Beranda » Berita » Obligasi Pemerintah 2026: Jenis, Bunga & Cara Investasi Cuan

Obligasi Pemerintah 2026: Jenis, Bunga & Cara Investasi Cuan

Masih membiarkan dana menganggur tergerus inflasi di rekening tabungan biasa? 2026 menjadi momentum tepat bagi investor konservatif maupun pemula untuk melirik instrumen investasi yang dijamin negara. Salah satu instrumen yang paling diminati karena keamanannya adalah obligasi pemerintah.

Investasi ini tidak hanya menawarkan imbal hasil (kupon) yang umumnya lebih tinggi dari bunga deposito bank BUMN, tetapi juga pajak yang lebih rendah. Nah, bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset dengan risiko minim, memahami skema Berharga Negara (SBN) Ritel tahun ini sangatlah krusial.

Apa saja jenis obligasi yang diterbitkan pemerintah tahun ini dan bagaimana potensi keuntungannya? Artikel ini akan mengupas tuntas simulasi hitungan hingga cara membelinya tanpa perlu antre di bank.


💡 Quick Answer: Apa Itu Obligasi Pemerintah?

Singkatnya, obligasi pemerintah (SBN Ritel) adalah surat utang yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia untuk individu WNI. Pemerintah “meminjam” uang dari masyarakat dan akan mengembalikannya beserta bunga (kupon) sesuai jangka waktu tertentu.

Keamanannya dijamin 100% oleh Undang-Undang (UU No. 24 Tahun 2002), sehingga risiko gagal hampir tidak ada. Tahun 2026 ini, tersedia jenis Tradable (bisa diperdagangkan seperti ORI & SR) dan Non-Tradable (tidak bisa diperdagangkan seperti SBR & ST).


Mengapa Obligasi Pemerintah Jadi Primadona di 2026?

Bukan tanpa alasan instrumen ini selalu ludes terjual dalam hitungan setiap masa penawaran dibuka. Ada beberapa faktor fundamental yang membuat SBN Ritel sangat menarik di tengah kondisi ekonomi 2026.

Baca Juga :  Formasi PPPK Guru PAUD 2026: Peluang Emas & Syarat Lengkap

Pertama, Pajak Lebih Rendah. Pajak imbal hasil obligasi hanya 10%, berbeda dengan deposito yang dikenakan pajak final 20%. Selisih ini tentu berdampak signifikan pada keuntungan bersih yang diterima investor.

Kedua, Jaminan Negara. Pembayaran pokok dan kupon dijamin oleh Undang-Undang APBN setiap tahunnya. Jadi, tidak perlu khawatir uang hilang karena negara tidak mungkin bangkrut semudah perusahaan swasta.

Ketiga, Passive Income Rutin. Kupon dibayarkan setiap bulan langsung ke rekening investor. Ini sangat cocok bagi mereka yang mencari tambahan cash flow bulanan layaknya menerima uang gaji kedua.

Jenis-Jenis Obligasi Pemerintah 2026

Pemerintah biasanya menerbitkan beberapa seri SBN Ritel sepanjang tahun. Memahami perbedaannya sangat penting agar sesuai dengan tujuan keuangan.

1. Obligasi Negara Ritel (ORI)

ORI adalah obligasi konvensional yang bersifat tradable. Artinya, kepemilikan aset ini bisa dijual kembali di pasar sekunder sebelum jatuh tempo jika investor membutuhkan dana mendadak. Biasanya memiliki tenor 3 tahun (ORI027/ORI028) dan 6 tahun.

2. Sukuk Ritel (SR)

Mirip dengan ORI, namun SR dikelola dengan prinsip syariah. SR menggunakan akad Ijarah (sewa-menyewa aset). Instrumen ini juga tradable atau bisa diperjualbelikan di pasar sekunder. Sangat cocok bagi investor yang mengutamakan aspek halal dalam pengembangan aset.

3. Savings Bond Ritel (SBR)

SBR adalah jenis obligasi konvensional yang non-tradable. Aset ini tidak bisa dijual sembarangan sebelum jatuh tempo. Namun, SBR memiliki fitur Early Redemption, yaitu pencairan sebagian dana (maksimal 50%) sebelum jatuh tempo pada periode yang ditentukan. Karakteristik uniknya adalah kupon floating with floor (mengambang dengan batas minimal).

4. Sukuk Tabungan (ST)

Ini adalah versi syariah dari SBR. Sifatnya tidak bisa diperdagangkan (non-tradable), memiliki fasilitas Early Redemption, dan menggunakan kupon mengambang (floating with floor). ST sering menjadi favorit karena tenornya yang relatif pendek (biasanya 2 tahun dan 4 tahun).

Baca Juga :  Cek PIP via HP 2026: Website dan Aplikasi

Perbedaan Utama: Tradable vs Non-Tradable

Agar tidak salah pilih, berikut adalah perbandingan mendalam antara jenis obligasi yang bisa diperdagangkan dan yang tidak.

Fitur Pembeda
Sifat Aset✅ Tradable (Bisa dijual kapan saja)❌ Non-Tradable (Hold sampai jatuh tempo)
Jenis KuponTetap (Fixed Rate) sampai akhirMengambang (Floating with Floor)
⚠️ Potensi Capital GainAda (Bisa jual harga tinggi)Tidak Ada
Pencairan DiniBisa dijual di Pasar SekunderFasilitas Early Redemption (Maks 50%)
Tenor (Umumnya)

Simulasi Keuntungan Investasi 2026

Berapa sebenarnya uang yang akan masuk ke rekening setiap bulan? Mari kita buat simulasi sederhana. Anggaplah pemerintah menetapkan kupon sebesar 6,50% per tahun untuk seri terbaru di awal 2026 ini.

Jika seorang investor menempatkan dana sebesar Rp100.000.000, perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Kupon Kotor per Tahun: Rp100 juta x 6,5% = Rp6.500.000
  • Kupon Kotor per Bulan: Rp6.500.000 ÷ 12 = Rp541.666
  • Pajak (10%): Rp54.166
  • Kupon Bersih per Bulan: Rp487.500

Uang Rp487.500 ini akan masuk otomatis ke rekening setiap bulan tanpa perlu melakukan apa pun. Bayangkan jika nominal investasi ditingkatkan, tentu “gaji buta” bulanan ini akan semakin besar.

Cara Investasi Obligasi Pemerintah (Anti Ribet)

pembelian SBN Ritel di tahun 2026 sudah sangat modern dan 100% . Tidak perlu lagi datang ke kantor cabang bank dengan membawa tumpukan berkas.

1. Registrasi SID (Single Investor Identification)

Langkah pertama adalah mendaftar melalui Mitra Distribusi (Midis) yang ditunjuk pemerintah. Midis ini bisa berupa Bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI), Perusahaan Sekuritas, atau Fintech (Bareksa, Bibit, Tanamduit). Pendaftaran hanya memerlukan dan NPWP.

2. Pemesanan (Ordering)

Setelah masa penawaran dibuka (biasanya berlangsung 2-3 minggu), pemesanan bisa dilakukan melalui aplikasi atau website Midis. Pastikan sudah membaca memorandum informasi singkat terkait produk yang dibeli.

Baca Juga :  CPNS MA 2026: Formasi Panitera Kapan Dibuka, Ini Passing Grade

3. Pembayaran (Redemption)

Setelah pesanan terverifikasi, investor akan mendapatkan Kode Billing. Pembayaran harus dilakukan dalam batas waktu yang ditentukan (biasanya 3 jam) melalui transfer bank, e-commerce, atau dompet digital.

4. Konfirmasi Kepemilikan

Jika pembayaran sukses, investor akan menerima NTPN (Nomor Penerimaan Negara) dan bukti kepemilikan SBN akan muncul di portofolio aplikasi serta tercatat di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia).

Risiko yang Tetap Perlu Diwaspadai

Meskipun disebut investasi “bebas risiko” (risk-free) dari sisi gagal bayar, tetap ada risiko lain yang perlu dipahami.

Pertama adalah Risiko Likuiditas (khusus SBR & ST). Karena tidak bisa diperdagangkan, dana akan terkunci hingga jatuh tempo (2-4 tahun). Pastikan dana yang digunakan adalah “uang dingin”, bukan dana untuk kebutuhan mendesak bulan depan.

Kedua adalah Risiko Pasar (Capital Loss pada ORI & SR). Jika investor memutuskan menjual ORI/SR di pasar sekunder saat harga obligasi sedang turun (misalnya karena suku bunga acuan naik), maka ada potensi kerugian dari selisih harga jual dan beli. Namun, risiko ini hilang jika investor memegang obligasi hingga jatuh tempo.


🙋 FAQ: Pertanyaan Seputar Obligasi Pemerintah

Apakah warga asing bisa membeli Obligasi Pemerintah Indonesia?

Tidak bisa. SBN Ritel dikhususkan hanya untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki e-KTP. WNA tidak memiliki akses ke pasar perdana SBN Ritel.

Berapa minimal pembelian SBN Ritel di tahun 2026?

Minimal pembelian sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp1.000.000 (satu juta rupiah). Kelipatannya juga Rp1 juta. Maksimal pembelian bervariasi tergantung seri, biasanya antara 2 Miliar hingga 10 Miliar Rupiah per investor.

Kapan waktu terbaik mencairkan ORI atau SR?

Waktu terbaik menjual di pasar sekunder adalah ketika harga obligasi sedang premium (di atas 100%). Ini terjadi biasanya saat tren suku bunga acuan sedang turun, sehingga harga obligasi lama dengan kupon tinggi menjadi naik.


Kesimpulan

Investasi pada obligasi pemerintah di tahun 2026 merupakan langkah cerdas untuk mengamankan aset sekaligus berkontribusi pada pembangunan negara. Dengan pilihan tenor yang beragam serta kemudahan akses digital, instrumen ini cocok untuk menyeimbangkan portofolio investasi yang mungkin terlalu agresif di saham atau kripto.

Pilihlah jenis obligasi sesuai profil risiko dan kebutuhan likuiditas. Jika butuh fleksibilitas pencairan, ORI atau SR adalah jawabannya. Namun jika ingin kepastian rate yang mengikuti kenaikan suku bunga, SBR atau ST adalah pilihan tepat.

Sudah siap meminjamkan dana ke negara dan menikmati passive income bulanan? Pantau terus jadwal penerbitan SBN Ritel terbaru di aplikasi investasi favorit.