
Kemudahan layanan digital Polri: Kini masyarakat bisa mengajukan permohonan SKCK dari rumah melalui aplikasi Polri Super App, tanpa perlu antre formulir manual.
Apakah Anda sedang mempersiapkan dokumen untuk melamar kerja, mendaftar CPNS, atau melanjutkan studi? Salah satu dokumen krusial yang wajib dimiliki adalah Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Dulu, mengurus surat ini identik dengan antrean panjang di kantor polisi sejak pagi buta. Namun, kini Polri telah mendigitalisasi layanan publik ini untuk mempermudah masyarakat. Meski begitu, banyak pemohon yang masih bingung mengenai alur terbarunya, terutama perpindahan dari situs web lama ke aplikasi mobile yang terintegrasi.
Apa Itu SKCK Online?
SKCK Online adalah layanan penerbitan surat keterangan resmi dari Polri yang menerangkan ada atau tidaknya catatan kriminalitas seseorang, di mana proses pendaftaran, pengisian formulir, dan pembayaran dilakukan secara digital melalui aplikasi SUPERAPPS PRESISI POLRI. Meskipun pendaftaran dilakukan secara daring, pemohon tetap harus datang ke kantor polisi (Polsek/Polres/Polda) yang dipilih hanya untuk proses pengambilan fisik surat dan legalisir.
Syarat Utama Membuat SKCK Online Terbaru
Sebelum memulai proses pendaftaran di aplikasi, pastikan Anda telah menyiapkan dokumen digital (hasil scan) dengan format JPG/JPEG. Dokumen yang tidak lengkap seringkali menjadi penyebab kegagalan verifikasi data.
Berikut adalah rincian dokumen yang wajib Anda siapkan.

Daftar 4 dokumen wajib untuk verifikasi data. Tips: Pastikan ukuran file scan tidak lebih dari 1 MB agar proses unggah tidak gagal.
Tabel Kelengkapan Dokumen
| Jenis Dokumen | Ketentuan Khusus | Ukuran File (Estimasi) |
| KTP Asli | Wajib sesuai domisili. Siapkan scan depan belakang. | Maks 1 MB |
| Kartu Keluarga (KK) | Scan asli, pastikan NIK terupdate di Dukcapil. | Maks 1 MB |
| Akta Lahir / Ijazah | Pilih salah satu yang datanya paling akurat. | Maks 1 MB |
| Pas Foto 4×6 | Latar belakang MERAH, pakaian sopan berkerah, wajah terlihat jelas. | Maks 1 MB |
| Rumus Sidik Jari | Didapat dari unit Inafis (bisa diurus saat pengambilan SKCK). | – |
| Kartu BPJS/JKN | Syarat tambahan (sesuai instruksi terbaru/tentatif 2025). | Maks 1 MB |
Catatan Penting: Persyaratan BPJS Kesehatan aktif mulai diimplementasikan secara bertahap sejak tahun 2024 sebagai syarat layanan publik. Pastikan kepesertaan Anda aktif untuk menghindari kendala.
Biaya Pembuatan SKCK Online
Berdasarkan peraturan pemerintah mengenai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Polri, biaya pembuatan SKCK masih mengacu pada aturan terakhir (PP No. 76 Tahun 2020) dan diprediksi tetap sama untuk tahun 2025, kecuali ada perubahan mendadak.
- Biaya Penerbitan SKCK: Rp30.000 (Tiga Puluh Ribu Rupiah).
- Biaya Admin: Tergantung metode pembayaran (BRI Virtual Account/E-Wallet biasanya dikenakan Rp1.000 – Rp2.500).
Pembayaran dilakukan secara cashless melalui kode bayar (Virtual Account) yang muncul di aplikasi. Hindari memberikan uang tunai kepada petugas di loket untuk mencegah praktik pungli.
Cara Membuat SKCK Online Lewat HP (Panduan Lengkap)
Saat ini, portal web skck.polri.go.id seringkali diarahkan untuk penggunaan aplikasi mobile agar data lebih terintegrasi. Berikut adalah panduan langkah demi langkah menggunakan aplikasi Polri Super App.

Tampilan antarmuka aplikasi Polri Super App. Klik menu ‘SKCK’ untuk memulai registrasi dan pengisian biodata diri.
Langkah-langkah Pendaftaran (Snippet List):
- Unduh dan Instal Aplikasi: Download aplikasi “Polri Super App” di Google Play Store atau App Store.
- Registrasi Akun: Buka aplikasi dan lakukan pendaftaran akun menggunakan nomor HP aktif. Lakukan verifikasi wajah (Face Recognition) untuk validasi identitas dengan database Dukcapil.
- Pilih Menu SKCK: Di halaman beranda, cari dan pilih menu “SKCK”.
- Ajukan Permohonan: Klik tombol “Ajukan SKCK”. Anda akan diminta memilih jenis keperluan (misal: Melamar Pekerjaan Swasta, CPNS, Pencalonan Kepala Desa, dll) dan kesatuan wilayah (Polsek/Polres/Polda).
- Isi Data Diri: Lengkapi formulir data pribadi, hubungan keluarga, pendidikan, perkara pidana, dan ciri fisik. Pastikan data sesuai dengan KTP dan KK.
- Unggah Dokumen: Upload file scan dokumen (KTP, KK, Akta, Pas Foto) pada kolom yang tersedia.
- Metode Pembayaran: Setelah data lengkap, Anda akan mendapatkan Kode Pembayaran (Virtual Account BRIVA). Segera lakukan transfer sebesar Rp30.000.
- Dapatkan Barcode: Setelah pembayaran sukses, Anda akan menerima Barcode Bukti Pendaftaran dan Bukti Pembayaran di aplikasi atau email.
- Pengambilan Fisik: Datang ke kantor polisi yang dipilih (sesuai domisili KTP) dengan membawa bukti barcode dan dokumen pendukung fisik (untuk verifikasi jika diperlukan).
Memahami Kewenangan: Polsek, Polres, atau Polda?
Salah satu kesalahan umum pemohon adalah salah memilih tempat penerbitan. Google Search Central menyarankan konten yang memberikan konteks mendalam (E-E-A-T), maka pahami perbedaannya agar Anda tidak bolak-balik:
- Polsek (Kecamatan): Untuk melamar pekerjaan swasta non-BUMN, melanjutkan sekolah, pindah penduduk, atau keperluan tingkat kecamatan/desa.
- Polres (Kabupaten/Kota): Untuk melamar CPNS/BUMN, anggota TNI/Polri, pejabat publik daerah, atau kepemilikan senjata api. (Ini yang paling umum dipilih).
- Polda (Provinsi): Untuk pembuatan paspor/visa, bekerja ke luar negeri, atau menjadi notaris.
- Mabes Polri (Nasional): Untuk keperluan tingkat nasional seperti pencalonan Presiden/Wakil Presiden dan legislatif pusat.
Tips Sukses dan Solusi Jika Gagal
Proses online tidak selalu mulus. Berikut adalah kendala teknis yang sering terjadi dan solusinya:
- NIK Tidak Ditemukan: Ini berarti data Anda belum sinkron antara Dukcapil pusat dan daerah. Solusinya, hubungi Halo Dukcapil atau datang ke kantor Disdukcapil setempat untuk “Update Data” sebelum daftar SKCK.
- Aplikasi Error/Force Close: Coba hapus cache aplikasi, pastikan koneksi internet stabil, atau lakukan pendaftaran di jam-jam sepi (malam hari).
- Belum Punya Rumus Sidik Jari: Jika di aplikasi diminta nomor rumus sidik jari dan Anda belum punya, Anda bisa mengosongkannya atau mengisinya dengan tanda strip (-) sementara (jika sistem mengizinkan), namun Anda WAJIB melakukan rekam sidik jari di bagian Inafis Polres saat pengambilan SKCK. Biaya rekam sidik jari bervariasi tergantung kebijakan, namun resminya seringkali gratis atau dikenakan biaya administrasi minim.
Kesimpulan
Membuat SKCK online melalui aplikasi Polri Super App di tahun 2025 jauh lebih efisien dibandingkan cara konvensional. Kunci keberhasilannya adalah menyiapkan dokumen digital yang jelas (tidak buram) dan memastikan koneksi internet stabil saat pengisian data. Dengan biaya hanya Rp30.000, Anda bisa memangkas waktu antrean administrasi secara signifikan.
Segera unduh aplikasinya dan siapkan dokumen Anda sekarang agar proses pelamaran kerja atau administrasi Anda tidak terhambat!
FAQ ( Pertanyaan Umum )
1. Berapa lama proses pembuatan SKCK Online?
Proses pengisian data di aplikasi memakan waktu sekitar 15-20 menit. Setelah pembayaran sukses dan barcode terbit, proses pencetakan di kantor polisi (Polres/Polsek) hanya memakan waktu 5 sampai 10 menit saja, asalkan berkas lengkap dan antrean tidak panjang.
2. Apakah SKCK Online bisa dikirim ke rumah?
Hingga saat ini, sebagian besar wilayah belum melayani pengiriman fisik SKCK ke rumah. Pemohon wajib datang ke kantor polisi untuk pengambilan guna verifikasi fisik dan pembubuhan cap basah yang sah. Namun, cek kebijakan Polres setempat karena beberapa daerah memiliki inovasi layanan antar (SKCK Delivery).
3. Berapa lama masa berlaku SKCK?
SKCK berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal diterbitkan. Jika masa berlaku habis, Anda dapat melakukan perpanjangan (bukan pembuatan baru) dengan prosedur yang lebih ringkas asalkan SKCK lama belum lewat satu tahun dari masa kedaluwarsa.
4. Apakah bisa membuat SKCK di luar domisili KTP?
Secara aturan umum, pembuatan SKCK harus sesuai dengan domisili yang tertera di KTP. Jika Anda tinggal di luar kota (merantau), Anda harus membuat SKCK di Polres asal sesuai KTP, atau mengurus surat pindah domisili/surat keterangan domisili terlebih dahulu jika Polres setempat mengizinkan (kebijakan ini bisa berbeda tiap daerah).
5. Apa yang harus dilakukan jika salah mengisi data di aplikasi?
Jika sudah terlanjur “Submit” dan bayar, data di aplikasi sulit diubah sendiri. Anda harus datang ke loket pelayanan SKCK di kantor polisi yang dituju, lalu melapor kepada petugas untuk melakukan koreksi data manual sebelum SKCK dicetak. Bawa dokumen asli sebagai bukti data yang benar.
