cari instansi “Kementerian Pertanian”. Pilih jabatan yang sesuai kualifikasi ijazah (bukan transkrip).
- Unggah Dokumen: Scan dokumen asli (berwarna) sesuai format (PDF/JPG) dan ukuran yang diminta. Dokumen buram/tidak terbaca adalah alasan utama TMS (Tidak Memenuhi Syarat).
- Checklist Dokumen: KTP, Pas Foto (latar merah), Ijazah, Transkrip Nilai, Surat Lamaran, Surat Pernyataan, Surat Pengalaman Kerja, STR (jika nakes).
- Resume & Cetak Kartu: Periksa ulang seluruh data. Jika yakin, klik “Akhiri Pendaftaran” dan cetak Kartu Informasi Akun serta Kartu Pendaftaran.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar PPPK Kementan
Berikut adalah jawaban atas pertanyaan yang sering masuk ke meja bantuan terkait seleksi ini:
1. Apakah lulusan pertanian swasta bisa mendaftar?
Tentu bisa. Seleksi PPPK terbuka untuk seluruh WNI lulusan perguruan tinggi negeri maupun swasta, asalkan program studinya terakreditasi oleh BAN-PT. Tidak ada diskriminasi antara kampus negeri dan swasta selama kualifikasi pendidikan linier.
2. Apakah pengalaman kerja harus di instansi pemerintah (Kementan/Dinas)?
Tidak harus. Pengalaman kerja bisa berasal dari sektor swasta (perusahaan perkebunan, agroteknologi, konsultan pertanian) maupun lembaga non-pemerintah/NGO. Yang terpenting, bidang tugasnya relevan dengan jabatan yang dilamar dan dibuktikan dengan surat keterangan resmi.
3. Berapa gaji PPPK Kementan untuk lulusan S1?
Secara umum, PPPK golongan IX (setara S1) memiliki gaji pokok sekitar Rp3.203.600 (berdasarkan Perpres terbaru tentang Gaji PPPK). Namun, jumlah take home pay akan ditambah dengan tunjangan kinerja, tunjangan jabatan fungsional, tunjangan makan, dan tunjangan keluarga. Estimasi total bisa mencapai Rp5-7 juta per bulan tergantung kelas jabatan.
4. Bisakah melamar CPNS dan PPPK sekaligus di tahun yang sama?
Tidak bisa. Dalam satu periode seleksi ASN, pelamar hanya boleh memilih satu jenis seleksi (CPNS atau PPPK) dan satu instansi saja. Sistem NIK akan otomatis menolak jika mencoba mendaftar ganda.
5. Apakah sertifikat kompetensi memberikan nilai tambah?
Ya, untuk beberapa jabatan teknis, kepemilikan sertifikat kompetensi dari lembaga yang diakui (seperti LSP Pertanian) dapat memberikan tambahan nilai pada seleksi kompetensi teknis, maksimal hingga 25% dari total nilai teknis. Cek pengumuman resmi untuk daftar sertifikat yang diakui.
Kesimpulan
Seleksi PPPK Kementan 2026 menawarkan lebih dari 5.000 formasi yang menjadi peluang nyata bagi para profesional di bidang pertanian. Kunci sukses menembus seleksi ini bukan hanya pada kecerdasan akademik, tetapi juga kelengkapan administrasi dan pengalaman kerja yang relevan. Persiapkan dokumen seperti surat pengalaman kerja dan sertifikat kompetensi sejak dini agar tidak terburu-buru saat portal dibuka.
