Mahkamah Agung (MA) selalu menjadi salah satu instansi paling diminati dalam setiap seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Tingginya minat ini tidak lepas dari prestise serta tunjangan kinerja yang ditawarkan, terutama bagi lulusan sarjana hukum. Nah, memasuki tahun 2026, antusiasme para pejuang NIP untuk bergabung di lingkungan peradilan kembali memuncak.
Pertanyaan besar yang sering muncul adalah kapan seleksi ini resmi dibuka dan berapa passing grade yang harus dikejar. Informasi mengenai formasi, khususnya Panitera Pengganti atau Analis Perkara Peradilan, menjadi incaran utama karena jenjang karir yang menjanjikan. Persiapan matang tentu menjadi kunci utama mengingat persaingan diprediksi akan sangat ketat tahun ini.
Artikel ini akan mengupas tuntas prediksi jadwal, rincian formasi prioritas, hingga ambang batas nilai yang wajib ditembus. Jadi, para calon pelamar bisa menyusun strategi belajar yang lebih efektif mulai dari sekarang.
💡 Jawaban Singkat
Singkatnya, pendaftaran CPNS MA 2026 diprediksi akan dibuka serentak pada periode Juli – Agustus 2026 (mengikuti pola jadwal nasional BKN). Untuk formasi Panitera (biasanya masuk jalur Analis Perkara Peradilan), pelamar wajib lulusan Sarjana Hukum. Adapun Passing Grade SKD standar meliputi TWK: 65, TIU: 80, dan TKP: 166 (berdasarkan aturan Menpan RB sebelumnya). Pastikan memantau portal resmi sscasn.bkn.go.id dan mahkamahagung.go.id untuk pengumuman real-time.
Disclaimer: Informasi jadwal dan syarat di bawah ini mengacu pada regulasi tahun sebelumnya dan tren seleksi ASN per Januari 2026. Untuk kepastian pengumuman resmi, selalu cek situs resmi Mahkamah Agung dan BKN.
Prediksi Jadwal Seleksi CPNS MA 2026
Mengetahui lini masa seleksi sangat krusial agar persiapan administrasi tidak mendadak. Berkaca pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, pemerintah biasanya membuka seleksi CASN (Calon Aparatur Sipil Negara) pada pertengahan tahun. Tahun 2026 ini, skema pengadaan kemungkinan besar akan kembali dibagi menjadi beberapa periode, namun seleksi CPNS umum biasanya dimulai di Kuartal III.
Berikut adalah estimasi jadwal yang bisa dijadikan acuan untuk menyusun rencana belajar:
| Tahapan Seleksi | Estimasi Jadwal | Status |
|---|---|---|
| Pengumuman Formasi | Juni – Juli 2026 | Menunggu |
| Pendaftaran Online (SSCASN) | Juli – Agustus 2026 | Belum Dibuka |
| Seleksi Administrasi | Agustus 2026 | – |
| Pelaksanaan SKD | September – Oktober 2026 | – |
| Pelaksanaan SKB | November 2026 | – |
Perlu diingat, jadwal di atas bersifat tentatif. Perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu tergantung kebijakan Panselnas (Panitia Seleksi Nasional). Oleh karena itu, memantau media sosial resmi BKN secara berkala adalah langkah bijak.
Formasi Prioritas: Panitera & Analis Perkara
Formasi di Mahkamah Agung selalu menjadi sorotan karena spesifikasinya yang unik. Banyak pelamar sering bingung mencari formasi “Panitera” di kolom pencarian SSCASN. Faktanya, jabatan ini biasanya tidak dibuka langsung untuk pelamar umum dengan nama “Panitera Pengganti”, melainkan melalui pintu masuk jabatan Analis Perkara Peradilan.
1. Analis Perkara Peradilan (Calon Hakim/Panitera)
Posisi ini adalah formasi “primadona” di lingkungan MA. Peserta yang lolos pada formasi ini diproyeksikan untuk menjadi tenaga teknis peradilan, baik itu sebagai Panitera Pengganti maupun Calon Hakim (Cakim) di masa depan melalui seleksi internal lanjutan. Kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan mutlak Sarjana Hukum (S.H).
2. Pengelola Penanganan Perkara
Selain jabatan analis, formasi Pengelola Penanganan Perkara juga sering dibuka. Jabatan ini lebih berfokus pada administrasi teknis kepaniteraan. Biasanya, kualifikasi pendidikannya lebih fleksibel, mencakup D3 Hukum atau Manajemen Perkantoran, tergantung kebutuhan satuan kerja masing-masing pengadilan.
3. Penjaga Tahanan
Bagi lulusan SMA/Sederajat, formasi ini adalah peluang emas. Penjaga Tahanan di bawah naungan MA memiliki tugas mengawal keamanan tahanan selama proses persidangan. Persaingan di formasi ini biasanya sangat masif karena syarat pendidikan yang lebih terjangkau oleh banyak kalangan.
Rincian Passing Grade SKD 2026
Lulus administrasi hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya ada pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Sistem Computer Assisted Test (CAT) menuntut peserta memenuhi Nilai Ambang Batas (Passing Grade) agar bisa bersaing untuk lanjut ke tahap SKB.
Berdasarkan Keputusan Menteri PANRB yang berlaku pada seleksi sebelumnya (dan diprediksi tetap sama untuk 2026), berikut adalah rinciannya:
| Jenis Tes | Jumlah Soal | Passing Grade (Umum) | Nilai Maksimal |
|---|---|---|---|
| Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) | 30 | 65 | 150 |
| Tes Intelegensia Umum (TIU) | 35 | 80 | 175 |
| Tes Karakteristik Pribadi (TKP) | 45 | 166 | 225 |
| TOTAL | 110 Butir | 311 (Minimal) | 550 |
Hanya memenuhi passing grade saja belum cukup aman. Untuk bisa lolos ke tahap SKB, nilai total SKD harus masuk dalam peringkat 3 kali jumlah formasi yang dibutuhkan. Jadi, target skor sebaiknya jauh di atas ambang batas minimal, idealnya di angka 400+ untuk formasi MA yang kompetitif.
Syarat Pendaftaran & Dokumen Wajib
Persiapan dokumen seringkali menjadi batu sandungan bagi pelamar yang kurang teliti. Mahkamah Agung dikenal cukup ketat dalam seleksi administrasi, terutama terkait kesesuaian kualifikasi pendidikan dan format surat pernyataan.
Berikut adalah syarat umum yang wajib dipenuhi pelamar CPNS MA 2026:
- Warga Negara Indonesia (WNI): Bertakwa kepada Tuhan YME dan setia kepada NKRI.
- Usia: Minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun saat mendaftar (kecuali formasi tertentu bisa hingga 40 tahun).
- Tidak Pernah Dipidana: Dengan pidana penjara 2 tahun atau lebih.
- Bukan Anggota Partai Politik: Tidak terlibat politik praktis.
- Sehat Jasmani dan Rohani: Sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar.
Checklist Dokumen Digital (Scan)
Pastikan dokumen-dokumen ini sudah disiapkan dalam format PDF atau JPG sesuai ketentuan ukuran SSCASN:
- ✅ KTP Asli atau Surat Keterangan Perekaman E-KTP.
- ✅ Pas Foto terbaru berlatar belakang merah.
- ✅ Ijazah Asli (bukan Surat Keterangan Lulus/SKL).
- ✅ Transkrip Nilai Asli (IPK minimal biasanya 2.75 atau 3.00).
- ✅ Surat Lamaran (ditujukan kepada Sekretaris Mahkamah Agung RI, bermaterai).
- ✅ Surat Pernyataan 5 Poin (bermaterai).
- ✅ Sertifikat TOEFL/Bahasa Inggris (opsional, tapi sering menjadi nilai tambah/syarat wajib jabatan tertentu).
Cara Daftar CPNS Mahkamah Agung 2026
Proses pendaftaran sepenuhnya dilakukan secara daring melalui satu pintu. Tidak ada pengiriman berkas fisik via pos kecuali diminta khusus oleh instansi di tahap pemberkasan akhir.
Berikut langkah-langkah mendaftar yang benar:
- Buat Akun SSCASN: Akses laman
sscasn.bkn.go.id. Gunakan NIK dan Nomor Kartu Keluarga (KK) untuk membuat akun. Pastikan data di Dukcapil sudah sinkron agar tidak ada kendala teknis. - Login dan Lengkapi Biodata: Masuk kembali menggunakan NIK dan password yang telah dibuat. Isi biodata dengan teliti, termasuk gelar depan dan belakang ijazah. Kesalahan penulisan nama sering berakibat fatal di kemudian hari.
- Pilih Jenis Seleksi & Instansi: Pilih jenis seleksi “CPNS”. Pada kolom instansi, ketik “Mahkamah Agung RI”. Pilih jenis formasi (Umum/Cumlaude/Disabilitas/Putra Putri Papua) serta jabatan yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan.
- Unggah Dokumen: Upload semua dokumen yang diminta. Perhatikan batas ukuran file (biasanya maks 1000KB untuk PDF). Pastikan hasil scan terbaca jelas dan tidak buram. Dokumen yang tidak terbaca otomatis digugurkan oleh verifikator.
- Resume & Akhiri Pendaftaran: Cek kembali semua data di halaman Resume. Jika sudah yakin, klik “Akhiri Pendaftaran”. Cetak Kartu Informasi Akun dan Kartu Pendaftaran sebagai bukti.
FAQ: Pertanyaan Seputar CPNS MA 2026
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh calon pelamar terkait seleksi di Mahkamah Agung.
Apakah lulusan Hukum Syariah bisa mendaftar formasi Analis Perkara?
Secara umum, formasi Analis Perkara Peradilan mensyaratkan Sarjana Hukum (S.H). Namun, pada beberapa periode seleksi, Mahkamah Agung juga membuka kesempatan bagi lulusan Hukum Syariah atau Hukum Islam (S.H.I) untuk ditempatkan di Peradilan Agama. Pastikan membaca rincian kualifikasi pendidikan di pengumuman resmi dengan teliti.
Berapa tinggi badan minimal untuk formasi Penjaga Tahanan MA?
Berbeda dengan Kemenkumham yang menetapkan syarat tinggi badan mutlak, Mahkamah Agung pada seleksi tahun-tahun sebelumnya tidak selalu mensyaratkan tinggi badan khusus untuk formasi Penjaga Tahanan. Namun, kesehatan fisik yang prima tetap menjadi syarat utama. Cek kembali pengumuman terbaru 2026 nanti untuk memastikan ada tidaknya perubahan aturan.
Apakah sertifikat komputer wajib dilampirkan?
Sertifikat penguasaan komputer (seperti Microsoft Office) biasanya menjadi nilai tambah atau syarat wajib pada formasi teknis administrasi. Untuk jabatan Analis Perkara, sertifikat TOEFL prediksi seringkali lebih diutamakan daripada sertifikat komputer. Memiliki keduanya tentu lebih baik untuk membuktikan kompetensi diri.
Kesimpulan
Menghadapi seleksi CPNS MA 2026 membutuhkan strategi yang matang, bukan sekadar modal nekat. Formasi Panitera (melalui Analis Perkara Peradilan) dipastikan akan tetap menjadi incaran utama sarjana hukum di seluruh Indonesia. Dengan memahami passing grade, mempersiapkan dokumen sejak dini, dan memantau jadwal resmi, peluang untuk lolos seleksi administrasi hingga SKD akan semakin besar.
Jangan lupa untuk selalu mengecek validitas informasi melalui kanal resmi Mahkamah Agung. Mulailah mencicil belajar soal-soal SKD dari sekarang agar mental lebih siap saat jadwal tes diumumkan. Semoga tahun 2026 menjadi tahun keberuntungan bagi karir Anda sebagai abdi negara!
